Wew... thread ini udah melebar kemana-mana, gw ngga tau mo balas yg mana ^^ BTW ini memang bikin mules pol :D apakah teori ini seperti parallel worlds di film2 itu? gw ngga seberapa mengerti sih, tapi dengan adanya lapisan2 membrane yang identik bukannya itu seperti konsep paralel worlds?
--- In [email protected], "Erianto Rachman" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Hi guys, > > > > Maaf akan membuat teman2 lebih mules lagi. > > Walaupun mungkin kedengarannya terlalu aneh, tapi gw pingin share aja. Siapa > tau berguna. > > > > ---------------------------------- > > > > Ternyata dikala manusia mengharap bahwa Superstring sebagai Theory of > Everything atau teori pamungkas yang akan menutup fisika selamanya, tidak > lain adalah sebuah Threshold. > > Dengan diajukannya M-Theory, manusia menembus threshold itu dan dibawa ke > sebuah alam teka-teki baru yang jauh lebih bizarre, aneh, dan meruntuhkan > keyakinan kita akan hal yang selama ratusan tahun dianggap fundamental; > yaitu "Space and Time" > > > > Di penghujung tahun 90-an, setelah M-theory mengundang banyak perhatian, > Hawking dan Bekenstein megingatkan akan kontroversi entropi pada blackhole, > yaitu saat mereka mencoba menghitung volume dari blackhole dengan cara > mengitung total entropi pada blackhole, mereka malah menemukan bahwa jumlah > entropi blackhole BUKAN sebanding lurus dengan volume blackhole, melainkan > luas permukaan blackhole. > > > > Atau boleh diumpamakan - untuk lebih mudahnya, "bukannya mendapatkan volume > (m3) malah mendapatkan luas (m2)". > > Mereka bingung, kenapa bisa begini? Tapi saat itu belum ada teori > superstring. Maka mereka menganggap itu sebagai anomali. > > > > Kemudian di tahun 1997, Fisikawan bernama Juan Maldacena merangkum M-theory > dan kejanggalan entropi balck hole. Ia menyimpulkan bahwa keanehan tersebut > adalah wajar karena saat orang mencoba mereka-reka interior dari blackhole, > mereka harus melibatkan gravitasi quantum pada perhitungan mereka. Menurut > M-Theory, in the region of space where gravitational force is compressed and > forming a blackhole or singularity, the gravitational force may collapses > space in our 3 braneworlds. > > > > Atau kalo boleh gw simpulkan sendiri, blackhole / singularity berkemungkinan > membuka sobekan pada space (tear in space) to another braneworlds. > > > > Luas permukaan sobekan inilah yang dihitung oleh Hawking dan Bekenstein. > Dikala mereka mengharap mendapatkan volume, mererka malah mendapatkan luas. > > Atau dengan kata lain, blackhole adalah obyek 2 dimensi, bukan 3 dimensi > > Ada apa di seberang black hole? mungkin another braneworld --> the 4 > braneworld. Kita tunggu saja sampe LIGO memberikan hasilnya. > > > > Namun yang membuat aneh di sini adalah: > > Maldacena mengemukakan, fenomena tsb mengindikasikan bahwa tedapat > korespondensi atau refleksi antar alam semesta kita yang 3 dimensi dengan > semesta pada 2 dimensi pada blackhole. > > > > Agar lebih mudah mengimajinasikannya, bayangkan sebuah sup dalam kaleng. Sup > adalah semesta 3 brane kita. Sedangkan kaleng adalah luasan 2 dimensi = 2 > brane. Nah, reaksi fisika apapun yang terjadi di dalam sup sama adanya > dengan di permukaan kaleng. > > > > Dengan kata lain, alam semesta kita ini merupakan refleksi atau copy-an dari > semesta lain. Alam semesta kita bagaikan hologram, sebuah ilusi. > > Kita tidak tau, namun apabila pada 4-braneworlds terdapat pula blackhole, > maka seluruh alam semesta pada 4-braneworlds mungkin juga merupakan refleksi > / copy-an dari 5-braneworlds. Dan seterusnya begitu hingga 10-braneworlds. > > > > > > ============ > > Kesimpulan: > > Teori fisika membawa manusia menembus threshold yang menyebabkan manusia > saat ini MERAGUKAN konsep spacetime. > > Yaitu: > > Spacetime BUKANLAH sesuatu yang fundamental di alam ini. Spacetime boleh > jadi merupakan bentukan dari sesuatu yang jauh jauh lebih fundamental lagi. > > > > > > > > Salam, > > Eri > > > > > > > > Sumber: > > "The Fabric of the Cosmos" > > By: Brian Greene > > 2004 > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >
