sekali lagi budaya plagiatisme menimpa insan film kita.....
http://www.lunarfilm.co.id/sinetron.php?i=104
PETUALANGAN BERSAMA SUKU BIRU
Penduduk kampung Heru ketakutan dengana adanya suku biru. Saat sedang menebang
pohon di hutan, kaki Heru terkilir karena dikejar suku Biru. Suatu hari Kepala
Kampung di mana HERU tinggal mengadakan rapat. Kepala Kampung mengatakan kalau
suku berwarna biru itu merusak hutan, karena itu suku manusia biru harus di
bujuk untuk meninggalkan hutan. Kepala kampung meminta ada warga yang
mengajukan diri untuk sebagai sukarelawan untuk pergi ke suku manusia biru. Si
sukarelawan harus menjadi bagian Suku Biru agar bisa di bujuk.
Tapi warga tak ada yang mau jadi sukarelawan, karena semua tahu bahwa suku
manusia biru adalah mahkluk yang ganas dan kuat. Tapi mereka hidup mengasingkan
diri tak mau bersentuhan dengan dunia modern. Semua diam sehingga Kepala
Kampung marah. Tak di sangka HERU maju dan mengajukan diri. Bu Feti, Ibu Heru
sangat kaget dan mencoba mencegah. Tapi Heru mengatakan keselamatan Hutan
sangat penting. Apalagi Almarhum Bapak Heru adalah penjaga Hutan. Bapak Heru
hilang di dalam hutan tanpa kabar, 3 tahun yang lalu. Akhirnya dengan berat
hati Bu Feti mengijinkan.
HERU berangkat dengan di bekali berbagai peralatan. HERU berangkat dengan
dieluk-elukan warga desa.
HERU berangkat dan sampai ke hutan yang tak terjamah. Saat itu seekor ular
muncul dan Heru lari ketakutan dan tak sengaja terjerumus jurang. Heru terjatuh
ke sebuah dunia aneh. Dan Heru terjatuh di atas seekor Harimau yang sedang
mengancam RIMA. Heru memandang Rima yang berkulit biru belang-belang dan
bertelinga seperti kuda. Rima berterimakasih karena Heru telah menyelamatkan
nyawanya. Menurut tradisi Suku Biru, orang yang menyelamatkan anggota Suku Biru
wajib di terima di kalangan Suku Biru. RIMA yang juga membenci manusia,
terpaksa membawa Heru ke Sukunya. Ternyata RIMA adalah anak kepala Suku Biru.
Di tengah warga suku biru Heru malah di usir, tapi Kepala Suku memberi
kesempatan Heru untuk tinggal. Heru meminta ijin untuk menjadi anggota suku
Biru. Rima di tunjuk untuk melatih Heru. Awalnya Rima keberatan tapi tak bisa
menolak karena Heru telah menyelamatkan nyawanya. Dan Heru terbelalak kaget
karena ayahnya yang telah lama hilang ternyata ada di
antara warga suku biru. Ayah Heru telah menjadi anggota kehormatan Suku Biru
tapi tidak di perbolehkan keluar dari wilayah Suku Biru.
Rima pertama membawa Heru ke pohon kesembuhan. Ajaib, kaki Heru langsung
menjadi normal dan Heru merasakan tubuhnya menjadi kuat. Heru sangat senang.
Rima kemudian melatih Heru agar bisa menjadi suku Biru. Ternyata latihan itu
sangat berat. Suku biru sangat mengandalkan alam sekitarnya untuk hidup. Heru
harus bisa berburu, tidur bersama kunang-kunang dan bertahan hidup di rimba
belantara yang sangat buas dan aneh. Tapi Heru sangat antusias dengan kaki
barunya dan tubuhnya yang kuat. Heru berjuang dengan keras agar bisa lulus
ujian. Perlahan kekaguman muncul di hati Rima. Heru akhirnya bisa melewati
semua ujian. Tahap terakhir untuk menjadi anggota Suku Biru adalah, Heru harus
menangkap Naga terbang untuk menjadi tunggangannya. Heru dengan nekat naik ke
puncak Gunung dan menangkap seekor Naga Terbang. Heru lulus. Di hadapan warga
Suku Biru, Heru di persilahkan untuk memilih saudara sedarah. Heru memilih Rima.
Rima kemudian membawa Heru ke tempat-tempat yang di keramatkan Suku Biru. Heru
sangat takjub melihat keanehan dan keindahan tempat-tempat itu. Tak lama
kemudian Heru meminta ijin untuk pulang karena ingin memberi tahu Ibunya bahwa
ayah masih hidup. Kepala Suku mengijinkan. Heru pulang ke kampungnya. Tapi
begitu keluar wilayah Suku Biru kaki Heru kembali menjadi cacat. Saat pulang
Heru menemui Ibunya. Ibu Feti sangat gembira mengetahui kalau suaminya masih
hidup. Heru kemudian pergi menemui kepala Kampung.
Ternyata Pak Jarot, Si kepala kampung sedang bertemu Pak JAROT, seorang
pengusaha kaya. Rupanya Pak Jarot dan Pak Jarot bersekongkol untuk mengusir
Suku Biru karena di pohon besar tempat tinggal Suku Biru di bawahnya mengandung
kandungan emas yang sangat banyak. Heru yang tak sengaja mendengar sangat
kaget, karena ia di manfaatkan untuk kepentingan jahat Pak Jarot dan Pak Jarot.
Pak Jarot sendiri berniat langsung mengusir Suku Biru dari Hutan.
HERU pergi tapi menginjak kaleng sehingga ketahuan. Heru di kejar oleh Pak
Jarot dan anak buahnya. Heru tertatih-tatih berusaha kabur dan hampir
tertangkap. Tapi untung saja Bu Feti menyelamatkannya. Bu Feti dan Heru
langsung pergi ke Hutan untuk memberitahukan rencana jahat Pak Jarot ke warga
Suku Biru. Begitu mendengar berita itu, warga suku biru justru menuduh Heru
sebagai mata-mata. Rima juga marah pada Heru dan memutuskan hubungan saudara
sedarah dengan Heru. Sementara Pak Jarot dan Pak Jarot menyerang Suku Biru
dengan senjata berat dan bom. Pohon keramat tempat tinggal Suku Biru hancur dan
tumbang. Bapak Heru terluka.
Sementara Heru kebingungan karena Suku Biru memusuhinya, sementara Heru ingin
menyelamatkan mereka. Akhirnya Heru teringat, bahwa dalam seratus tahun terkhir
tak ada seorangpun yang bisa menjinakkan naga terbang Merah. Heru dengan nekat
pergi ke Gua sarang Naga Terbang merah di puncak Gunung melayang. Dengan
kecerdikannya Heru berhasil menundukkan Naga Terbang merah.
Heru kemudia terbang menunggangi Naga terbang Merah ke tempat pengungsian Suku
Biru. Suku Biru terbelalak kaget melihat Heru yang datang menunggangi Naga
Terbang Merah. Menurut legenda Suku Biru orang yang bisa menjinakan Naga Merah
adalah penyelamat. Heru langsung mengatakan bahwa mereka semua harus bersatu
karena Pak Jarot mengerahkan anak buahnya untuk mengusir Suku Biru untuk
mengusai tanah yang mengandung kandungan emas.
Heru lalu memimpin Suku Biru melawan anak buah Pak Jarot dan Pak Jarot. Pak
Jarot berusaha menghancurkan tempat keramat Suku Biru. Heru lalu dengan
kecerdikannya bekerja sama dengan Rima. Pak Jarot dan Pak Jarot sangat geram
dan mengeroyok Heru. Pak Jarot memanah kaki Heru sehingga Heru menjadi kembali
pincang. Heru terpojok sementara Rima terjebak oleh senjata Pak Jarot. Heru di
serang dalam keadaan terdesak.
Tapi saat itu Bu Feti muncul dan menyelamatkan Heru. Tapi Bu Feti terjerumus
masuk jurang. Akhirnya Heru bisa mengalahkan Pak Jarot dan Pak Jarot. Heru lalu
mengajak Suku Biru untuk membangun kembali rumah mereka. Heru lalu memutuskan
untuk menjadi anggota sepenuhnya suku Biru.
Pemain
Lidya Agatha, Agus Leo, M Joul, Denny Martien, M Sidik, Yofana, Gholzar harizt