wah ini idealnya. Tapi, ini bakal mencapai titik keseimbangan ..artinya kendaraan tidak jalan.
singkatnya: listrik dari generator untuk menggerakan dinamo dan selajutnya dinamo akan menggerakkan generator. Walaupun memakai ratio gear yg presisi, listrik hasil putaran yg dibuat dinamo-nya sendiri tidak cukup kuat menggerakan rotor generator. sebab ada energi yg terbuang untuk gesekan, panas dll...atau listrik tsb malah dipakai untuk keperluaan lain. Mungkin manusia belum bisa merubah energi 100% ke energi lain dng effisiensi 100% atau lebih. karena, selama manusia masih memanfaatkan hasil perubahan energi tsb (energi angin untuk menggerakkan bobot mobil, air commpressed untuk listrik) yg sdh pasti tdk 100% lagi krn ada residu energi dan ini tidak cukup kuat.....artinya perlu supply dari luar sistemnya sendiri. asal supply energi tsb dari luar bukan sesuatu yg habis (spt fosil)dan limbah racun...inilah tantangan engineeringnya untuk menyelamatkan bumi. /iful --- In [email protected], "ER \(Energy Revolution\)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Compressor --> compressed-air --> Engine (menggerakkan mobil dan supply > tenaga ke compressor) --> compressor --> kembali ke awal. > > > Kalau ini bisa terjadi, maka mesin ini akan jadi yang pertama > mengimpelementasikan "perpetual engine" sejati. > > Yaitu sekali jalan, akan jalan terus selamanya tanpa butuh bahan bakar atau > apa pun. > > > Salam, > > ER > > > > ___________________________
