setelah pembagian kamar sebentar, beberapa dari kami tidak tahan 
untuk segera bergaul dengan komunitas laut. Tidak lama kemudian pak 
joko (sang pengelola penginapan) datang membawa satu tong berisi 
snorkle dan fin, disusul dengan segunung pelampung dari kapal. 
Jadilah hampir semua dari kami bersnorkle ria. Beberapa orang mencoba 
peruntungannya sebagai pendayung kapal. 

Setelah melengkapi diri dengan perlengkapan untuk snorkling, saya 
berenang-renang sendirian. Tapi tiba-tiba... **jreng-jreng**... saya 
melihat sekumpulan hewan laut bernama bulu babi, yak bulu babi yang 
sama sekali tidak mirip babi itu

(kenapa hewan ini disebut bulu babi? Kirim jawaban anda via sms. 
Caranya : Ketik (jawaban anda) spasi (nama anda) ke 021-92788097, 
satu pemenang akan mendapatkan hadiah berupa satu VCD hasil rekaman 
selama di karimun, yang akan di undi secepatnya)

dan tiba-tiba lagi.. **jreng-jreng**... mungkin karena panik dan kaki 
juga memang sedang tidak fit akibat terus-terusan duduk selama hampir 
18 jam saya mengalami kram. Dan saat itu saya benar-benar tidak tahu 
perilaku bulu babi yang sesungguhnya. Yang ada di kepala saya adalah :
1.      jangan-jangan mereka bisa memanjat kaki saya yang 
bergelantungan tidak jauh diatas mereka
2.      jangan-jangan mereka bisa melepas bulu2 mereka ke arah saya 
(seperti penyumpit gitu...)
untuk memastikan keadaan, dengan kaki yang masih kram, saya kembali 
menengok ke bawah air, dan ternyata....waaaa..... mereka kok 
bertambah banyak ya? Dan entahlah ini halusinasi atau bukan, mereka 
seperti melihat saya dengan dua `mata' yang berupa titik berwarna 
biru, tentu saja dengan tatapan mengancam, seperti saya telah 
melanggar teritory mereka dan wajib dihukum. Habislah kesabaran saya, 
maka saya pun mulai berteriak 

`tolooooong.... ada bulu babi....'  mmmm... sebenarnya sih nggak 
tepat seperti itu, saya lebih fokus kepada kram saya, tapi perlu 
diakui bahwa saya panik sepanik-paniknya, tidak peduli saya 
menggunakan pelampung, yang sebenarnya siap mengapungkan saya dalam 
posisi tidur. Tapi kaki kram adalah segalanya. 

Tak lama kemudian saya melihat team baywatch mulai datang, hehehe... 
bukan ding, seorang tami yang datang, hey my seat-mate, nice to see u 
again! Dan dengan gaya baywatchnya saya ditarik menuju penginapan.
Setelah mendapat pijatan di jari-jari yang kram oleh pak joko dan 
merasa sedikit pulih, saya kembali nekat untuk melaut, tapi tidak 
jauh... karena kram-nya ternyata masih mengintai, dan daripada 
bertemu kumpulan bulu babi yang tidak bersahabat seperti sebelumnya, 
saya memilih untuk menyerah dan naik ke darat. 
Sore ini saya harus cukup puas dengan melihat teman-teman 
snorkling.... huuuuhu...

Akhirnya sunset tiba, dan dengan kerusuhan tingkat tinggi, hampir 
semua orang naik kedarat, dan mengambil posisi untuk mengabadikan 
matahari yang memerah di garis katulistiwa. Beberapa orang langsung 
diangkat menjadi model. Yak, silhuette juga ga papa, yang penting 
jadi model kan?

Setelah lelah berebut foto matahari, sekarang saatnya berebut 
stopkontak. Hehehe... rebutan nge-charge ga kalah seru dengan rebutan 
foto sunset. Maklum, listrik via generator baru dinyalakan setelah 
gelap. Total stopkontak yang bisa digunakan hanya sekitar 6, jadi 
hanya ada 6 orang yang beruntung bisa mencharge dalam beberapa jam 
pertama.

Setelah mandi, acara makan serba ikan tiba, ditambah baso (ikan) 
goreng. Makan malam di pinggir rumah panggung yang langsung 
berhadapan dengan laut memang tiada duanya (hey, di jimbaran 
aja `cuma' dipantai loh!) 

Oiya, kebetulan, saya pencinta bintang, saya bahkan membuat puisi 
tentang bintang : 

BINTANG
Bintang kecil, oh bintang kecil,
Dilangit yang biru
Amat banyak menghias angkasa
Aku ingin terbang...
Dan melayang
Jauh tinggi ketempat kau berada...

(bagus kaaaan??)

langit sangat jernih malam ini, hanya sayang, saya tidak mendapatkan 
spot yang enak untuk tidur telentang untuk menikmati langit, salah 
satunya ya karena tempat di penginapan apung ini sangat terbatas dan 
rata2 dipenuhi cahaya lampu. 

Setelah makan malam yang nikmat. Kami berkumpul untuk bincang-bincang 
malam hari, dengan moderator bapak aris. Dilanjutkan dengan acara 
perkenalan.

Di acara ini tersingkaplah semua rahasia hidup kami, terungkaplah 
bahwa hampir 90 persen dari kami masih single!!! Dan yang paling 
mengherankan banyak pihak adalah : ternyata bapak aris telah menikah 
dan memiliki satu orang anak!!! Ha??? Sumpah, saya pribadi lumayan 
tidak percaya, soalnya saya pikir orang-orang semacam aris tu belum 
menikah, apalagi punya anak! Pokoknya saya jadi patah hati deh.... 
hihihihi...

Tidak lupa juga, sebagai akibat acara perkenalan ini, aya sang 
bendahara juga terungkap rahasianya yang haus laki-laki.... 
hehehehe... becandaaaaaaaaaa.... 
Di acara ini juga karin yang putih dan imut-imut dinobatkan sebagai 
wanita paling digemari (terbukti plg tidak ada 3 pria yang diketahui 
menggemarinya, namanya tidak perlu disebutkan disini ya..., atau kita 
perlu buat `tebakan berhadiah' lagi?)  
Setelah perkenalan yang cukup panjang... kami melakukan aktifitas 
sendiri-sendiri, tidur, mengobrol, main kartu, mancing (aris dan 
karin ternyata sangat kompak loh!). 

Suka-suka lah.

Beberapa orang yang menemani aris memancing mendapat hadiah 
pengetahuan memakan bulu babi dari aris. Begini caranya :
1.      tangkap bulu babi
2.      patahkan bulu-bulunya sehingga tidak lagi mengancam
3.      belah menjadi dua
4.      ambil bagian yang putih dari rongga dalam tubuhnya yang hitam
5.      hisap cairan yang berada di dalam cangkang berwarna putih 
tersebut
6.      anda hanya berhasil menghisap cairan bulu babi hanya bila 
anda dapat merasakan rasa manis, bila hanya asin yang di dapat, 
berarti anda belum sukses dalam meghisap cairan bulu babi.

Untuk lebih jelas cara menghidangkan bulu babi dengan baik dan benar, 
silahkan hubungi cevy (atau chevy? Atau cevi? Nama panjangnya siapa 
ya? Chevignon? Chevrolet?) sebab beliau ini telah mengambil 
spelsialist dalam hal pembantaian bulu babi, sudah cukup banyak bulu 
babi yang menjadi korbannya...

Tidak cukup menjadi santapan penutup, bulu babi (yang pada siang hari 
selalu kami takuti dan hindari) malam ini menjadi bulan-bulanan kami. 
kami menangkap 4 bulu babi yang kurang beruntung untuk dilombakan. 
Yang kalah akan di santap paling dulu, yang lain akan menyusul 
kemudian. 
Pengetahuan yang di dapat dari lomba ini adalah tidak setiap bulu 
babi mempunyai kemampuan menggelinding yang sama, buktinya ada yang 
menggelinding dengan cepat, ada juga yang cuma bergoyang-goyang tak 
berguna.

Setelah acara penyiksaan bulu babi, saya tidak kuat lagi, saya tidur. 
Jadi kejadian-kejadian setelah itu saya kurang mengerti. Mohon di 
maafkan...

End of the first day...

Bersambung...





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Has someone you know been affected by illness or disease?
Network for Good is THE place to support health awareness efforts!
http://us.click.yahoo.com/0xaSZB/UOnJAA/Y3ZIAA/yppolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Indonesian Backpacker Communities
visit our website at www.indobackpacker.com
"No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately"

untuk bergabung kirim email kosong ke :
[EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke