Once upon a time a few vulcan scientist were orbiting earth for the 

first time.

"Our initial scans on the major cities indicate that their technology 

is post-industrial stage"

one of the scientist zoomed in Indonesia and replied

"Well, it seems some of them are still in stone age though"

{baca jawapos hari ini: praktik dukun cilik distop}

:D


hahaha gw sengaja pilih judul yang trek-taste biar banyak yang
baca..ngga nyangka kan isinya berita terkini.. he he he


Dengan antusiasme seperti itu, seandainya dibuatkan film pasti sukses 

besar, mungkin judulnya salah satu dari ini:

"Ponari and the sorcerer's stone"

"Lord of the stone: fellowship of the stone"

"Lord of the stone III: return of the Ponari"

"Batu terlarang" [from the maker of Pintu Terlarang]

"The Chronicles of Ponari: the stone, the witch and the wardrobe"

"The Chronicles of Ponari II: prince of Jombang"

"Stone man" [from the maker of Iron man]

"Stone Trek XI"

"Stonedust" [from the maker of Stardust]

"Jombang boy" [from the maker of Hellboy]


setelah karcis diundi, penonton yang beruntung akan mendapatkan replika 

batu yang ditandatangani Ponari sendiri.

Mau?


:D


Ini fakta2 yang bikin bingung apa kita harusnya tertawa atau meringis..


1. 4 warga meninggal, sebenarnya mereka "terbebas dari penyakitnya", 

juga menguntungkan dari segi biaya. keluarganya ga perlu repot2 bawa 

kesana-kemari lagi.

2. Ponari sendiri jatuh sakit dari kelelahan - logika vulcan paling 

simple saja mengatakan bahwa kalo batu itu bisa nyembuhin, kenapa 

Ponari tetap sakit..

3. despite the facts, ribuan pasien ngotot untuk tetap tinggal, 

meskipun udah ditutup, bahkan sampai harus diusir polisi dan warga 

sekitar. sebenarnya lagi, kalo mereka ngotot tinggal lebih lama, lama2 

mereka juga akan "sembuh" kok alias "terbebas dari penyakitnya".

4. uang yang terkumpul dari kotak sumbangan sukarela Ponari mencapai 

300 juta lebih - dan itu dari hanya 10 hari praktek saja. Ironisnya, 

jumlah segitu cukup untuk membangun RS dengan fasilitas standar - 

seandainya praktik itu dibuka sebulan. pun seandainya masing2 pasien 

ngumpulin sumbangan sukarela, bukan tidak mungkin akan berdiri RS 

gratis pertama di Jatim [dari kalkulasi sederhana saja]. tapi kalo ada 

jalan yang mistis, kenapa harus milih yang logis?

TANYA KENAPA..

Kirim email ke