Wah elu pasti nonton Voyager cuma di awalnya doang deh...
buat gw sih Voyager is the best! even much better than TNG.


Salam,
Eri


On 3/9/07, warbird692001 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Ya betul.
>
> Sekali lagi, Q awalnya ada di TOS lalu dikembangkan oleh TNG.
> Semua tentang Q ada di TNG, terutama di novel2 nya.
> Kalau barrier antara continuum dan dunia manusia aja gak bisa kita
> lihat dan temukan, mana mungkin Janeway bisa mengerti apa yang terjadi
> disana.
>
> Satu2 nya cara yang dipakai adalah dengan membuat apa yang dilihat
> Janeway sesuai dengan kemampuan otak nya memproses, sesuai level of
> existence yang dia mengerti. Sebetulanya concept cerita itu sudah
> pernah ada di TNG yaitu sewaktu Q mengajak Picard berkeliling galaxy
> ke masa lampau untuk tempting him in order to test him. Saat berpindah
> itu, sebetulnya bukan Picard yang physically pindah tetapi Q yang
> somehow membawa scenes di masa lampau itu ke kepala Picard. Karena
> human body cannot move backwards in time that fast, kalaupun bisa
> masih akan terlihat oleh orang2 lain di masa lampau karena he is
> physically in the past. Bersama Q, Picard bisa menjadi observer, tanpa
> terlihat oleh orang2 lain di masa lampau itu. So, once again, Q showed
> something by adjusting to human's brain capacity and capability, bukan
> sebaliknya.
>
> Kalau agak2 susah grasping the concept, mungkin stargate sg-1 bisa
> memberikan penjelasan yang lebih detail. Karena pada dasarnya stargate
> juga mengambil ide2 based on star trek TOS yang belum dikembangkan.
> Namun karena kesempatan yang lebih besar dan budget yang jauh lebih
> banyak maka stargate bisa mengembangkan ide cerita ini. Yaitu untuk
> mencapai level seperti Q, harus melalui proses evolusi yang panjang.
> Jadi bukan nya gak ada yang bisa tau Continuum itu seperti apa, tapi
> belum bisa. Namun Q juga punya musuh, yaitu entity dari level of
> existence yang sama dengan mereka. Sama persis, seperti Ancient VS Ori
> di Stargate Universe.
>
> Tanpa melalui evolusi, hanya atas pertolongan Q saja Janeway bisa
> melihat apa yang terjadi di continuum, itupun dengan kacamata manusia.
> Sama persis seperti Daniel Jackson hanya bisa melihat dunia Ancient
> saat dia ascended dan saat dia kembali ke level of existence manusia,
> semua yang dia tau hilang dari ingatan karena kemampuan otak manusia
> yang terbatas.
>
> Trust me, if you want to know about Q, baca novel Q series.
> Atau, nonton stargate SG-1, he he he...
>
> Gue inget waktu nonton episode voyager ini gue sebel sekali, karena
> seakan gak ada lagi cerita baru yang bisa diketengahkan. Semuanya
> sudah pernah dibahas dan dikembangkan di spin off trek yang sebelum2
> nya. Voyager kesan nya telat antri dibelakang... alias mengekor saja.
>
> Salam,
> Indie
>
> --- In [email protected] <indo-startrek%40yahoogroups.com>,
> Eri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > hehehe,
> > coba deh nonton film nya sekali lagi...
> > Q membawa Janeway ke dunia Q dengan menyesuaikan pada kemampuan Janeway
> > (manusia) mengartikan apa yang dilihatnya.
> > Jadilah setting dunia Q-nya seperti itu. padahal sih bukan seperti itu.
> >
> > senjata yang melukai Q juga bukan pistol/senapan biasa tapi senjata
> Q yang
> > bisa mematikan sesama Q.
> > Ga ada yang bisa membayangkan bagaimana dunia Q.
> >
>
> 
>



-- 
tix-oi sak-khet se-veh
("Live Long and Prosper")


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke