gimana ttg teori ttg keberadaan sosok yg disebut 'tuhan'?
atau jangan2 menurut bung Andi, kl science sdh sedemikian
ter-developednya,
maka teori2 yg sekarang beredar akan direvisi?
 
lebih baik utk open minded (seperti Archer) atau berpegang teguh pada
teori lama (ttg tuhan)
walaupun riset terbaru berkata lain? :-)


________________________________

        From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Kuntadi, Andi (NSN -
ID/Jakarta)
        Sent: 21. huhtikuuta 2009 9:22
        To: [email protected]
        Subject: RE: [Indo-StarTrek] "The Last Question" (dh: Jembatan
Es...)
        
        



        
        Aw.. come on...
        String theory is just another theory.
        
        Begitu kemampuan riset dunia mencapai level energi yang lebih
besar,
        akan ada teori lain yang menggantinya...
        
        Bukan kebenaran mutlak lah.
        
        BR,
        Andi.
        
        ________________________________
        
        From: [email protected]
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> 
        [mailto:[email protected]
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> ] On Behalf Of ext ER [Energy
        Revolution]
        Sent: Monday, April 20, 2009 7:42 PM
        To: [email protected]
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> 
        Subject: RE: [Indo-StarTrek] "The Last Question" (dh: Jembatan
Es...)
        
        Menjawab singgungan Ivan mengenai membrane yang mungkin hancur:
        
        IMHO
        
        Membrane ada karena harus ada - yaitu karena string memerlukan
10
        dimensi-ruang untuk eksis.
        
        Jadi, tanpa adanya satu brane -pun keseimbangan akan terganggu
dan
        string
        tidak mungkin eksis.
        
        Tabrakan antar membrane (antar universe) bisa terjadi dan
menghasilkan
        ledakan besar (yg diduga orang sebagai big bang).
        
        Tapi tabarakan itu tidak menghancurkan membrane.
        
        Menghancurkan brane berarti menghancurkan dimensi-ruang -
menghancurkan
        universe.
        
        Bayangkan statement ini: "menghancurkan atau meniadakan dimensi
panjang"
        
        Aneh kan terdengarnya? Bagaimana bisa salah satu dimensi-ruang
(misalnya
        'panjang') ditiadakan?
        
        Tapi kalaupun "akhir" yang sempurna adalah kemusnahan total dari
        membrane,
        maka energy yang dibutuhkan tentunya di luar akal kita.
        
        Hanya Sang Pencipta membrane-lah yang mampu menghancurkannya.
        
        Maaf kalau ada yang mules.
        
        Salam,
        
        ER
        
        ____________________________________________________
        
        Visit our special site for The New STAR TREK Movie:
        
        <http://www.indo-startrek.org/promo/STXI/
<http://www.indo-startrek.org/promo/STXI/> 
        <http://www.indo-startrek.org/promo/STXI/
<http://www.indo-startrek.org/promo/STXI/> > >
        ttp://www.indo-startrek.org/promo/STXI/
<ttp://www.indo-startrek.org/promo/STXI/> 
        <ttp://www.indo-startrek.org/promo/STXI/
<ttp://www.indo-startrek.org/promo/STXI/> > 
        
        Save Paper! Save Trees! Before printing, think about the
Environment.
        
        Support Energy [R]evolution Now!
        
        www.human-earth.blogspot.com
        
        http://www.solargeneration.co.cc/
<http://www.solargeneration.co.cc/>  <http://www.solargeneration.co.cc/
<http://www.solargeneration.co.cc/> > 
        
        _____ 
        
        From: [email protected]
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> 
        <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
        [mailto:[email protected]
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> 
        <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> ]
        On Behalf Of Alidjaja Ivan
        Sent: Monday, April 20, 2009 4:44 PM
        To: [email protected]
<mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> 
        <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> 
        Subject: RE: [Indo-StarTrek] "The Last Question" (dh: Jembatan
Es...)
        
        sebenarnya agnostik memegang kebenaran mutlak yaitu bahwa mereka
yakin
        bahwa tidak ada kebenaran yang mutlak.
        
        Gene adalah seorang agnostik, kalau tidak mau dibilang atheist.
        Pengaruhnya pada ST cukup kuat.
        Di salah satu episode Voyager (Season 2 kalo tidak salah),
Janeway
        pernah ditanya oleh Chakotay ttg
        kepercayaan dia ttg keotentikan cerita Adam dan Hawa - yang
dijawab oleh
        Janeway bahwa dia krg begitu 'yakin'
        ttg cerita agama samawi ini.
        
        Di salah satu episode di ST:Enterprise, Archer pernah ditanya
ttg
        keyakinannya, dan dia berkata bahwa dia 'open minded'. Jadi
        si archer ini agnostik.
        
        Picard jg saya pikir agnostik, tetapi he wants to believe bahwa
ada
        sesuatu yg lebih yg mengatur universe, cm dia 'kecewa' banget
        waktu dia pikir dia menemukan 'tuhan', tetapi ketemunya si Q di
realm yg
        terang benderang itu.
        
        Gw ga tahu sama si Kirk atau yang laennya..
        
        -
        
        Kalo bagi saya, akhir merupakan sebuah awal. Jadi akhir yg
sempurna
        harusnya merupakan awal yg sempurna juga.
        Kalo di teori favorit bung Eri, kl brane yg berangka kecil
kolaps (atau
        disebut-sebut sebagai 'akhir', apakah brane2 yg di angka besar
kolaps
        juga?)
        
        -
        
        ________________________________
        
        From: indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
        yahoogroups.com
        [mailto:indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
        yahoogroups.com] On Behalf Of Kuntadi, Andi (NSN -
        ID/Jakarta)
        Sent: 20. huhtikuuta 2009 16:06
        To: indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
        yahoogroups.com
        Subject: RE: [Indo-StarTrek] "The Last Question" (dh: Jembatan
        Es...)
        
        Sharif wrote:
        .... Apakah ia benar ? Apakah yang masing-masing kita yakini
        sesuai kepercayaan masing-masing sudah benar ? Saya tidak yakin.
        
        Wah, ini pertanyaan filosofis. Sebelum kita bisa menentukan
        apakah
        sesuatu itu benar, tentu ada pertanyaan filosofis lebih
        mendasar:
        "Apakah itu kebenaran?"
        
        Kalau jawabannya "Saya tidak yakin"... larinya ke faham
        agnostik...
        
        Dalam Al Quran atau pun Injil, alam semesta ini akan memiliki
        akhir.
        Akhir yang sempurna, di mana seluruh materi akan hancur. Sebagai
        umat penganut agama Islam atau pun Injil, keyakinan akan hari
        akhir
        menjadi salah satu dasar kepercayaannya. Meyakini bahwa hari
        akhir
        itu ada dan akan terjadi sebagai salah satu kebenaran.
        
        Ujung-ujungnya... apa yang kita anggap dan yakini sebagai
        kebenaran
        memerlukan satu lompatan yang besar... "Leap of FAITH"...
        Ujung-ujungnya.. kita harus memilih, "kebenaran" mana yang ingin
        kita
        yakini.
        
        Agnostis tetap akan mengatakan bahwa tidak ada kebenaran yang
        mutlak...
        Penganut agama akan mengatakan bahwa kebenaran merekalah, yang
        berasal
        dari tuhan mereka, yang mutlak.
        Sebagai muslim, saya yakin akan adanya hari akhir.
        
        BR,
        Andi.
        
        ________________________________
        
        From: indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
        yahoogroups.com
        <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> 
        [mailto:indo-startrek@ <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>
        yahoogroups.com
        <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> ] On Behalf Of ext
Sharif Dayan
        Sent: Monday, April 20, 2009 2:52 PM
        To: [Indo-StarTrek]
        Subject: [Indo-StarTrek] "The Last Question" (dh: Jembatan
        Es...)
        
        Salam Sejahtera...
        
        Pada 16 april 2009, Andai Kuntadi menulis:
        
        > The Last Question...
        >
        > --- ini yang kalimat akhirnya adalah...
        > "Let there be light"...
        > --- betul nggak?
        
        Ya.
        
        enurut ajaran garis Ibrahim/Abraham, penciptaan melalui gari
        lurus
        hingga
        mencapai pemusnahan segala yang ada, sementara itu ajaran
        seperti Hindu
        dan Buddhis tidak seperti itu.
        
        Menurut Asimov, alam ini 'berjalan' sebagaimana yang ia tuliskan
        dalam
        cerita tersebut. Apakah ia benar ? Apakah yang masing-masing
        kita yakini
        sesuai kepercayaan masing-masing sudah benar ? Saya tidak yakin.
        
        Tapi, justru dengan ketidakyakinan itu saya diyakinkan mengenai
        kuasa
        yang
        berada pada puncak piramid, yang melampaui segala kemampuan
        makhluk, yg
        ber IQ 50 sd ber IG ~. Jadi, mengapa bersitegang urat leher
        karena
        berkeyakinan berbeda ?
        
        Sharif Dayan
        
        [Non-text portions of this message have been removed]
        
        [Non-text portions of this message have been removed]
        
        [Non-text portions of this message have been removed]
        
        [Non-text portions of this message have been removed]
        
        

        



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke