Sore kemaren tanpa sengaja aku mengarahkan sepeda motorku ke utara jogja, kearah gunung merapi�. Sengaja aku tidak melewati jalan kaliurang ataupun jalan palagan tentara pelajar yang dapat dipastikan padat pada waktu sore hari, oleh karena itu setelah melewati pasar rejodani aku membelokkan sepeda motorku menyusuri jalan2 pedesaan di kaki gunung merapi.
Walaupun sebagian besar sudah beraspal tetapi masih jarang dilalui kendaraan bermotor, suasana sore hari yang carah di daerah pedesaaan segera muncul, banyak orang tua yang mengajak anak balitanya bermain di pinggir persawahan atau melihat para petani yang sedang memeriksa saluran air di sawahnya, udara begitu segar walaupun hujan sudah jarang turun. Rumah-rumah Joglo khas pedesaan di jawa masih banyak terdapat disini walaupun semakin terdesak dengan munculnya perumahan-perumahan modern. Satu lagi yang sudah jarang kita temukan disetiap tempat apabila kita bertemu dengan penduduk yang kita lewati mereka akan selalu tersenyum ramah dan tentu saja akan aku balas dengan sapaan �nDerek Langkung Pak� (numpang lewat pak �red). Sungguh suatu keramahan yang akan semakin jarang kita temukan di perkotaan. Terus aku asik melewati jalan-jalan di pedesaan sambil menikmati sore ini, sengaja aku menghindari jalan-jalan besar yang sudah ramai�, setiap menemukan kembali jalan besar aku akan membelokkan motorku menyusuri kembali jalan-jalan di kampung atau pedesaan pokoknya acara sore ini anti melewati jalan besar, alias �Blusukan� di jalan pedesaan. Tanpa terasa aku akhirnya bertemu dengan jalan raya yang menghubungkan Pakem dan Tempel, tepatnya di utara resto boyong kalegan. Sengaja aku hanya sebentar melewati jalan raya ini untuk kemudian kembali berbelok melewati jalan-jalan pedesaan. Di daerah ini, puncak gunung merapi mulai jelas terlihat dan hawanya pun semakin sejuk, mungkin karena ketinggian daerah ini sudah lumayan tinggi, hamparan sawah nan hijau masih menemani perjalananku, sengaja aku memperlambat sepeda motorku untuk menikmati kesejukan dan gemericik air di irigasi sepanjang sungai, sengaja aku membelokkan motorku melewati jalanan tanah di tengah persawahan. Walaupun butuh sedikit usaha untuk melewatinya tapi semua terbayar lunas dengan suasana di tengah sawah yang sungguh damai, sejuk dan hijau ini. Sebelum pintu barat kaliurang aku berbelok ke kiri, melewati suatu jalan yang telah lama sekali tidak kulewati, jalan beraspal tipis yang sudah bolong disana-sini ini menuju ke aliran Sungai Boyong, salah satu aliran sungai yang menjadi �jalan� bagi muntahan vulkanik gunung merapi. Menjelang turunan, jalan semakin rusak parah kalo tidak ingin dikatakan tidak layak dilewati, aspal jalan sudah hilang entah kemana berganti dengan tumpukan batu-batu kecil yang ditumpuk serampangan. Di bibir jurang sebelum turunan seorang ibu-ibu tua yang menggendong �tenggok� di punggungnya menyapaku �badhe tindak pundi ma?, mergi nipun mbeten saget dipun lewati, sampun risak� (mau pergi kemana mas? Jalannya ga bisa dilewati, sudah rusak �red) akupun menjawab: �naming mlampah-mlampah kok bu, ningali kali mboyong� (Cuma jalan-jalan kok bu, melihat sungai boyong -red). Dan ternyata apa yg dikatakan ibu itu benar, jalanan sudah tidak berbentuk lagi, terpaksa aku turun dari motor dan menuntunnya perlahan. Karena motorku jenis bebek biasa maka beberapa kali blok mesinku terkantuk batu karena jalan turun yg tidak rata. Tiba di dasar sungai aku berhenti dan mematikan mesin motorku. Dari dasar sungai yang dulunya jembatan ini pandangan begitu luas terhampar, Puncak Merapi terlihat ditutupi kabut tipis sore hari akan tetapi tidak mengurangi �keangkuhannya�. Salah satu buktinya tanah yang aku pijak sekarang. 11 tahun yang lalu jembatan sungai boyong ini merupakan tempat yang indah dengan aliran sungai dibawahnya. Akan tetapi setelah letusan 1994 yang mengarah ke selatan, aliran sungai ini dipenuhi oleh batuan dan pasir hingga menutup jembatan ini. Masih teringat 2 hari setelah letusan November 94, aku mencoba turun ke dasar sungai boyong yang masih mengepulkan asap panasnya, dimana-mana pohon tumbang dan hangus terkena awan panas, bau anyir dan panas terasa, kontras sekali dengan apa yang aku lihat seminggu sebelumnya atau saat-saat aku kecil dulu sering diajak bermain di sungai boyong yang mengalir diantara dua bukit yaitu Turgo dan Plawangan. Sungguh keindahannya saat itu sungguh mengagumkan. Akan tetapi apa yang aku lihat sekarang jauh lebih parah dengan apa yang dihasilkan oleh letusan dari gunung merapi tersebut. Akibat dari keserakan manusia, yang mengambil pasir dan batu dari aliran sungai ini menimbulkan erosi dan kerusakan lingkungan yang dasyat, ini dikarenakan mereka mengambil galian tidak hanya di tengah sungai, tetapi sampai menerabas tebing-tebing di pinggir sungai, bahkan kini mereka mengambil galian tersebut sampai ke hulu sungai. Mungkin bagi sebagian kecil masyarakat penambangan ini merupakan sumber penghasilan bagi mereka, akan tetapi itu hanya sedikit yang diperoleh mereka, keuntungan yang jauh lebih besar tetap saja diperoleh si pemilik modal dan pemilik truk yang tidak akan peduli akan bekas-bekas galian yang menganga dimana-mana serta dinding-dinding tebing yang rusak terkena erosi yang mereka buat. Suara SMS dari HPku menyadarkan aku dari lamunanku. Aku masih berada ditengah sungai boyong. Akupun berjalan ke arah aliran sungai yang mengecil, kubasuh mukaku dan mencuci kaki serta tanganku, sungguh segar rasanya�.. puncak Merapi masih terlihat diselimuti kabut tipis, akan tetapi warnanya berubah agak kekuningan ditimpa mentari sore. Aku beranjak kembali ke sepeda motorku setelah sebelumnya mengirim SMS kepada sahabat-sahabat alamku tentang keindahan sore ini. Disebelah barat sungai boyong terdapat dusun Tritis, wilayah yang termasuk daerah baya satu apabila Merapi sedang berulah. Terus keatas Bukit Turgo yang sebagian wilayahnya hancur terkena awan panas 94. sebenarnya aku masih ingin meneruskan perjalananku keatas ke daerah pedesaan di bukit Turgo, akan tetapi waktu telah menunjukkan pukul 5 sore, dimana aku teringat akan suatu janji malam ini. Mungkin dilain waktu aku akan meneruskan perjalananku ke daerah Bukit Turgo, trekking ke Barat Melewati �ALAS MBINGUNGAN� yang merupakan Hutan Purba Merapi serta melewati hulu sungai krasak sampai ke pos pengamatan Merapi di Jurang Jero. Disepanjang perjalanan itu banyak sekali pemandangan bagus serta tantangan melewati daerah aliran lahar merapi serta jika kita beruntung akan melewati suatu desa yang telah mati, terkena letusan merapi di tahun 70an. Mungkin kawan-kawan ada yang berminat ikut serta? Japri ya�. Kembali ke perjalannku dengan motor, aku terus ke selatan melewati perkebunan Salak Pondoh yang terkenal itu, masih melewati jalan pedesaan yang masih sepi dengan iringan gemericik air di pinggir jalan dan hamparan perkebunan salak. Sempat mampir sebentar ke rumah seorang kawan dan pulangnya malah dibawain salah satu tas kresek (makasih Kang Cetox untuk salaknya) jadi ga perlu beli oleh-oleh hehehehe. Di perjalanan pulang aku sempat melewati suatu aliran sungai kecil dimana disitu terlihat banyak anak-anak yang mandi dengan asiknya di aliran sungai kecil yang berair jernih. Kalo tidak teringat janji malam ini mungkin aku sudah ikut nyebur mandi di sungai itu�, ah lain kali aku harus bisa mandi di kali itu gumanku. Adzan maghrib terdengar ketika aku sampai ke Ring Road utara jogja, kembali kemacetan dan kesemrawutan jalan terlihat dimana-mana, kembali ke rutinitas yang menyebalkan. Ingin rasanya kembali berlama-lama menikmati Suasana Pedesaan yang Damai, Tentram dan Hijau��� Alam Membina Kepribadian Salam, Irfan Yusuf @Jalan Pathuk 37 Jogja __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> What would our lives be like without music, dance, and theater? Donate or volunteer in the arts today at Network for Good! http://us.click.yahoo.com/2xaSZB/SOnJAA/Y3ZIAA/yppolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Indonesian Backpacker Communities visit our website at www.indobackpacker.com "No Spamming or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately" untuk bergabung kirim email kosong ke : [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
