kalo' pake literatur buku sejarah SMP (kalo' gak salah nih),
Nusantara itu terlalu banyak bahasa,
gak heran beda desa beda istilah u/ me refer ke objek yang sama
trus lahir lah 'bahasa pasar' ~ lingua franca ??
(ma'af nih)bahasa yang se-cepat2-nya dimengerti pendengar & menghasilkan profit
hehehe.....
jadi gak sempet tuh (kalee') "dia" itu she or he
IMHO, yaa faktor UUD ;)
Sharif Dayan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Salam
Sejahtera...
Pada Selasa, 27 Februari 2007, Bahri Syaiful-QSG2540 menulis:
> untungnya Bahasa Indonesia tidak mengenal 'gender' -- 'dia' bisa
> cewek atau cowok, ngga ada she atau he, il atau elle...
Pernyataan yang mencerahkan...Ada yang mengetahui bagaimana asal mulanya
sehingga "dia"
tidak merujuk pada jenis tertentu kelamin ? Apakah memang karena pengaruh
Hindu, ajaran
tertua yang pernah memasuki Nusantara ?
Sharif Dayan
---------------------------------
Check out the all-new Yahoo! Mail beta - Fire up a more powerful email and get
things done faster.
[Non-text portions of this message have been removed]