Nimbrung juga ya, aku silent member juga nih, yang sempet kerja bolak-balik
ke Ambon selama 2 tahun... :-)

Kalau di Pulau Ambon, selain pantai-pantai yang udah disebut teman-teman
itu, ada juga pantai Liang di Utara, menghadap ke Pulau Seram. Arah barat
laut dari pelabuhan Tulehu. Lebih sepi dari Natsepa karena lebih jauh dari
Kota Ambon. Pasirnya putih banget, lautnya biru dan tenang, kadang-kadang
bisa lihat kapal lewat... dan sesekali ada mama-mama tukang rujak juga.
Paling praktis ya nyewa angkot dari terminal, atau mobil Kijang dari depan
Abdulalie.

Kalau tertarik sama sejarah Maluku, bisa juga kunjungi Musium Siwa Lima di
kota Ambon. Alamat lengkapnya mungkin bisa ditanyakan di hotel / penginapan
setempat. Di daerah Karang Panjang juga ada patung / monumen Kristina Martha
Tiahahu yang menghadap Teluk Ambon. Patung Pattimura (pasti ada dong)
letaknya di lapangan di depan Kantor Gubernur Maluku.

Tambahan informasi penginapan: di dekat Hotel Manise ada penginapan rumahan,
namanya Avema Lestari. Bersih dan kekeluargaan, tapi pintu dan pagar dikunci
pada jam tertentu (kalo nggak salah jam 22.00 atau 23.00). Kalau mau pulang
lebih malam lagi harus kasihtahu yang punya penginapan dulu sebelumnya
supaya nggak dikunci atawa ditungguin. Info lebih lanjut silakan hubungi
pemilik penginapan: Bp. Jan Hekkers, 081343033842.

Wisata kuliner di Ambon juga asik, apalagi kalau doyan seafood. Beberapa
nama restoran yang bisa di-recommend dan keinget sekarang:

Istana Gurih (seafood)
Plus ada satu lagi di Jl.AY Patty (lupa namanya)
Madura'an (masakan Jawa Timuran - di Jl. Sultan Baabulah, deket Abdulalie)
Sari Indah (seafood)
SAtu lagi restoran (yang aduhh.... lupa lagi namanya... Panorama kali ya??),
tapi dia terkenal dengan view-nya ke arah kota Ambon dan Teluk Ambon yang
indah; karena letak restoran ini di atas; di daerah Karang Panjang (cuma ada
satu restoran yang punya view kayak gini). Naik ke Karang Panjang bisa pake
angkot (tanya jurusannya aja), atau ojek yang diambil dari dasar Karang
Panjang (kalo berani dengan tanjakan 60-an derajat dan berliku-liku, and if
you have a death wish like I had... he he he... Loved that ride totally...
kangen juga...). Makanannya sih biasa aja, tapi view-nya itu lho...

Sepanjang pinggir jalan deket pasar Mardika dan sepanjang Jl. Sultan
Baabulah, dijual ikang asar (ikan asap), suami (bukannya "laki orang" lho,
tapi makanan pokok dari ubi kayu giling yang dibentuk seperti kerucut, yang
biasa dimakan bareng ikan), dll.
Di seberang Mesjid Al Fatah ada deretan penjual nasi kuning deng ikan khas
Ambon, dan kalau pagi mereka ini juga jualan bubur ketan hitam dan bubur
kacang hijau (yang pake kayumanis, jadi rasanya khas banget!)

Kalo sempet, beli deh roti kenari (bentuknya kayak roti kasur) merek Hilyah.
Di warung-warung sepanjang Abdulalie juga banyak. Hmmm...

Kalo mau beli minyak kayu putih, minyak lawang, dan penganan khas Ambon
seperti halua, bagea, dll., ada satu toko (yang aduh, lagi lupa lagi
namanya) letaknya persis di persimpangan antara Jl. Sultan Baabulah, Jl. A.Y.
Patty, dan jalan yang menuju arah pelabuhan. Kalo nggak salah namanya
Hidayah deh. Pokoknya di seberangnya Toko Buku Simpang, dan juga di
seberangnya Rumah Makan Padang "Ayah." Personal favorite: bagea bawang
putih. Kalo di toko itu bagea bawang putihnya pas habis, bisa coba cari di
Oasis, toserba di Jl. AY. Patty juga (nggak jauh).

Kalau mau beli oleh-oleh perhiasan / rantai dari besi putih khas Maluku
Utara, ada 1 toko kecil yang model aksesorisnya lumayan menarik, persis di
pojokan Perempatan Ampera (berseberangan diagonal dengan Gereja Hilo).
Letaknya nyempil persis di samping Rumah Makan Mujur (yang btw juga murah
dan enak; menyediakan makanan rumahan yang lumayan bersih. Ikannya juga
seger).

Yang juga seru dilakukan di Ambon adalah: KARAOKE bersama! Kalo cukup pede
melakukan persaingan terbuka dengan nyong dan nona Ambon yang udah pasti
suaranya bagus-bagus, coba ke Kafe Indag (dari perempatan Al Fatah, jalan ke
arah pelabuhan, di sebelah kiri), soalnya karaoke-nya open-air. Di sini
makanannya standar tapi lumayan enak dan murah (standar, maksudnya: nasi
goreng, mi goreng, roti bakar, indomie dengan beberapa variasi, dll). Hampir
semua hotel besar juga punya fasilitas karaoke, yang mungkin lebih privaat
daripada Indag; misalnya Hotel Manise, Grand Soya, dll.

Hmmm.... apa lagi ya? Ini sih yang keinget sekarang. Aduh, pertanyaan ini
bikin aku kangen berat lagi sama Ambon! Good luck with the trip ya. Jangan
lupa cerita-cerita.

-N-


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke