Adanya Mazhab, saya letakkan ini dlm kerangka Islam ya.., masalah terbesarnya 
justru dari para pengikut mazhab itu sendiri, sementara pera pendiri mazhab 
utama yg 4 imam besar itu tak ada masalah antara satu dgn yg lain. Kalau dibaca 
secara teliti kitab  imam tsb sebenarnya hanya merupakan pilihan saja, saya 
atau anda berhak memilihnya, mengabungkannya dsb.
  Dan yang paling penting dan perlu digaris bawahi mazhab mereka hanya berbeda 
pada hukum2 yg bersifat furu atau cabang tidak pada hukum2 pokok.
  Dan tidak ada penyimpangan pada hukum2 pokok.
   
  Saya setuju ttg masalah 'gelembung persepsi' itu.
  Menjadi/bisa menjadi masalah bila hal itu dibawa ke sesuatu yg fundamental, 
dimana harus dituntut suatu pengetahuan utk menganalisanya, yg pada akhirnya 
menjadi pembicaraan yg bersifat "asal beda".
  Apakah ini suatu demokrasi? Saya nggak tahu...
  Tapi seorang Socrates pernah mengatakan bahwa demokrasi adalah hal paling 
buruk yg pernah dihasilkan manusia..
   
  Sebenarnya kenapa saya suka dgn milis ini karena temanya adalah star trek yg 
membahas seluruh kemungkinan imajinasi science dan dengan porsi yg sama juga 
membahas mengenai segala sesuatu interaksi hubungan manusia dengan segala 
aspeknya. Makanya saya sedih kalau diskusi ttg keyakinan, filosofi dsb dsb, 
belum apa2 sudah ada yg nggak suka. Untunglah sang moderator, cukup bijaksana 
dalam melihat hal ini.
  Bukankah banyak episode star trek menceritakan ttg agama/keyakinan para alien.
   
  Ketika pertama saya "kembali" mendalami Islam, pertanyaan yg awal diajukan 
sang ustad adalah kenapa anda tidak bangga dgn keIslaman anda? Kenapa anda 
mengganti nama Allah dgn kata2 "Yg diatas"? Apa yg anda lihat di atas kepala 
anda, eternit rumah (bila di dlm rumah) bukan Allah. Apakah anda malu 
menyebut-Nya? Padahal dalam Al Quran Allah minta dipanggil dgn namanya. Orang 
beragama lain saja bangga dgn agamanya.
  Begitulah kata beliau.
   
  Saya tidak tahu dgn anda tapi lingkungan rumah saya mayoritas non muslim, 
lingkungan kerja saya juga begitu. Karena saya bekerja dalam bisnis onderdil 
anda bisa tahu kan siapa yang bermain disana mayoritasnya. Ada yg beragam 
Kristen, Katolik, Budha,Kong hu chu dll. Awalnya ketika memulai saya juga susah 
mendapatkan kepercayaan mereka, mungkin salah satunya trauma mereka terhadp 
Islam dan itu terlihat jelas. Tapi sekarang Alhamdulillah mereka semakin paham 
dng Islam sejalan karena saya juga melakukan respect yg besar dgn keyakinan 
mereka. Mereka bangga dgn agamanya dan saya bangga dgn agama saya. beberapa 
keuntungnya antara lain saya jadi tahu restoran makanan chineese food kesukaan 
saya yg halal dan bila ada undangan kawinan ada meja khusus halal food. Itu 
baru sedikit contoh belum hal lainnya. 
  Itulah rahmatan lil alamin menurut saya.
   
  Mohon maaf kepada moderator dan rekan2 lainnya kalau terlalu Islamsentris...
   
  Wassalam
  Herdi
  
Keanu R <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          terus kenapa ada mazhab, sekte, aliran, agama??
mgkn karena 'beda persepsi' dalam menaggapi suatu nash/konteks,
mgkn karena melihat 'Tuhan' dgn mata/persepsi yg berbeda.

ttg persepsi, saya lbh suka dng 'gelembung persepsi',
kita semua berada dalam gelembung persepsi kita masing2.
kita melihat dunia/realita/nash/konteks dari dalam gelembung tsb.
besar/ragam/karakterisktik gelembung tsb pasti beda,
mungkin krn background history, elmu pengetahuan, dll.
yang akhirnya kenyataan yang sama ditanggapi berbeda o/gelembung yang
berbeda, standar yah :)

yang tersisa hanya-lah pilihan & konsekuensi,
entah pilihan itu memang ada atau dibuat :)

dlm hal ini, saya memilih Islam,
temen2 yang lain dalam milis (yg universal) ini memilih yang lain.
bagi mereka agama mereka yang bener, dan itu pilihan mereka.
bagi muslim tentu yang pilihan nya adalah Islam
tentu semua pilihan dgn konsekuensi nya masing2.
---perasaan makin standar nih ;) ----

Saya juga interest dng ghoib2-an,
kalo' gak ada yang ghoib, maka yang nyata itu gak ada value nya :)
seperti hidup menjadi ber-arti krn ada nya ke-mati-an, 
ada batas nya.

tapi saya memilih u/ tidak terlalu 'memposting' pilihan keyakinan
spiritual saya di milis yang sepertinya member nya dari berbagai latar
belakang.
belum lagi yang alien :)

bagi saya, rahamatan lil alamin itu, akumulasi unsur
persepsi-keyakinan-wisdom 

IMHO-lagi-deng
MN
***contoh2 kasus nya sih setuju2 aja 

-- In [email protected], riz aircooled <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Persepsi..hmm..
> Mungkin kita agak berbeda pendapat ya...
> Bagi saya persepsi/penafsiran seseorang harus ada landasan ilmu yg
menyertainya ketika ia mengatakannya atau mengkritisinya.
> 
> Membaca cerita ttg diskusi yg anda lakukan dgn teman anda, dimana
teman anda mengatakan bahwa hukum manusia gak akan pernah adil dst,dst.
> Kalau teman anda berbicara ttg hukum Shariah Islam saya terpaksa
setuju dgn teman anda.
> Kenapa, simple saja karena tak ada pasal dari hukum Shariah yg
perlu di persepsikan oleh manusia, jadi memang bukan hukum manusia. 
> Contoh: hukum pernikahan, perceraian, perbankan syariah, sholat,
zakat dsb yg umum kita kenal. Yang tidak umum misalnya hukum Hudud
(pidana). 
> Ketika saya masih kuliah di hukum, saya lupa mata kuliahnya,
adalah bahwa seluruh aliran hukum negara di dunia baik Anglo Saxon
maupun Commenwelth mengadopsi kitab2 hukum Islam dalam pasal2nya,
menghilangkan ciri Islamnya (yg kental dgn unsur Illahiahnya) dan
memasukan unsur agama serta tradisi mereka sendiri.
> 
> Untuk kasus2 luar biasa, seperti pernikahan sesama jenis, cloning
dsb memang perlu penafsiran dari aturan yg sudah ada.
> Dalam hukum Shariah ada satu klausul (ayat dlm Al Quran) yg juga
memberikan kebebasan pada manusia untuk membuat aturan diantara mereka
sendiri dalam menjalani kehidupan yg semakin berkembang di luar aturan
yg sdh digariskan.
> Contoh: Peraturan lalu lintas, perjanjian hutang piutang dsb dsb.
> 
> Peraturan manusia atau hukum manusia memang banyak tidak adilnya,
saya beri contoh;
> Anda bekerja pergi pagi pulang malam, penghasilan anda dipotong
pajak 30% atau anda bila mempunyai usaha sendiri NPWP usaha anda kena
pajak perbulan, anda sendiri kena pajak pribadi lagi, belum lagi mobil
anda, motor anda, tempat anda tidur, tanah dan rumah anda ada PBB,
makan, minum, belanja dsb dsb kena pajak.
> Bandingkan kalau kita pakai hukum Shar'i anda diambil zakatnya
dari total seluruh kekayaan anda 2.5%, mobil atau motor yg anda
gunakan sehari2 kalau untuk usaha/bekerja tidak kena pajak.
> Bayangkan Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) sudah menghitung,
andai seluruh rakyat Indonesia mau berzakat saja (tentu saja yg
muslim) maka dalam 1 tahun seluruh hutang ke luar negeri kita lunas.
> 
> Kasus lain misalnya pidana pembunuhan, banyak kita dengar keluarga
para korban menuntut
> pelakunya dihukum mati, tapi kenyataannya hampir 90% tidak,bahkan
mereka bebas dalam kurang dari 10 tahun. Apakah ini adil?...
> Korban pemerkosaan yg menderita trauma yg ditanggung seumur hidup,
pelaku rata2 dihukum antara 1-5 tahun. Adilkah?...
> Sistim yg salah atau oknum pengadilan yg salah? Keduanya salah.
> Seorang guru besar pidana di UI mengatakan bahwa sifat hukum
pidana kita memang menguntungkan terdakwa bukan sang korban, inilah
salah satu dasar ketidakadilan sistim hukum.
> Coba anda baca KUHP selalu bunyi hukumannya pasal pembunuhan
"Dihukum seberat beratnya dengan hukuman mati.." Kalimat seberat2nya
itulah yg jadi masalah bagi hakim utk melakukan ketidakadilan, salah
satu dasar kelemahan pelaku badan peradilan.
> 
> Wassalam
> Herdi
> 
> 
> saya percaya akan hal2 ghoib,
> dan juga percaya ada hal ghoib yang bisa dipelajari terus jadi
teknologi,
> ada hal ghoib yang tetep ghoib, fisika nya bukan fisika manusia, apa
> lagi fisika nya tumbuh2an :)
> 
> hanya saja sepertinya kita berbeda pendapat dalam hal kata 'persepsi',
> menurut saya kita melihat 'persepsi' orang lain dari dalam 'persepsi'
> kita,
> kemarin saya sempet diskusi dng temen tentang ketidak-adilan di dunia
> ini, terus dia bilang hukum manusia gak akan pernah adil,dst,dst,
> yah saya cuma jawab, bahwa hukum yang lain juga itu hukum manusia,
> karena pada dasar nya hasil penafsiran/persepsi manusia tentang suatu
> nash/konteks, dst...dst....
> 
> IMHO-deng
> MN
> 
> --- In [email protected], "rizaircooled"
> <rizaircooled@> wrote:
> >
> > --- In [email protected], "Keanu R" <masnunuk@> wrote:
> > 
> > Saya kira kalau soal indigo karena saya mempelajarinya dan melihat 
> > begitu banyak pasien indigo yg menjadi normal dan selalu sama 
> > masalahnya maka ini mah..bukan persepsi saya lagi tapi yg sebenarnya 
> > terjadi.
> > 
> > Kalau saya hanya berteori dan jadi pengamat saja bisa jadi kenyataan 
> > itu menjadi bagian persepsi saya. Tapi saya mempelajari dan melihat.
> > 
> > Banyak orang tua yang mempunyai anak indigo awalnya mempunyai 
> > pandangan skeptis dengan masalah goib ini, tapi pada akhirnya mereka 
> > percaya bahwa itulah kenyataannya. Kalau persepsi anda masih nggak 
> > yakin, please be open mind like ST, send away team and discover to 
> > address I wrote. 
> > 
> > >
> > > saya (InsyaAlloh) Muslim,
> > > tentu percaya ttg 'Dajjal',
> > > tapi gak pernah mbayangkan ada hubungan nya ama ST :)
> > > 
> > > 
> > > --- In [email protected], riz aircooled <rizaircooled@>
> > > wrote:
> > > >
> > > > 
> > > > Masalah indigo menurut saya bukan masalah evolusi manusia tapi
> > > masalah kejiwaan yg bersifat ghoib. Ke supernatural an timbul karena
> > > tubuh kita dijadikan host oleh mahluk lain yaitu bangsa jin. Orang
> > > bisa berbeda persepsi mengenai masalah ini tapi kenyataan yg ada
> > > memang demikian adanya.
> > > >>>>>>>
> > > >>>>>>>'kenyataan nya memang demikian', itu masih persepsi Anda 
> > Yaa ??
> > > >>>>>>>imho, kenyataan memang selalu di 'label'-i oleh persepsi
> > > 
> > > > Wassalam
> > > > Herdi
> > > >
> > >
> >
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ---------------------------------
> Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
> Check outnew cars at Yahoo! Autos.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>



         

 
---------------------------------
Never miss an email again!
Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail arrives. Check it out.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke