Rekan-rekan,

Saya tidak tahu apakah ini ada di internet atau tidak, atau di media 
konvensional. Saya google sih kelihatannya cuma ada komet Lulin yang terlihat 
di Indonesia pada tanggal 24 Februari lalu. Saya juga tidak tahu apakah ini 
benar-benar seperti yang saya lihat.

Ceritanya, hari Sabtu-Minggu kemarin melayat ke pemakaman paman istri saya di 
Sidoarjo. Berhubung beritanya dadakan (yaaah, kalau berita kematian biasanya 
sih dadakan, soalnya nggak ada yang tahu dirinya akan mati) maka Sabtu malam 
jam 10 baru berangkat naik mobil. Sampai sana subuh, langsung acara gini-gitu, 
sore jam 3-an langsung pulang lagi ke Semarang.

Saya capek banget nyetir panjang, tidur cuma 2 jam, plus terik matahari khas 
Jawa Timur membuat saya mengerenyit menahan silaunya matahari selama mengemudi 
(saya berkaca mata, jadi tidak bisa pakai kaca mata hitam dan posisi visor 
mobil tidak selalu tepat untuk menutupi matahari) sampai kepala saya sakit.

Entah karena semua faktor-faktor yang membebani ini membuat saya halusinasi, 
saya juga tidak tahu, tapi saya tanyakan pada orang-orang lain yang ada di 
mobil itu sih mereka lihat hal yang sama dengan saya, yaitu: dalam perjalanan 
dari Lamongan menuju Tuban, sebuah komet melintas di langit yang terang 
benderang (saat itu sekitar jam 5 sore) dengan ekor berwarna jingga terang 
(orange). Komet tersebut melintas perlahan (relatif dari jarak pandang kita di 
Bumi) tepat di depan saya, sehingga saya bisa terus mengamati komet tersebut 
sampai ukurannya betul-betul mengecil selama kurang lebih 15-20 menit, hingga 
saya terpaksa harus belok dan pandangan tidak lagi lurus dengan komet tersebut.

Bagi saya, itu adalah pemandangan paling... apa ya? Eerie adalah istilah paling 
tepat yang saya tidak dapat padanannya di bahasa Indonesia, yang pernah saya 
lihat. Pastinya bukan pesawat terbakar, bukan roket kembang api dan bukan benda 
lain yang mungkin tampak seperti komet. Itu adalah komet atau meteor yang jatuh 
memasuki atmosfer sehingga terbakar.

Aneh betul saya melihat pemandangan tersebut, tetapi sama sekali tidak ada 
beritanya di media konvensional maupun internet. Ada yang tahu tentang ini? 
Minggu, 15 September 2009, sekitar pukul 17.00 WIB, mungkin terlihat di 
mana-mana, tapi kebetulan saya melihatnya di jalur pantura, antara Lamongan - 
Bantul.

Eerie...
Ario



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke