Mohon tidak di CC lagi ke Milist... Terima kasih, kalau mau Lewat milist, silahkan lewat milist.. Tapi kalau menjurus ke hal pribadi, Silahkan lewat japri..
Terima kasih atas perhatiannya.. Salam hangat... Pagi ini cerah banget nih... -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Lina Gelina Sent: Monday, May 16, 2005 9:28 AM To: indah games; Nurdianing Ayu; Nhanha; Buchari, Aster; Nefransjah; Violett Katze; AYA; Liz Dewajanti; dewi luna; :: Aris; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; Evy; [EMAIL PROTECTED]; Vibri Yanti; [EMAIL PROTECTED]; Farah Temannya Bunda; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; Wiwi MELATI; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; Tammy Utami; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; Yohanes; Imas Bontang; Dewa Tempo; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; Yuke Brondong; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; Diniarti, Bestari Cc: [email protected] Subject: [indobackpacker] Re: indah's true story -edisi terakhir ---karimun Terima kasih ya ndah untuk cerita yang indah nya :-) Cheers, Lina ----- Original Message ----- From: indah games To: Nurdianing Ayu ; Nhanha ; Buchari, Aster ; Nefransjah ; Violett Katze ; AYA ; Liz Dewajanti ; dewi luna ; :: Aris ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; Evy ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; Vibri Yanti ; [EMAIL PROTECTED] ; Farah Temannya Bunda ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; Wiwi MELATI ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; Tammy Utami ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; Yohanes ; Imas Bontang ; Dewa Tempo ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; Yuke Brondong ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; Diniarti, Bestari Cc: [email protected] Sent: Thursday, May 12, 2005 4:58 PM Subject: indah's true story -edisi terakhir ---karimun untuk mengisi waktu kemudian, saya kembali menekuni profesi lama sebagai pengumpul kerang demi menambah koleksi kerang-kerang dari berbagai pantai yang ada di rumah. Tapi sayang, disini jaraaaang sekali saya temukan benda-benda menarik untuk di koleksi, bintang laut yang menjadi salah satu benda terfavorit untuk dikoleksi bahkan tidak dapat saya temukan satupun juga. Malah disini saya kehilangan 4 ekor umang-umang yang saya tangkap di Pulau Menjangan Kecil (yang rencananya akan dijadikan peserta 'lomba umang-umang' ---untuk menggantikan 'lomba bulu babi'--- nanti malam). Setelah beberapa lama menyusuri pantai mencari kerang, saya melihat beberapa teman, baru naik ke darat setelah snorkling. Nah, kan... benar apa yang saya bilang tadi, kita semua memang tidak bisa dipercaya soal waktu, bahkan setelah Pak Joko dan Aris menggunakan peluit-pun masiiiih ada saja yang telat macam ini. (dalam hati saya merasa iri pada mereka, kalau tau begitu bukankah lebih baik saya tadi sok cuek saja ketika mendengar peluit sehingga bisa bersnorkling lebih lama? Hehehe.... Tapi sesal kemudian memang tidak berguna) tidak lama setelah itu saya melihat keramaian di tempat kapal-kapal kami berlabuh. Teman-teman berkerumun di salah satu sisi kapal dengan tangan menggapai-gapai persis seperti para pengungsi yang sedang berusaha mengambil bantuan. Dengan rasa penasaran, saya mendekati sekumpulan orang yang sepertinya sudah berhasil mendapatkan 'bantuan' itu, apa sih yang dibagi-bagi?? Ternyata..... Kelapa muda!!! Es Kelapa Muda (resep oleh Bapak Joko Apung, KarimunJawa) bahan : beberapa puluh butir kelapa muda baru petik dari pohon disekitar pantai sirup cocopandan warna merah es batu cara pembuatan : belah dua kelapa muda dengan menggunakan golok sehingga masing-masing mendapat setengah kelapa beri potongan es batu didalamnya beri sirup secukupnya (satu kelapa untuk dua orang) saran Penyajian : hidangkan pada sejumlah orang yang sedang kepanasan dan lelah selepas snorkling, sebaiknya dinikmati dengan duduk dipasir pantai, menghadap laut dengan hembusan angin yang lembut... asoy geboy banget deh!!! Puas minum es kelapa kami bersiap untuk pulang ke penginapan. tapi kemudian aris terlihat kehilangan beberapa anggota rombongannya, jadilah bapak koordinator kita harus menjemput teman-teman yang ternyata masih sibuk cebar-cebur agak jauh dari tempat kami berkumpul! Waaa... Jam menunjukkan sekitar jam 15.30 ketika kami akhirnya benar-benar berperahu menuju penginapan (jujur nih, sebenarnya sangat tidak rela untuk kembali ke penginapan, inginnya bisa jalan-jalan paling tidak ke beberapa pulau lagi...). Sebelum pulang Pak Joko mengajak kami untuk melihat matahari tenggelam dari Pulau Karimunjawa sore ini. Maka jam 17.00 kami harus sudah siap untuk berangkat lagi dari penginapan. Pak Joko menganjurkan agar kami, sesampainya di penginapan, tidak lagi bercebar-cebur di laut. tapi... Badan rasanya letih ketika sampai di penginapan, tapi seperti biasa, ada saja orang-orang yang benar-benar memaksimalkan kesempatan untuk snorkling, jadilah mereka kembali menceburkan diri ke laut. Lagi-lagi Pak Joko harus menghela napas panjang... Beberapa orang yang beruntung menyempatkan diri untuk mandi di kamar mandi penginapan yang jumlahnya hanya 5 itu. Antrian yang memanjang membuat siapapun menjadi malas mandi terutama mengingat waktu yang kian mendesak. Jam 17.00 saya ikut perahu pertama yang berangkat ke p. Karimunjawa. Setelah 10 menit menyeberang, kami melanjutkan dengan 'tour dalam kota', beberapa orang mulai mencari cinderamata. Kami menemukan beberapa rumah yang menjual cinderamata berupa kaos dengan gambar pemandangan bawah laut, gelang dan cincin dari kulit penyu, keris dan tasbih juga ukiran penyu dari kayu dewadaru, ada juga yang menjual hiasan dan anting-anting dari kulit kerang. Saya sendiri menemukan sesuatu yang teramat sangat saya inginkan sejak saya sampai di Pulau Karimunjawa pada hari pertama.. yaitu : ****Penjual Voucher dan kartu Perdana Simpati**** Hehehe... (di Karimunjawa hanya provider Telkomsel yang bisa digunakan, provider lain tiba-tiba jadi basi) (maaf.. kalau terkesan berpromosi... tidak ada maksud... jangan di banned ya Pak Moderator...) akhirnya ponsel saya bisa digunakan lagi! Hore! Soal menyoal kayu dewadaru, ada mitos yang bercerita bahwa : kayu dewadaru tidak boleh dibawa keluar pulau karimunjawa, bila larangan ini dilanggar maka perahu yang membawa kayu dewadaru ini akan tenggelam karena kayu ini akan 'ditarik' lagi menuju asalnya oleh 'sang pemilik'nya. Seorang teman menanyakan hal ini ke pemilik rumah yang menjual cinderamata dari kayu dewadaru. 'pak, katanya kayu dewadaru tidak boleh dibawa keluar pulau ya?' tanya si mbak ini ingin tahu 'ya ampun mbak, kok masih percaya yang begitu-begitu sih?' jawab si bapak dengan tatapan aneh. Mungkin dalam hati dia berkata "Masih percaya mistik? O my god.. orang jakarta gitu loooh?!" selesai melihat-lihat cinderamata, saya bertemu dengan rombongan yang telah mempunyai satu misi penting : Mencari Tukang Bakso. Mereka bahkan telah bertanya kanan-kiri dan amat yakin bahwa disekitar pelabuhan ini ada satu warung bakso. Jadilah saya mengikuti bunda, mbak tiur, mbak aster, mbak liz untuk mencari tukang bakso ini. Kemudian mbak vibry dan Nhana (kalau ga salah) ikut serta. Diperjalanan kami sempat mampir sebentar di rumah seorang ibu yang menawarkan ikan asin. Melihat mbak aster memilih-milih ikan asin, saya ikut tergoda. Saya pun ikut membeli ikan asin seharga Rp. 7000/kg. Dalam satu kilogram terdapat 10 ekor ikan asin ukuran sedang. Ikannya ada yang berwarna bersemu hijau, asli! Bukan diberi pewarna! Sayang sekali saya lupa nama ikan tersebut. Setelah itu saya kembali ikut rombongan pencari warung bakso dengan hati berbinar-binar (eh, berbinar tu untuk mata ya?). Saya yakin Ibu saya pasti bangga kepada saya... ini adalah kali pertama saya membeli ikan asin! Dan percaya ga percaya nih... ternyata warung bakso (sebenarnya sih mie ayam..) itu benar-benar ada! Tapi karena yang dihidangkan hanya ada mie ayam, saya tidak jadi ikut makan-makan diwarung ini (sayang perutnya... karena menurut pengalaman makan malam terakhir biasanya sangat 'mewah', kan sayang kalau pas berhadapan dengan makanan enak, eh... perutnya sudah kenyang cuma gara-gara mie ayam!). Maka saya memilih kembali ke pelabuhan bersama bunda dan mbak lily. [sedikit cerita tentang mbak lily : mbak lily ini punya tampilan anak pantai sekali, kulitnya lumayan berwarna gelap, rambut ikal hitam panjang, badannya bolehlah untuk jadi atlit senam. Pokoknya secara keseluruhan cantik, eksotis! Teman-temannya memberi gelar "barbie afrika" untuk mbak Lily. Nah... bisa dibayangkan kan? Saya aja yang perempuan suka melihatnya, apalagi yang laki-laki... hayyyooo... iya apa iya....] keputusan saya untuk kembali ke pelabuhan ternyata tepat. Disini teman-teman sudah berkumpul dan sedang berfoto. Bahkan kali ini ada beberapa orang yang diangkat sebagai koreografer. Tentunya di dunia nyata kesempatan ini tidak pernah akan ada. Karena dapat dilihat dari hasilnya yaitu (tentu saja) gaya hancur-hancuran yang sudah pasti memalukan. Setelah maghrib, kami kembali ke penginapan. ritual sore haripun dimulai : antre mandi dan rebutan men-charge. Setelah mandi saya menanti ibu pengurus penginapan membawa keluar hidangan makan malam... hati saya jadi berdebar keras... (disebabkan rasa lapar yang amat sangat) Piring demi piringpun di keluarkan... Menu malam ini : nasi uduk (yang sepertinya memang dicampur ketan, karena pulen sekali!) ikan kakap merah bakar ikan tengiri bakar ikan toda bakar (kata Pak Joko di jakarta ikan ini tidak exist) baso ikan dicampur tiram sambal (bukan hanya cabai+bawang+kecap seperti biasanya loh, tapi ada campuran bumbu kacangnya juga, pokoknya enak sekali deh!!!) HOLA! Penantian yang berbuah sangat manis... (bahkan saat menuliskan kisah ini kembali, air liur tidak sengaja ikut menetes... hehehe... antara lapar dan jorok memang sering rancu) acara dilanjutkan dengan pertanggungjawaban keuangan oleh bendahara, yang ternyata minus. Tapi setelah di bagi-bagi, masing-masing dari kami hanya menambah uang Rp. 10.000 (itu juga sudah termasuk biaya patungan membeli bingkai foto untuk kenang2an yang akan diserahkan ke Pak Joko). Kemudian juga ada doorprize, yang setelah diundi oleh Mumu, dimenangkan oleh mbak Ica dan Cevy. Hadiahnya berupa Kaos dari Penginapan Pak Joko. Setelah itu acara bebas lagi!!! Beberapa orang sudah bertekad untuk begadang malam ini. Kamipun mulai membentuk kelompok-kelompok kecil sesuai minat dan bakat. Ada juga yang langsung tertidur karena terlalu hiperaktif di siang harinya. Terhitung ada 5 kelompok minat : 1. kelompok minat memancing (diketuai oleh bapak aris, dengan beberapa pengikut seperti Lina, Nana, Cevy) 2. kelompok minat ngobrol dan main tebak film (bunda, mbak liz, aster, lily, tiur, dan banyak lagi) 3. kelompok minat ngobrol saja ( yang disponsori mbak ica) 4. kelompok minat main kartu (expert mode) dikepalai oleh mas dede, Sonson dan Karin 5. kelompok minat main kartu for dummies (saya bersama mbak-mbak asal surabaya yang bisanya cuma main kartu 4-1 saja, hehehe) terbukti bahwa kelompok minat mancing paling produktif di banding yang lain, mereka berhasil menangkap seekor cumi sepanjang 30cm dan beberapa ikan yang kemudian di masak seadanya dan disantap ramai-ramai. Motonya : Secimit-secimit yang penting nyicip. Terkadang penggembira kelompok minat mancing (seperti mbak Evy, Susy, mbak Nana) turut serta memancing, namun karena modal kesabarannya agak tipis, tidak seekor ikanpun yang sudi mendekati. Hingga akhirnya mereka mulai melirik ikan di kolam milik Pak Joko untuk di tangkap. [hampir lupa, Pak Joko membuat semacam kolam berbentuk L di penginapan ini, sebenarnya sih laut juga, tapi di batasi dengan batu-batu karang dan kawat ayam, sehingga hewan2 jahat di laut semacam bulu babi tidak bisa masuk, dan makhluk2 cantik di dalam kolam itu tidak bisa keluar. Jadinya sih semacam kolam di sea-world, ada beberapa bintang laut berwarna jingga yang dipelihara disini, sangat bagus dan dapat dilihat dengan jelas karena lautnya memang dangkal. Lalu ada juga 2 ekor ikan hiu kecil sepanjang 80 cm-an (anak hiu, atau memang ada hiu species kecil?? ...Pertanyaan bodoh ya? Maaf...), 3 ekor penyu besar, 2 ikan gendut yang bisa menggembung yang juga main di film Nemo (aduh... saya lupa namanya... maaaapppp), beberapa ikan badut, beberapa jenis lagi ikan warna-warni, yang semuanya bisa dinikmati dari atas dengan jelas kapan saja selama kami menginap disana. Ada juga anak penyu sejumlah 12 ekor yang dipisahkan di keranjang yang mengapung di kolam itu] Tidak lama setelah menemani teman-teman memancing saya tidak kuat lagi... saya memilih tidur di kamar meskipun dalam hati tidak rela harus tidur sementara yang lain masih terdengar tawanya. Tapi apa daya... Pagi-pagi lagi... Ini adalah pagi terakhir kami di Karimunjawa, sehingga bagaimanapun juga para photographer handal kita merasa harus, wajib, kudu, tidak boleh tidak, untuk menangkap momen matahari terbit. Tapi sekali lagi mereka harus dikecewakan oleh awan yang menggantung dilangit. Yuke memberikan nilai 6 untuk keindahan langit saat itu, mas yohannes 6,5 sementara Vebbian dengan jahatnya memberikan nilai 3. *** Hari ini, sabtu, 7 mei 2005 adalah hari masuk bagi anak-anak sekolah. Demikian pula dengan anak ibu pengurus penginapan kami. dengan seragam merah putih, diantar seorang pria yang mungkin saudaranya, ia berangkat kesekolah. Tentu saja menyeberang menggunakan perahu dayung. Dan seperti sebelum-sebelumnya, selalu ada saja orang yang ingin ikut mengantar, bahkan mbak Didien ikut mengantar dengan secangkir kopi ditangan. Jadilah adik kecil kita ini berangkat dengan diantar serombongan manusia, setelah sebelumnya menjadi model bagi para photographer. Saat itu kami sedang asyik berfoto dengan berbagai gaya, ketika terdengar seseorang berteriak dari arah kolam Pak Joko 'ikannya menggendut!!!' maka kami dengan berduyun-duyun, tidak lupa sikut kanan kiri, jegal depan belakang (hiperbola... biasa... hiperbola...), langsung berlarian menuju kolam, dan langsung membidikkan kamera kearah si Blop (namanya blop bukan sih? Masih lupa nih) yang sedang menggembung. Tapi hanya sebentar, karena mungkin Blop tidak begitu menyukai popularitas, maka dia memilih untuk kembali mengempis sebelum akhirnya bersembunyi di bawah kayu-kayu pondasi penginapan. *** Setelah mandi dan packing di kamar, acara makan pagi dimulai. Nasi goreng cumi ditambah krupuk udang. Selesai makan, kami mulai bersiap-siap untuk pulang. Backpack mulai dijejerkan di luar, foto-foto bersama mulai dilangsungkan. Misalnya bunda Wiwi yang berfoto bersama brondong-brondong kesayangannya, Yuke dan Vebbian dengan gaya puas, hehehe... semua orang dan backpacknya telah berkumpul lalu aris melakukan penelusuran akhir di kamar-kamar. Setelah lengkap semua kami berfoto bersama untuk yang terakhir kalinya di penginapan. durasi sessi pemotretan kali ini sekitar 15 menit-an dansangat melelahkan (Hal ini membuat kami sadar betapa beratnya profesi sebagai model.) *** ketika perahu terakhir meninggalkan penginapan, saya sempat menengok ke belakang, ke arah penginapan yang kami tinggalkan, di kejauhan terlihat ibu pengurus penginapan (yang sampai pulangpun saya lupa menanyakan namanya. Keterlaluan!) yang memperhatikan kami.. sampai jumpa, semoga bisa bertemu lagi!! Kami hanya menyeberang sampai Pulau Karimunjawa. Dipulau ini kami kembali berfoto, dan tentu saja berdoa untuk keselamatan keberangkatan. Disini pula kami diberitahukan oleh Pak Joko bahwa sebenarnya beliau merencanakan untuk mengajak kami melihat penangkaran penyu, tapi sayang, kemarin, entah lupa atau tidak ada waktu, acara itu tidak jadi diadakan. **..... kecewa.....** *** setelah beberapa upacara, kamipun meninggalkan Pulau Karimunjawa pada jam 09.15. sampai jumpa lagi Karimunjawa..... di perahu saya duduk di depan. Laut sepertinya sedang bergejolak, gelombangnya cukup membuat hati ciut, buktinya banyak yang tidak mau melepaskan diri dari safety jacket yang berwarna orange itu. Goyangan kapal terkadang mencapai kemiringan sekitar 45 derajat... lumayan lah untuk pelaut amatiran semacam kami ini. Sekitar satu jam lebih saya duduk termenung di depan menonton haluan kapal yang membelah gelombang. Ketika saya sadari bahwa bahaya mengancam saya.... Hehehe.... saya hanya takut tiba-tiba jatuh tertidur lalu sudah dapat dipastikan bahwa detik berikutnya saya akan tercemplung ke laut. Jadi demi keselamatan jiwa dan raga, saya mencari-cari ruang kosong di belakang. Setelah nego dengan Berry yang asal malaysia itu, saya akhirnya mendapat tempat cukup untuk tidur telentang di bagian tengah kapal. Disamping kiri saya ada badan Farah yang sudah tertidur sementara di samping kanan saya agak kebelakang, yang berbatasan dengan pinggir kapal, ada Wawan. Jadi saya pikir cukup aman untuk benar-benar tidur. Paling tidak, kalau sampai kapal sangat miring ke kanan, dan saya tercebur ke laut, sudah semestinya Wawan tercebur lebih dahulu. (Biasanya kesulitan akan lebih mudah dihadapi bersama-sama daripada sendirian kan?) So, i must thanks to Wawan. Dan sayapun jatuh tertidur... Saya sudah tidak bisa mendeteksi waktu ketika saya terbangun, dan WOOOW... gelombangnya tidak juga mereda, bahkan bertambah besar rasanya. Kapal motor yang satunya lagi tidak terlihat di sekitar kapal kami. kemanakah mereka gerangan? Menurut gossip-gossip para awak kapal, kapal motor itu tersasar!! 'mereka pasti mengambil arah 180, padahal seharusnya 170' 'wah, kalau terus begitu mereka bisa langsung sampai ke semarang' begitulah gossip yang beredar diantara mereka ya ampun.. kasihan betul... tapi untungnya bukan kapal saya yang tersasar kan? Hehehe... Ditengah gelombang besar ini, Farah tidak bisa lagi melawan panggilan alam, dan kali ini tidak ada tangki air seperti waktu berangkat kemarin. Farahpun mengambil inisiatif untuk berkonsultasi dengan para awak kapal. Mereka menyarankan Farah untuk menguras kantung kemihnya di bagian haluan kapal. Saya sendiri tidak begitu mengerti proses yang terjadi kemudian, bagaimana dan dimana proses itu berlangsung, yang jelas beberapa teman akhirnya mengikuti jejak Farah, dan mereka kembali dengan senyum lega. Gelombang laut boleh besar, tapi rasa lapar adalah segalanya, jadi saya coba untuk makan nasi box yang telah disiapkan. Isinya nasi putih, cumi goreng tepung, sepotong ayam dan pisang. Lumayan.... Setelah kenyang, saya tidak buang-buang waktu lagi untuk kembali tidur setelah berebut kekuasaan area tidur dengan Ebi. (untuk informasi, Vebbian kemungkinan besar telah meminum obat bius untuk gajah sebelum kapal berangkat. Teman kita ini tidur semenjak kapal berangkat dari Pulau Karimunjawa sampai kapal menyentuh pelabuhan Kartini, Jepara) (sesampainya saya dirumah, saya agak menyesal tertidur di kapal. Berhubung terpal tidak dapat menutupi dek secara keseluruhan, maka posisi tidur saya memungkinkan matahari membakar sebelah kanan badan. Jadilah tangan kanan saya lebih hitam dari tangan kiri... hicks...) saya masih kehilangan orientasi waktu ketika saya tiba-tiba terbangun, dan hei!! Kenapa tangan saya memegangi pergelangan kaki Wawan dengan kuat?? **doeeenggg..** apakah kaki wawan sedemikian miripnya dengan pinggiran kapal? Hehehe... atau jangan-jangan... sebenarnya saya memang memegangi pinggiran kapal, tapi karena baru bangun jadi misinterpretasi sebagai kaki Wawan. Entahlah... hanya Wawan yang paham keadaan sebenarnya. Untuk menghilangkan malu, saya segera pindah duduk di depan. Biasalah... pura-pura cool saja. Pulau Jawa sudah terlihat jelas, perahu-perahu nelayan berseliweran di sekitar kami, pelabuhan Jepara semakin lama semakin jelas terlihat... Pulau Jawa... kami telah kembali... Memasuki pelabuhan Jepara kami melihat kapal motor yang sebelumnya digossipkan tersasar, telah bersandar di pelabuhan. Loh? Bagaimana ini?? Bahkan mereka sudah sampai cukup lama di situ. Jadi.... sebenarnya.... siapa yang tersasar???? Kami sampai di pelabuhan jepara sekitar 15.30 dan setelah membersihkan badan dan beristirahat, maka jam 16.30 kami berangkat dengan Bus Muji Jaya kembali ke Jakarta. Sonson menjadi seat-mate saya kali ini. saya sangat terharu bisa menjadi seat-matenya karena ternyata dia juga tidak bisa tidur di bus!!! Horeee! Akhirnya saya punya teman yang akan bersama-sama duduk bengong selama perjalanan. Teman-teman dari Surabaya juga turut serta sampai Kudus, kemudian beberapa orang turun lagi di Semarang. Seperti Karin yang akan pulang kampung ke Solo, juga Vebbian yang akan meneruskan solo backpacking sendirian, ke semarang, kemudian ke Lawu (kalau ga salah). Jam 19.30 bus berhenti untuk istirahat dan makan malam. Rumah makan ini tidak sekejam yang di Banyuwangi yang mematok 'serba 10.000'. Syukurlah... satu jam kemudian bus kembali melakukan perjalanan panjang menuju kota Jakarta. Rencananya, besok jam 04.00 kami sudah akan tiba di Terminal Rawamangun. Perjalanan pulang tepat seperti yang saya bayangkan, tetap tidak bisa tidur! Setelah lelah mengobrol dengan Sonson tentang journey-nya ke singapore, malaysia dan thailand, saya berusaha keras untuk tidur. Semakin diusahakan semakin tidak bisa tidurlah saya. Jalanan yang lebih sering rusak daripada halus membuat saya hampir selalu terbangun saat berusaha tidur. Padahal hampir semua, kecuali mbak imas dan Yuke, sudah terlelap (kalau dibuku-kan mungkin obrolan mbak Imas dan Yuke sudah memasuki bab XII, karena sejak di kapal motorpun mereka sudah ngobrol berdua) Bahkan Arispun tidak lagi terlihat bolak-balik, semua tidur... aneh... sepertinya badan mereka mempunyai shock-breaker tambahan sehingga tidurnya tidak terganggu guncangan bus yang sedemikian kerasnya. Tapi tunggu sebentar... Aha! Ternyata seat-mate saya juga tidak bisa tidur! Hehehe... lihatkan betapa beruntungnya saya duduk disebelah Sonson, paling tidak saya tidak perlu merasa iri (seperti ketika saya iri pada tami ketika berangkat karena dia tiduuuuur terus). Kemudian hujan turun dan membuat jalan tersendat-sendat karena semua kendaraan menjadi lebih berhati-hati. Kami melewati subang sekitar pukul 4 pagi. Mbak Imas yang datang dari Bontang sudah mulai duduk dengan gelisah, karena ternyata dia harus mengejar pesawat yang berangkat dari Cengkareng pukul 06.00. Antara yakin dan tidak, saya mulai ikut berhitung... kira-kira sampai atau tidak ya? Rencana mulai disusun, usulan-usulan mulai ditawarkan oleh aris, mulai dari tawaran untuk turun di Cawang dan meneruskan dengan Taxi, sampai usulan untuk membatalkan tiket. Saya jadi ikut berdebar-debar. Tapi tidak lama, karena kemudian saya sadari bahwa bus sudah memasuki tol. Saatnya tidur!!! Dan hebatnya saya benar-benar tertidur!! Saya baru terbangun ketika lampu-lampu bis telah dinyalakan dan semua orang telah bersiap karena bus sudah akan memasuki terminal Rawamangun. Akhirnya.... Hari Minggu, 8 Mei 2005 jam 05.15 semua orang telah turun dari bus dan sibuk bersalam-salaman di dalam Terminal bus Rawamangun. Saling berjanji untuk tetap memberi kabar, untuk sesekali bertemu, dan tentu saja untuk pergi bersama-sama lagi. Well... Sampai Jumpa di perjalanan berikutnya.... TAMAN NASIONAL UJUNG KULON!!! **Terima kasih yang teramat sangat istimewa untuk semua teman-teman yang telah membaca indah's true story--- 'Tour de Karimun' **Terima kasih yang tidak kalah istimewa kepada teman-teman yang telah ikut 'Tour de Karimun', tanpa kalian, catatan harian ini tidak akan pernah tertuliskan. ---------------------------------------------------------------------------- -- Discover Yahoo! Have fun online with music videos, cool games, IM & more. Check it out! ---------------------------------------------------------------------------- -- No virus found in this incoming message. Checked by AVG Anti-Virus. Version: 7.0.308 / Virus Database: 266.11.8 - Release Date: 5/10/2005 [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Give the gift of life to a sick child. Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.' http://us.click.yahoo.com/5iY7fA/6WnJAA/Y3ZIAA/yppolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Indonesian Backpacker Communities visit our website at www.indobackpacker.com "No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately" untuk bergabung kirim email kosong ke : [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Has someone you know been affected by illness or disease? Network for Good is THE place to support health awareness efforts! http://us.click.yahoo.com/0xaSZB/UOnJAA/Y3ZIAA/yppolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Indonesian Backpacker Communities visit our website at www.indobackpacker.com "No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately" untuk bergabung kirim email kosong ke : [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
