contoh gratisan ada di kos2annya.....hm...kos2an yg ada saunanya punya
siapa?
 


________________________________

        From: [email protected]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Sharif Dayan
        Sent: 22. helmikuuta 2007 3:00
        To: [Indo-StarTrek]
        Subject: [Indo-StarTrek] Klub Astronomi, perlukah ? (dh: Santet
VS Teknologi)
        
        

        Salam Sejahtera...
        
        Pada Rabu, 21 Februari 2007, warbird692001 menulis:
        
        > Sejak itu kalau denger HAAJ, gue cuma inget bahwa mereka madut
alias
        > mata duitan dan memberikan iklan palsu di club2 lainnya dengan
gaya
        > iming2 yang palsu sama sekali.
        
        Saya tidak pernah menjadi anggota HAAJ, namun mengenal
keberadaan perkumpulan ini dari 
        teman sekolah salah seorang anggotanya. Si teman ini adalah
-walah....malah cerita 
        silsilah...:-)- keponakan kenalan keluarga saya.
        
        Pada masanya, HAAJ mungkin berbeda dengan yang Anda kenal, yaitu
menjadi salah satu 
        perkumpulan yang menjadi wadah para peminat astronomi. Aku
sendiri pernah diajak mengikuti 
        kegiatan mereka dalam kegiatan perkemahan Pramuka di Pasar
Minggu. Yang dibawa sebuah 
        teropong saja, entah bagaimana spesifikasi teknisnya. Waktu itu
hanya -sangat- sedikit 
        yang mengikuti peneropongan, yang bisa menjadi gambaran betapa
tidak akrabnya 
        keastronomian bagi para anggota Pramuka.
        
        > I bet si KL itu waktu jadi pembicara disana, lu juga ditarikin
duit
        > buat nonton nya kan? 
        
        Hmmm...paling juga nonton gratis di Planetarium...:-)
        
        Seriusnya, saya menaruh hormat pada mereka yang di HAAJ, paling
tidak pada zaman 
        teman-temanku itu. Ketika itu belum ada TNG apalagi Star Gate.
Kami yang tidak saling 
        kenal menjadi akrab karena kecintaan pada astronomi. Sekarang
entah di mana mereka berada. 
        Yang terakhir kutahu, yang satu mengikuti program BPPT sehinggan
dikirim ke Prancis dan 
        meraih doktornya di sana, entah pada bidang apa. Yang satunya,
teman daripada temanku itu, 
        merupakan satusatunya yang meneruskan kecintaannya pada
astronomi, meraih S2 di University 
        of Arizona, Tucson (AS) lalu menikah dengan sesama astronom.
Sisanya (4 orang) menjadi 
        "desperados"...:-)
        
        Balik ke kasusnya Mbak Indie, menurutku itulah yang wajar
terjadi karena mereka sudah 
        dijauhkan dari keindahan astronomi dan alam semesta. Itulah
sebabnya mengapa kita perlu 
        berjuang agar ada stasiun televisi yang bersedia mengudarakan
filem-filem fiksi ilmiah 
        seperti ST, sehingga kisah tragis -kecian deh Mbakyu Ori :-P-
seperti di atas tidak 
        terjadi lagi pada orang lain...
        
        > Gak tau hentai? ah masa????
        
        Saya tidak berkeberatan menerima contoh
gratisan...heh...hehe...heh...:->
        
        Sharif Dayan
        di Palembang
        
        

         



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke