Justru semangat star trek itu adalah semangat untuk berbeda pendapat sehingga memperkaya pemahaman dan wawasan , yg tentunya untuk mencapai suatu tingkat 'pencerahan' yg lebih tinggi.
Perburuan yg dilakukan di desa saya, semata-mata untuk diambil dagingnya dan di makan, jadi bukan utk sport atau utk 'leisure' semata-mata. Soal apakah org2 tersebut akan mati kalau tidak berburu babi atau tidak, tentu saja tidak jawabannya tidak, karena ada makanan lainnya, contohnya ayam, kambing, sapi, dsb. Bagi saya, selama perburuan itu tdk mengganggu keseimbangan alam dan bukan utk semata-mata2 utk 'fun' (di mana si bagong itu dibiarkan di hutan dan tidak dimasak) maka hal itu sah2 saja. Jika mengambil analogi babi hutan dan anjing ini, sebagai subjek dan objek, maka saya teringat bahwa di kehidupan manusia pun, sering kita lihat objek yg 'tidak bisa apa2 dan hanya bisa menurut dan menderita', sedangkan subjek yg mendapat keuntungan. Contohnya hubungan majikan-buruh...:-) Kebiadaban di mana-mana :-).... ________________________________ From: Ario at Yahoo dot Com <[email protected]> To: [email protected] Sent: Fri, 25 June, 2010 10:28:30 AM Subject: Re: [Indo-StarTrek] OT: ADUAN SAMPAI MATI (dh: Stephen Hawking...) Saya hargai pendapat Ivan, dan saya setuju kita perlu hati-hati dan perlu pemikiran mendalam. Tetapi pendapat saya, biadab atau tidaknya suatu tindakan bisa disederhanakan dengan melihat ujungnya (tujuannya) saja. Seperti Ivan bilang, "untuk kepentingan industri dan keseimbangan alam terganggu..." Setuju atau tidak setuju boleh saja melibatkan pertimbangan keseimbangan alam, tetapi menurut pendapat saya, menentukan kebiadaban suatu kegiatan tidak perlu pertimbangan keseimbangan alam. Tradisi perburuan yang Ivan ceritakan menurut saya sudah bisa dikategorikan biadab. Kenapa? Kalau bagi saya, balik ke tujuannya. Pada zaman dahulu, orang berburu untuk makan. Tujuannya adalah survival. Zaman sekarang mungkin masih ada hal tersebut di pedalaman. Berburu untuk makan. Tapi kalau berburu hanya untuk menjaga tradisi, untuk apa? Membunuh binatang tak bersalah (babi hutan), dan mengorbankan binatang yang sama tak bersalahnya (anjing pemburu), padahal kalau tidak dilakukan pun tidak ada ruginya. Beda tujuannya dengan berburu untuk makan. Kalau tidak dilakukan maka kita mati. Tidak ada bedanya menurut saya berburu pakai tombak dan parang atau pakai peluru. Selama tujuannya bukan untuk survival, maka itu adalah kegiatan biadab. Terlebih lagi dengan adu bagong yang dibicarakan ini. Benar-benar sudah jauh dari tujuan aslinya dan sama sekali tidak bisa dibenarkan. Walaupun misalkan tidak menghabiskan populasi babi hutan dan anjing (tidak mengganggu keseimbangan alam) atau hanya dilakukan setahun sekali, atau bahkan 5 tahun sekali, menurut saya ini sangat bisa dikategorikan sebagai tindakan biadab. Bagaimana tidak? Subjek (manusia) dengan sengaja menempatkan objek (babi dan anjing) untuk berkelahi tanpa tujuan apa pun selain untuk jadi tontonan manusia dan pastinya UANG. Objek tidak bisa apa-apa, hanya bisa menurut (dan mengikuti nalurinya). Tapi mereka yang menderita dan subjek yang dapat keuntungan. Ini sangat biadab. Tidak ada alasan "menjaga tradisi" yang bisa membenarkan hal ini berlanjut. Balik-balik lagi, ini IMHO. Tidak sependapat pun boleh :P Ario ________________________________ From: Ivan Alidjaja <[email protected]> To: [email protected] Sent: Fri, June 25, 2010 9:26:45 AM Subject: Re: [Indo-StarTrek] OT: ADUAN SAMPAI MATI (dh: Stephen Hawking...) Bagi saya, tradisi 'adu' orang yg biadab itu kalau salah satunya sampai mati. Tetapi di beberapa belahan dunia 'adu' orang itu adalah seperti tanda persaingan sekaligus persahabatan dan merupakan budaya mereka. Mgk sama hal-nya dgn kita yg main 'Ken' vs 'Ryu' atau 'Chun Li' vs 'Honda'...cuma bedanya, mereka2 itu gak punya video game. Menyebut sebuah budaya dengan kata 'biadab' sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan perlu pemikiran yg mendalam. Di dekat rumah saya, ada 'tradisi' berburu (maklum rumah saya di desa) babi hutan dengan mempergunakan parang, 'tombak' (baca: tongkat) dan tentunya anjing2 (bisa lebih dari 5 anjing). Caranya adalah anjing2 itu menjadi penuntun para pemburu ini untuk mencari babi hutan ini. Ketika babi hutan ini di tenggarai ada di satu tempat, para pemburu akan melepaskan anjing2 ini dari tali pengikat leher mereka. Anjing2 ini akan mengejar babi hutan ini dan tentunya para pemburu ini mengikuti di belakang anjing2 ini. Yg terjadi adalah, terjadi perang tanding antara anjing dan babi hutan ini, yg terkadang anjingnya luka/mati atau babinya yg mati. Tentunya, pemburu2 ini membantu anjing2 mereka dengan berusaha melumpuhkan babi hutan ini dengan parang dan tombak mereka. Patut diingat bahwa babi hutan ini termasuk kuat dan bahkan beberapa anjing ketakutan. - Bagi org yg hidup di abad ke 21, mgk perburuan di atas dianggap biadab dan menganggap berburu menggunakan 'pestol dan pelor' lebih beradab karena mengurangi penyiksaan yg terjadi pada si babi hutan. Tetap apakah benar budaya berburu babi hutan dengan anjing itu disebut krg beradab? - Oleh karena itu, Mungkin sekali tradisi adu bagong ini diambil idenya dari perburuan yg saya ceritakan di atas. Mungkin sekali sang penemu 'adu bagong' ini mencoba me-recreate ketegangan perkelahian antara babi hutan dan anjing. Mungkin juga si penemu 'adu bagong' ini berpikir, perkelahian antara babi dan anjing ini akan terselenggara dengan atau tanpa inisiatif sang 'penemu' ini karena kebiasaan masyarakat sekitar yg suka berburu babi hutan dengan anjing. ....yeah maybe.. - Yg jadi concern saya adalah jika penangkapan babi hutan ini menjadi semakin ekstensif guna mengakomodir pertandingan ini - sehingga populasi babi hutan menjadi berkurang dan mengganggu keseimbangan alam. Demikian juga dengan populasi si doggy ini, tetapi saya lebih concern dengan si babi hutan karena hutan semakin terkikis dan berkurang sehingga populasi babi hutan berkurang juga. Seharusnya manusia sebagai makhluk yg mengaku-aku 'dicerahkan', menjaga keseimbangan alam dengan sebaik-baiknya. Saya hampir yakin, ketika budaya adu2an ini di 'ciptakan' pertama kali, manusia2 ini hampir tdk mengganggu keseimbangan alam. Jadi kalau adu bagong yg diceritakan bung Sharif adalah utk kepentingan industri dan mengakibatkan banyaknya babi dan anjing mati dan keseimbangan alam terganggu, maka saya menentang itu.. Tetapi jika adu bagong itu hanya dilakukan setahun sekali dan murni sebagai bentuk 'perayaan' dan 'pengingat' atas betapa berjuangnya para pemburu2 dan anjing2nya dalam menghadapi babi hutan....menurut saya, hal tersebut masih dapat dimengerti bahwa itu merupakan bagian dari budaya daerah tersebut (walaupun bagi saya, tetap saja saya blm terbiasa dan krg setuju untuk melihat dua binatang diadu sampai mati dalam sebuah pertarungan yg dikondisikan). - Mengenai budaya 'zaman baheula', saya berpikir bahwa budaya zaman dahulu justru lebih bersahabat dengan alam dibandingkan budaya kita di abad ke 21 ini. - Salam Ivan ----- Original Message ---- From: Dh4n4 <[email protected]> To: [email protected] Sent: Fri, 25 June, 2010 6:50:17 AM Subject: Re: [Indo-StarTrek] OT: ADUAN SAMPAI MATI (dh: Stephen Hawking...) Di kompas, kalau tidak salah justru jaman majapahit memperhatikan masalah lingkungan alam dan memberikan hukuman berat bagi perusaknya. Kenapa jaman sekarang malah sebaliknya ya ? Yang merusak alam kok bisa ongkang2 hidup tenang menyatakan tidak bersalah ... Sent from my BlackBerry®powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: Protoss <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 24 Jun 2010 21:26:59 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [Indo-StarTrek] OT: ADUAN SAMPAI MATI (dh: Stephen Hawking...) saya males liat link nya, cuma mengamati perbincangan kawan2 disini, rasanya sudah cukup mewakili. sebagai pecinta doggies, tentu saya ikut menentang. BTW, bukannya adu ayam juga sudah mentradisi? dan sepengetahuan saya, tidak ada UU utk menentang ini kecuali utk unsur judinya. ngomong2 tentang tradisi yg "biadab" saya kira masih buanyak sekali, terutama yg berkaitan dengan mistis. sebut saja adu "orang" yg pake cambuk dari daun apa gitu, dan "tradisi" rebutan sembako sampai memakan korban jiwa On 6/24/10, Dodi <[email protected]> wrote: > wkakak..baru nyadar ya, memang kita ini kan hidup dijaman modern > katanya...tapi budaya majapahit masih melekat kuat, masih banyak kok > dinosaurus2 yang pegang peran dalam mengambil keputusan , mangkanya > produknya jadi naif dan rada2 lebay...wekekeke....tunggu dah 10 > dasawarsa lagi sesudah generasi dinosurusnya pada punah .... > > On 06/24/2010 04:56 PM, ER wrote: >> >> Hehe si Arland ngamuk nih. >> Emang dodol. Budaya buruk begitu kok dilestarikan. >> Pastinya juga pada saat acara berlangsung "Judi" pun dihalalkan. >> >> Ternyata suku primitif di Indonesia bukan cuma suku asmat yg Ada di >> irian jaya. >> Di sini juga ada toh. >> >> ER >> >> Sent from one of the fruit phones heheh >> >> On 24/06/2010, at 4:32 PM, [email protected] >> <mailto:arlandi1974%40yahoo.com> wrote: >> >> > >> > Menjijikkan... >> > Melestarikan sesuatu yg sudah jelas2 salah karena alasan "budaya" >> > dan "tradisi". >> > >> > Apalagi sampai pemimpin rakyat turut serta dg alasan "pariwisata". >> > >> > Kenapa gak sekalian melestarikan perbudakan dan budaya kanibalisme >> > juga? Toh itu semua budaya! >> > Atau Raja punya hak terhadap Istri di malam pertama pernikahan. Atau >> > perempuan gak perlu sekolah tinggi2 asal tahu masak udah cukup. >> > Itu juga budaya. >> > >> > B udaya >> > E dan >> > G enerasi >> > O rang dulu >> > (Kalau ada yg mau pakai itu singkatan, silahkan!!!) >> > >> > Pelestarian budaya juga harus dipilih2... Jangan karena semua itu >> > kebiasaan generasi terdahulu lalu dg membabi buta diikuti tanpa >> > memikirkan baik buruknya dg ilmu yg kita miliki. >> > >> > Biarpun gue pemakan sayuran dan daging, gue gak bisa terima >> > pembunuhan binatang karena alasan seperti yg dilakukan kegiatan di >> > atas. >> > >> > >> > >> > Was not sent from iPhone, Windows Mobile, Symbian, Moblin nor >> > Android device. >> > >> > -----Original Message----- >> > From: Sharif Dayan <[email protected] >> <mailto:centurion.acilius%40yahoo.com>> >> > Sender: [email protected] >> <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> >> > Date: Thu, 24 Jun 2010 13:48:11 >> > To: \[Indo-StarTrek\]<[email protected] >> <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>> >> > Reply-To: [email protected] >> <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com> >> > Subject: [Indo-StarTrek] OT: ADUAN SAMPAI MATI (dh: Stephen >> > Hawking...) >> > >> > Salam Sejahtera... >> > >> > --- On Fri, 5/7/10, Ivan Alidjaja <[email protected] >> <mailto:alidjajaivan%40yahoo.com.au>> wrote: >> > >> > > Mr Vulcan baru nongol lagi setelah ratusan tahun hilang di >> > > delta quadrant.. Bagaimana kabarnya bung? >> > >> > >> > Mohon dimaklumi bahwa selama ini saya mengurangi kegiatan >> > bertukarsapa di sini, karena saya sekarang berada di 'garis depan', >> > sebagaimana garis tangan Spock. >> > >> > Sejak saya berhenti makan daging (darat, laut dan udara), >> > sebagaimana juga menjadi cara hidup Vulcan, saya terpanggil untuk >> > ikut serta dalam gerakan yang membela kehidupan satwa, yang >> > menderita karena kejahatan manusia selama ini. Panjang ceritanya... >> > >> > Saya menuliskan surat ini, karena emmbutuhkan dukungan Anda semua >> > berkaitan dengan suatu kegiatan yang disebutkan -sebagaimana >> > tertulis pada poster mereka- "Seni Ketangkasan". 'Seni' yang >> > dimaksud itu adalah mengadu sampai mati antara anjing dan babi >> > hutan, yang akan dilaksanakan pada Sabtu (dan Minggu (26-27) Juni >> > 2010, di Sukabumi. >> > >> > Bersama dengan teman2 di 'garis depan', kami mengorganisasikan >> > perlawanan terhadap hal yang kami anggap biadab itu, melalui >> > Facebook serta langsung melalui nomor-nomor ponsel penyelenggara. >> > Kami juga sudah mengisi buku tamu pada situs Polri, serta meminta >> > dukungan PETA dan membuka halaman petisi yang saat ini sudah berisi >> > sekitar 700 orang penentang dari berbagai >> > negara. >> > >> > Saya, dengan segala kerendahhatian yang saya miliki, meminta Anda >> > semua untuk sejenak membaca halaman2 berikut dan kemudian berharap >> > dukungan untuk ikut serta di dalam gerakan ini, termasuk memajangnya >> > dalam halama-halaman Facebook/Tweeter atau sejenisnya yang Anda >> > punyai. >> > >> > Ini halaman2 yang saya maksud: >> > >> > >> http://www.facebook.com/notifications.php#!/photo.php?pid=4141956&id=683454751 >> >> > >> > >> http://www.facebook.com/notifications.php#!/note.php?note_id=443698230287 >> > >> > dan akhirnya ini: >> > >> > http://www.thepetitionsite.com/5/stop-the-dog-vs-wild-boar-fighting >> > >> > >> > >> > Sharif Dayan >> > >> > >> > >> > >> > >> > >> > ------------------------------------ >> > >> > ============[[email protected] >> <mailto:indo-startrek%40yahoogroups.com>]=========== >> > [Indo-StarTrek] Indonesian Star Trek Community >> > "...to boldly go where no Indonesian has gone before." >> > ------------------------------------------------------ >> > Website: http://www.indo-startrek.org >> > Forum: http://www.indo-startrek.org/forum >> > Twitter: http://www.indo-startrek.org/twitter >> > Milis: http://www.indo-startrek.org/yahoogroups >> > Facebook: http://www.indo-startrek.org/facebook >> > =/\= ================================================= =/\=Yahoo! >> > Groups Links >> > >> > >> > >> > >> >> [Non-text portions of this message have been removed] >> >> > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ ============[[email protected]]=========== [Indo-StarTrek] Indonesian Star Trek Community "...to boldly go where no Indonesian has gone before." ------------------------------------------------------ Website: http://www.indo-startrek.org Forum: http://www.indo-startrek.org/forum Twitter: http://www.indo-startrek.org/twitter Milis: http://www.indo-startrek.org/yahoogroups Facebook: http://www.indo-startrek.org/facebook =/\= ================================================= =/\=Yahoo! Groups Links [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
