Mas Santoso,

NAmbahin sebagai alumni grasberg :)

Manado dump pada saat saya disana, ketinggian sudah sekitar 4200mdpl. 
Jam 7 pagi matahari cerah, ada salju halus diatas bebatuan. Tetapi 
posisinya berseberangan dengan deretan puncak Jayawijaya dengan 
aktivitas penambangan dlembah antaranya.

Melihat salju pertama seumur hidup dari tempat yang namanya Dome. 
Cuaca berkabut berat, tiba2 sekelebat dikasih jendela buat ngeliat 
salju abadi jauh diatas sana... i cried, maklum dari smp pengen 
banget ngeliat salju abadi...

Entah apakah sekarang masih dijual, buku berisi foto2 dan tulisan 
karya Gordon Graves. Dia dulu pegawai disana, tp punya concern 
terhadap alam papua. Dan ternyata banyak lokasi hutan sub-alpine yang 
tersembunyi dan ... gila banget!

Berkaitan dengan berita di kompas, pertanyaan umum ttg Jayawijaya 
mungkin; gimana pengelolaan wisata alam di daerah yang keamanannya 
labil?

tabik,
puguh



--- In [email protected], joko santoso 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> Sebagai tambahan informasi.
> 
> Sekira 3 bulan lalu (sebelum puasa) ada tim studi
> banding dari Freeport berkunjung di Sangatta.  Di luar
> presentasi resmi dan tanya-jawab santai sempat saya
> tanyakan jalur ke Cartenz.  Jawabannya agak
> mengejutkan.  Kata salah seorang, kalau cuaca baik
> (pada bulan-bulan tertentu) tinggal 4-5 jam jalan dari
> base camp.  Kalau mau mendaki, tambahnya, bisa saja
> (lewat Freeport) dengan mengajukan ijin terlebih dulu.
>  Sekilas, melihat peta lokasi dumping (timbunan) yang
> ada di presentasi, puncak Cartenz tak sampai 2km lagi.
>  Ketinggiannya sudah hampir elevasi 4000 (d.p.l). 
> Berhubung yang memberi jawaban ini sudah di Freeport
> sejak awal 90-an (yang tentu sudah hafal a-b-c policy
> company) informasinya dipastikan sahih.  Mengapa jalan
> ini tidak dicoba?  Anggota milis ini yang dari
> Freeport bisa memberi klarifikasi.
> 
> Berapa bulan di muka ijin diajukan?  Idealnya 6 bulan!
>   Lama waktu ini saya peroleh dari senior di sini yang
> pernah lama kerja di Freeport.  Mengapa begitu lama? 
> Jawab senior saya, karena mesti ngurus mulai dari
> kecamatan hingga kodam.  Saya melihat ada kemiripan
> relasi Cartenz - Freeport dan tempat saya bekerja -
> Goa Marang (Nat. Geo. Agt(?) 2005).  Yang mengajukan
> ijin ke Goa Marang lewat company biasanya akan
> dibantu, minimal ada tambahan informasi berharga plus
> beberapa 'contact person' yang bisa dihubungi dalam
> situasi darurat.  Untuk Jayawijaya (maaf saya lebih
> sreg nama itu) saya rasa tidak jauh beda.  Apalagi
> Freeport jauh lebih makmur ketimbang tempat saya
> bekerja-:).
> 
> Salam dari Sangatta
> 
> 
> 
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
> Budi Yakin
> Sent: Wednesday, November 22, 2006 10:38 PM
> To: Milis Indobackpacker
> Subject: [indobackpacker] Re: Bentuk Tim ke Cartensz ?
> (perizinan) :
> aneh nggak sih
> 
> Dear All....
> 
> Aneh nggak sih....
> 
> Pariwisata di galakkan dipromosikan... eh ijin wisata
> dipersulit...ratusan bahkan mungkin ribuan pendaki
> asing urung mendaki
> Carstenz gara2 urusan ijin yang gak jelas juntrung,
> dan jatuhnya
> muahal... itulah bangsa ku (in other side of my
> nation). 
> 
> Duh begitu banyak devisa tersia-sia...
> 
> 
> 
> 
>               
> __________________________________ 
> Yahoo! Movies - Search movie info and celeb profiles and photos. 
> http://sg.movies.yahoo.com/
>



Kirim email ke