Teman, Mungkin ini juga salah satu hal yang tidak baik dalam sistim transportasi kita. Memang saya lihat sesama penumpang membayar Rp 2000,- tetapi giliran saya mereka minta lebih banyak. Agak aneh memang. (pak supir nya yang mengajarkan untuk mencari pantai yang untuk umum alias gratis) Ada lagi contoh lain. Di Bali (untuk yang mau ke Bali naik kereta api dari surabaya,siapkan uang kecil atau uang lembaran ribuan). ongkos angkot juga dilihat dari apakah kita penduduk lokal atau bukan. Dari airport ke terminal Ubung, saya diminta membayar Rp 5000,- tetapi saya lihat ada orang yang membayar Rp 3000,- (orang ini naiknya juga bersamaan dengan saya, didepan pintu masuk airport). Kemudian untuk mencari angkot ke Kuta, harus rela menunggu di terminal ini sampai mobil yang akan kita tumpangi penuh. Mobil ini akan berhenti di suatu simpang dan kita harus menunggu angkot di suatu persimpangan (lebih dekat daripada ikut ke terminal). Hal yang unik di Bali, jika kita bertanya bagaimana pergi ke suatu tempat. Maka otomatis mereka akan menganjurkan untuk naik taxi. lah kalo setiap saat saya naik taxi tentu bisa bangkrut dong. Logikanya begini. masak iya dalam satu kota tidak ada transportasi umum? apakah semua orang memiliki kendaraan pribadi atau selalu naik taxi? Sehingga sering saya bertanya kepada orang2 yang tampaknya juga "mobile" misal tukang jual sayuran atau penjual nasi. Kita akan mendapatkan informasi tempat untuk menunggu angkot. Hal ini juga berlaku di angkot bus dari Tangerang. Pengalaman saya,naik bus ke Kali deres dari Cikupa, saya diminta Rp 5000,-. Tetapi untuk jarak tempuh yang sama yaitu rute pulang dari Kali Deres ke Cikupa, saya diminta Rp 7000,- tetapi ketika saya protes dengan mengatakan kenapa? Bukankah biasanya Rp 5000,-, saya dikembalikan Rp 2000,-. Tampaknya tidak ada sistim yang jelas dalam membayar tarif angkot. Saya tidak meminta tarif untuk dibuat murah tetapi sistim yang jelas dong. Jika memang Rp 5000,- yah kita akan bayar Rp 5000,- Saya hanya minta perlakuan yang wajar saja. salam tiur ps gimana kalo yohannes koordinir untuk pergi ketempat2 yang kamu sebut itu. sumur,paniis ? mungkin dari merak kita sewa borongan angkotnya?
Johannes Keioranto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Wah hebat. Detilnya boleh juga tuh. Tapi bayar 5000 dari merak ke simpang yah lumayan. Kalau dah biasa, kasih ajah 2000 trus kabur hehehe. Kalau gue karena bekerja di cilegon mungkin kalau ke Anyer gak begitu menantang. Agak jauh ke dalam mungkin ke arah sumur, paniis dan sekitarnya itu pantainya masih sepi dan bagus serta belum dikapling-kapling kayak anyer. Tapi untuk naik kendaraan umum ke sana ya susah juga sih. Lha wong ke anyer pakai angkot ajah lambat sekali hehehe. Orang-orang cilegon biasanya konvoi pake motor (bebek). Tapi ini termasuk gaya backpacking bukan? Kalau gaya saweran mungkin masuk yah hihihi --------------------------------- Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta. [Non-text portions of this message have been removed]
