Ok, mungkin sekarang giliran gw yang pingin jawab pertanyaan gw sendiri.

 

Gw ga percaya dengan ET.

 

Kalaupun ada. Mereka itu pastinya sangat suka pamer dan sombong sekali.

Bisanya Cuma pamer kapal terbang di angkasa. Show off doang.

 

Kalau mereka niat menunjukkan keberadaan, harusnya bisa lebih beradab
caranya. Mendarat kek baek di depan rumah atau lapangan. Ngomong baek2 sama
manusia. Kalo perlu lapor RT/RW (tamu wajib lapor 2x24 jam)

 

'halo makhluk bumi, kami datang dari jauh. mohon diterima dengan baik. capek
nih.. bisa minta minum ga?"

Gini aja mereka ga bisa. Bener2 sombong.

 

Kalo gw punya kuasa, perintah pertama gw adalah mengerahkan angkatan perang
untuk menembak jatuh benda terbang aneh yang bisanya Cuma mondar mandir di
angkasa kaya setrikaan.

Hah!!! Kalo emang ada UFO yg datang dari jauh. kok Cuma bisa bikin kapal
yang geraknya Cuma bisa mondar mandir kaya alat manusia yang bernama
"setrikaan"????

 

Setelah jatuh, tangkap alien nya dan masukkan ke asrama atau RS Jiwa untuk
disembuhkan dari sifat pamernya dan diajarkan tata krama serta sopan santun.
Supaya bisa jadi alien yang beradab.

Ajarin tuh caranya mlaku dodok alias berjalan membungkuk kalo didepan orang
yg lebih tua. Diajarin salaman dengan baik. 

 

Hahahah. 

So, sebagai pencinta film Star Trek, alien-ET is definitely NOT the reason I
like Star Trek.

Sampai gw liat mereka datang di depan gw, baru gw akan percaya.

Tapi ya. kalo mau dateng ke rumah gw, harap ketuk pintu dengan sopan... baru
mau gw bukain pintunya.. yah minimal telpon dulu lah bikin janji.

Katanya udah canggih. kok nelpon aja ga bisa????????

 

 

Salam,

ER

 

 

 

 

 

-------------------------------------------------------------

Support Energy [R]evolution Now!

www.human-earth.blogspot.com

  _____  

From: [email protected] [mailto:[email protected]]
On Behalf Of Dwi Santoso
Sent: Monday, 29 March 2010 12:54 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [Indo-StarTrek] Do you believe in ET?

 

  

"Believing that something exists does not imply that the thing exists.
Believing that something does not exists does not imply that the thing
never exists."

Plin plan dong...hehehe. Kutipan tadi serupa dengan "Yang benar belum tentu
banyak dan yang banyak belum tentu benar"

Jadi, jangan cuma meyakini tetapi juga memikirkan sehingga sejalan dengan
kutipan berikut "Cogito ergo sum" (Berpikir maka ada)

Cheers,

Dwi Santoso
----------------------------------------------
YM = anto_ti96
FB = dwisant...@gmail. <mailto:dwisantoso%40gmail.com> com
----------------------------------------------

[Non-text portions of this message have been removed]





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke