So, in other words "there is no absolute border...we are keep expanding" as like as this universe, it keeps expand.
Cheers, Dwi Santoso ---------------------------------------------- YM = anto_ti96 FB = [email protected] ---------------------------------------------- 2010/5/3 ER <[email protected]> > > > Just a though to share. > > Kita sering mendengar bahwa jika sesuatu dipaksa bekerja atau dipaksa > berada > dalam kondisi kritisnya terus menerus, maka sesuatu itu akan terbiasa dalam > kondisi kritis tersebut dan ini berarti ia siap menembus threshold-nya ia > akan evolve ke suatu kondisi stabil di atas batas kritisnya. > contohnya banyak. dari mulai benda mati sampai makhluk hidup. > > Lalu bagaimana degan evolusi manusia setelah ini? > apa kondisi kritis pada manusia yang membuat manusia berevolusi? > > Ada satu teori. > Yaitu jika manusia dipaksa berpikir jauh lebih besar dan lebih luas > daripada > dirinya sendiri. > jika manusia harus memikirkan tidak hanya dirinya sendiri melainkan orang > lain, makhluk hidup lain, alam sekitar, alam di luar bumi, alam semesta, > dan > Tuhan. > Hingga ia-pun rela mengorbankan dirinya sendiri demi sesama manusia, alam > dan Tuhannya. > Tempaan yang semacam ini akan membawa kesadarannya melampaui > wadah-kesadaran > yang membatasinya selama ini. > Jiwanya tumbuh jauh lebih besar dari jasadnya. > Manusia tersebut berevolusi. mental dan fisik. > > So this is next human evolution. > The threshold of human is human itself. > The human's final frontier is the human it self. > > This is "ascension" > > Something to think about. > > Salam, > ER > [Non-text portions of this message have been removed]
