Teman saya pake xl juga pernah hampir ketipu, untung istrinya datang ke kantor 
ngecek langsung krn tlp suaminya yg katanya kena jaringan narkoba n lagi 
kecelakaan di rscm,  minta ditransfer tidak diangkat2. Padahal orangnya baik2 n 
dia juga matiin hpnya. Akhirnya happy ending, kita harus hati2.
Sent from subspace channel of United Federation of Planet

-----Original Message-----
From: Hilmy Hasanuddin <[email protected]>
Date: Mon, 22 Feb 2010 09:29:17 
To: <[email protected]>; <[email protected]>
Subject: [Indo-StarTrek] OOT - modus penipuan kecelakaan

Yth Moderator, ini pengalaman korban penipuan yang sudah ada,
mohon izin penyebaran di sini agar anggota milis dapat menyikapi
dengan bijak apabila terjadi di keluarga kita.

Salam

-- 
*Hilmy Hasanuddin*

[begin file]

http://duniatiga.21.forumer.com/viewtopic.php?t=112


Posted: Thu Feb 26, 2009 6:47 am Post subject: Penipuan KUHP Pasal 378




POST by : MOMOD

Joined: 26 Dec 2008
Posts: 124
Location: Osaka



HATI2! PENIPUAN CANGGIH LEWAT TELPON! (my true story)

Dear Friends....

Penipuan ini terjadi kira-kira 5 hari yang lalu.



Nama dan identitas kami rahasiakan untuk menjaga aja kalo email ini menyebar
kamana-mana.

Saya merasa berkewajiban berbagi cerita agar tidak ada korban penipuan
dengan modus seperti ini. Saya juga minta
komentar dan pendapat dari temen-temen tentang hal ini, coz saya juga
penasaran kenapa penipunya bisa canggih banget ya.....???

5 Hari yang lalu sekitar jam 11 siang saya ditelpon dari nr
telp 081513531213 yang mengaku dari Polda Metro Jaya.

"Halo apa benar ini dengan nomor 0815 xxx xxxx ?"

Kemudian saya jawab, "Benar, ini dari mana ya..??

"Ini dari Polda Metro Jaya, begini bu... no telpon ibu ini sudah digunakan
untuk Sindikat Narkoba,

tapi dalam hal ini ibu tidak terlibat, kami hanya minta kerjasamanya untuk
mematikan handphone ibu,

karena kami akan mengadakan penyidikan dan pelacakan jadi kami perlu
kerjasamanya untuk

mematikan HP, kira-kira sampai dengan jam 1 ibu bisa menyalakan hp ibu
lagi."

Saat itu saya bingung tapi juga curiga,

"Lho kok bisa no.hp saya digunakan untuk sindikat narkoba, gimana
caranya..??? "

(kemudian terdengar suara-sura dijalanan yang berisik...)

"Iya bu bisa, untuk itu kami mohon kerjasamanya untuk mematikan
hp..!!!!"

Dengan nada menyidik saya tanya lagi,
"Ini saya bicara dengan siapa ya?"

"Saya Inspektur Satu Sumantri dari Bagian Narkoba Polda Metro Jaya"

Kemudian saya catat identitas si penelepon.
"Mohon segera matikan hp ibu karena kami akan mengadakan penyidikan..
!!"

(terdengar suara-suara kendaraan dan tut....tut... tut...telpon mati)

Saat itu saya masih bingung tapi tidak langsung percaya,
dan saya TIDAK
mematikan hp, 1 menit kemudian saya ditelpon lagi dg no
telp yang sama 081513531213, tapi tidak saya angkat.dan hp saya berdering
terus tidak berhenti dari no.telp yang sama.

Pada saat itu juga saya langsung telpon Polsek Setiabudi.
saya cerita tentang telpon yang mengaku dari Polda, yang menjawab telpon
bilang kalau dari Polda tidak ada seperti itu, tapi kalau memang tidak perlu
hp ya
matikan saja... kan gak ada salahnya, trus saya jawab juga kalau untuk
penipuan
bagaimana? dan pada saat itu hp saya bunyi terus dari nomer yang sama, dan
tidak saya angkat.

Kemudian saya menelpon suami saya yang kebetulan sedang
berada diluar kota. Saya cerita tentang telpon itu dan make sure kalo dia
baik-baik aja dan hati-hati. Hp saya masih saja bunyi dari nomer yang sama
tapi saya tutup aja....
Kemudian saya juga menghubungi security ditempat tinggal
saya. Yang saya tahu security ditempat tinggal saya dibawah pengawasan
langsung dari Polda Metro Jaya, jadi pasti punya akses langsung ke
Polda.

Setelah saya lapor, langsung pihak security menelpon ke
Polda Metro Jaya Bagian Narkoba, dan ternyata tidak ada yang namanya
Inspektur 1 Sumantri di bag. Narkoba, dan tidak ada kegiatan penyidikan yang

mengharuskan mematikan hp.

Jadi dalam hal ini saya benar-benar dibohongi... .dan saya
masih curiga juga... ini pasti penipuan.. tapi siapa yang ditipu..???

Dan Hp saya masih terus bunyi dari nomer yang sama, memang orang itu gak
kenal menyerah.... .

Saya langsung menelpon saudara-saudara dan sahabat-sahabat saya di Jakarta .

Kemudian ada telpon masuk lagi tapi kali ini dari mertua saya yang di luar
kota , dan langsung saya angkat
"Halo kamu baik-baik aja kan ..??"
"Iya ma...emang kenapa...??? "

"Lho tadi papamu telpon katanya kamu kecelakaan.. . "

MasyaAllah.. ...Ternyata penipu itu menipu orang tua saya yang ada di luar
kota ....!!!!

Langsung saya telpon orangtua, kemudian beliau cerita tadi ditelpon dari
kantor polisi di Jakarta .

Orang yang mengaku polisi itu bilang
kalau saya kecelakaan dengan mobil tanki pertamina, dan saya sekarang luka
parah
di RSCM.
Ayah saya menelpon RSCM dan berbicara dengan orang yang mengaku dr. Listyo,
dia mengaku telah merawat saya dan menerangkan secara medis luka serius yang

saya alami dan keubtuhan pengobatan yang tidak tersedia di Jakarta..

Obat-obat dan pen untuk patah kaki saya hanya ada di apotik
Singapore dengan biaya skitar Rp. 21 juta. Ayah saya diminta mentransfer
uang sebesar Rp. 21 juta karena urusan transfer-mentransfe r uang, ayah saya

masih belum terlalu percaya, beliau mencoba menghubungi HP. saya dgn nomer
0815
xxx xxxx (prabayar), kemudian ada yang mengangkat dan mengaku bernama Agus.
si
Agus ini bilang kalo dia adalah teman suami saya dan sekarang menjaga rumah
karena rumah tidak ada orang, dia juga bercerita kalau tadi banyak polisi
datang
ke rumah mengabari kecelakaan mobil yang saya alami dan sekarang suami saya
sedang ke RSCM.

Dari situ ayah saya mulai panik, sudah percaya dan hampir
menyiapkan uang sebesar Rp.21.-juta yg diminta Kemudian

ayah saya menelpon mertua saya yang tinggal satu kota ,

mengabari kecelakaan itu, mertua saya juga ikut panik.

Alhamdulillah. .....mertua saya ingat kalau suami saya
sedang tugas di luar kota , jadi kok bisa ada di rumah sakit...????

Orang tua saya juga menggunakan telpon yang lain untuk
menelpon, karena telpon yang satunya terus-menerus berdering

dari rumah sakit yang meminta ayah saya segera mentransfer uang untuk
pengobatan.

Orang tua dan mertua saya mencoba menelpon saudara-saudara
saya di Jakarta
untuk mengecek kebenaran telpon tadi. Tapi anehnya
saudara-saudara saya
tidak bisa menghubungi hp saya, padahal saya tidak
mematikan hp.

Kemudian terakhir kalinya yang mengaku dokter tadi
menelpon, diterima oleh
adik saya, begitu orang tersebut meminta untuk mentransfer
uang, oleh adik
saya dijawab, "Kakak saya sudah dicover oleh Asuransi,
jadi nanti masalah
biaya-biaya, Asuransi yang urus semuanya"... telpon
langsung terputus dan orang
tersebut tidak meneror orang tua saya lagi.

Puji Syukur kehadirat Allah, kami sekeluarga terhindar dari penipuan itu.
Ini semua cobaan dan untuk pelajaran kita semua...



Sekarang yang membuat saya penasaran dengan modus penipuan ini:

1. Bagaimana orang tersebut bisa memblok dan menyadap nr
telpon orang tua saya dan no HP saya, jadi kamanapun ayah

saya telpon masuknya ke penipu-penipu itu juga yang angkat telpon.


2. Darimana penipu itu bisa tau data saya dan orang tua saya, juga
posisi saya yang berlainan kota dengan orang tua? Mungkin gak sih
data-data kita di Bank bisa bocor...??? Atau mungkin gak dari HP

yang pernah saya service, coz sudah sebulan ini saya service HP di

Nokia Service Centre Mampang, dan sampe sekarang hp saya rawat inap terus
gak sembuh-sembuh.


3. Bagaimana dengan pengkloningan no telp? Benar gak sih nr telp Pra Bayar
bisa dikloning & didouble line...??? Bagaimana dengan pasca bayar?


4. Saya juga sudah lapor ke Satelindo dan katanya sedang diinvestigasi
karena banyak pengaduan tentang hal ini, dan ternyata

nomor 081513531213 sudah ada note: nr. ini digunakan untuk penipuan.

So...kalo temen-temen ada yang tahu tentang teknologi
canggih yang digunakan
untuk penipuan ini, terutama teman-teman dari TELKOM &
INDOSAT, TELKOMSEL, XL, tolong....
dong bagi-bagi ilmunya ke kita kenapa bisa terjadi seperti
itu dan gimana
caranya untuk antisipasi supaya next time penipuan seperti
ini tidak terjadi lagi.

Karena saya pernah dengar di radio penipuan seperti ini
sudah ada yang kena dan mentransfer uang jutaan
rupiah...... Waspadalah. ...waspadalah. ....!!!!




[end of file]


[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke