Jakarta Garut bisa diakses dg kendaraan pribadi, bis ataupun KA sampai Bandung. Kalo naik kendaraan pribadi paling 2.5 - 3 jam via tol Cipularang. Kalo naik bis bisa dari Kampung Rambutan cari aja jurusan Garut. Kereta api cuma sampai bandung, lalu dilanjutkan dg bis dari terminal Cicaheum, jarak dari Stasiun KA Bandung ke Cicaheum kurang lebih 45 menit naik angkot .
Obyek wisata di Garut : * Kompleks resort Cipanas (bukan Cipanas yang di Puncak ya), di kompleks ini banyak hotel, resort dan umumnya mereka punya kolam/kamar dengan air panas. air panasnya alami karena dialirkan langsung dari Gn Guntur. Oya, Garut itu kota kecil yang dikelilingi 5 - 6 gunung (kalo gak salah) dan sebagian masih aktif. Tarif hotelnya macam2, tergantung kelasnya ada yang bintang 3 s/d hotel murmer. coba check situs ini : http://kampungsumberalam.com <http://kampungsumberalam.com/> * nggak jauh dari Cipanas ada resort Kampung Sampireun, nah yang ini cukup mahal buat ukuran kocek saya. Konsepnya hotel di tengah2 danau, coba check website nya di www.kampungsampireun.com <http://www.kampungsampireun.com/> * Kalo suka ke gunung, coba mampir ke Gn Papandayan, bisa lihat edelweis atau ke Gn Galunggung yang letusannya terkenal di tahun 80-an * di Garut juga ada sentra kerajian kulit, dari jaket s/d dompet dll. Saya kutip juga artikel di Kompas.com thanks Isi Perut di Garut 11 Juni 2006 | Moderator| 0 Komentar <http://community.kompas.com/index.php?fuseaction=home.detail&id=14834&s ection=99#komentar#komentar> | Kirim Artikel <http://community.kompas.com/index.php?fuseaction=home.detail&id=14834&s ection=99#formartikel#formartikel> Niniek, [EMAIL PROTECTED] Apa yang ada di benak Anda ketika mendengar kata Garut? Dodol? Tepat. Dodol Garut memang tersohor sejak dahulu kala. Dengan gambar aneka buah di dus pembungkusnya dan dominasi warna jingga. Kampung Sampireun? Tepat juga. Karena konon kabarnya Kampung Sampireun adalah tempat bulan madu yang sangat romantis dan letaknya yang sangat terpencil, jauh dari jalan raya utama. Sumber mata air panas? Juga tepat. Karena di Garut terdapat wisata kolam sumber mata air panas di daerah Cipanas dengan tanda masuk hanya Rp 2.000. Di kolam renang Cipanas ini Anda juga bisa menyewa kamar berendam yang bisa memuat dua orang. Tetapi sebenarnya Garut tidak hanya melekat pada dodol atau Kampung Sampireun atau sumber mata air panas. Di Garut Anda pun bisa berwisata perut. Jika Anda ke Garut, coba sempatkan untuk mampir ke Rumah Makan Cibiuk. Anda dapat dengan mudah menemukan rumah makan ini. Ketika kendaraan Anda memasuki wilayah Garut yang ditandai dengan gapura bertuliskan Selamat Datang, arahkan pandangan Anda ke kanan jalan. Sebuah plang besar bertuliskan Rumah Makan Cibiuk terlihat memanggil Anda untuk singgah memanjakan perut Anda. Dan jangan bangga pernah makan di Cibiuk bila Anda belum mencoba sambalnya karena nyawa rumah makan ini terletak pada sambalnya. Ada tiga sambal yang ditawarkan. Yaitu sambal ijo, sambal merah, dan sambal ceurik. Sulit menceritakan bedanya. Saya hanya bisa mengatakan persamaannya: enak. Pedas dan bikin nggak kapok. Coba cicipi pula gurame keringnya yang disajikan bersama peyek kangkung. Jika Anda sangat menyukai peyek kangkung yang unik ini, Anda juga bisa memesan khusus seharga Rp 5.000 dan bisa digunakan sebagai teman dalam perjalanan. Jika Anda membutuhkan kehangatan menyelimuti kerongkongan dan perut Anda, coba pesanlah Bandrek. Tetapi bila Anda menginginkan kesegaran alami, cobalah nikmati dawegannya (es kelapa muda yang disajikan utuh). Ke arah kota, Anda bisa mencari bakmi Parahyangan. Bakmi Parahyangan terletak di Jl. Ciledug No. 35. Jika Anda kebingungan mencarinya, cobalah bertanya pada orang-orang, mereka akan dengan suka cita menunjukkan arah jalan menuju bakmi Parahyangan. Meski menu yang ditawarkan sama dengan resto bakmi yang lain, tetapi Bakmi Parahyangan ini dikenal karena menggunakan bakmi home made. Dengan demikian, meski nama menunya sama tetapi akan berasa berbeda. Setelah dari bakmi Parahyangan, cobalah untuk berjalan-jalan sebentar ke Pasar Ceplak, tepat di depan Bakmi Parahyangan. Tempat ini semacam pasar malam, dengan aneka penganan yang ditawarkan. Mulai dari penganan tradisional sampai yang modern semacam donut. Pasti Anda akan tergoda untuk mencoba salah satunya. Bila Anda merindukan suasana pedesaan atau ingin menikmati suasana pedesaan (buat mereka yang tidak punya memori tentang desa), cobalah menuju Jalan Raya Samarang, seperti jika Anda hendak menuju ke Kampung Sampireun. Anda akan menemukan umbul-umbul Tirtagangga di sisi kiri jalan. Sebenarnya Tirtagangga adalah sebuah resort di daerah Cipanas. Jadi Anda tidak akan menemukan resort Tirtagangga di Samarang. Namun di daerah Samarang ini, Tirtagangga menawarkan nuansa pedesaan dengan program Mulih ka Desa, Makan di Sawah. Ya, di tempat inilah Anda bisa menikmati suasana makan di pedesaan. Nuansa pedesaan benar-benar tercipta di tempat makan ini. Tidak saja karena saungnya yang berada di atas danau kecil. Bukan juga karena ada sawah dan kebun membentang di dekat danau kecil itu. Tetapi coba tengoklah dapurnya yang menggunakan tungku dan kayu bakar. Juga konsep penyajiannya yang mengedepankan petik dan tangkap langsung. Anda dapat mengikuti petugas untuk melihat proses memetik sayuran atau menangkap ikan yang akan dimasak. Konsep ini benar-benar dijalankan sehingga Anda tidak akan menemukan lemari pendingin di sana. Nasi disajikan dalam bentuk sega liwet yang disuguhkan langsung dalam ketelnya, lengkap dengan angus hitam di ketel. Air teh tawar disajikan dalam cerek. Benar-benar mulih ka desa. Sebagai appetizer, Anda akan disuguhi rengginang dan sukun goreng. Free. Buah sukun inipun dipetik langsung dari kebun. Dan yang paling mengesankan sehingga saya selalu merasa kangen untuk kembali ke sini adalah ketika saya berniat membeli buah sukun untuk oleh-oleh ke Jakarta, Si Abah (yang tampaknya sebagai head chef di sana) dengan serta merta meminta anak buahnya memetikkan 1 buah sukun untuk kami. Gratis. Sebelum kembali ke kota Anda, sempatkan untuk berbelanja oleh-oleh. Apalagi jika bukan dodol Garut. Salah satunya yang cukup terkenal adalah Piknic di Jl. Cileduk, tidak jauh dari Bakmi Parahyangan. Tanyakan pada orang-orang sekitar jika Anda susah menemukan tempat yang dituju. Dan mereka akan menjawab dengan suka cita. Dodol yang ditawarkan bukan saja dodol dengan kemasan klasik, tetapi juga dengan kemasan yang lebih atraktif. Warna-warni. Bisa dibeli kiloan maupun yang sudah dalam kemasan. Rasanya libur akhir pekan Anda di Garut akan betul-betul meriangkan si perut ________________________________ From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Bulan Purnama Sent: Tuesday, January 16, 2007 11:51 AM To: [email protected] Subject: Balasan: [indobackpacker] Garut Hai nge, boleh dong aku share dikit aku pernah KKN di garut sekitaran leles, sekarang sih paling lama jakarta garut (leles) lewat tol cuma 2.5-3 jam, tergantung garut mana yg dituju..hehee dileles ada pemukiman kecil & candi ditengah danau yg exotic bgt deh..kita bisa ke candi cangkuang itu dengan perahu getek. ongkosnya berapa yah...sorry lupa. Setauku disana ada juga sumber panas bumi yg bisa dikunjungi....(tapi ga tau aksesnya) tentunya beberapa hot spot buat wisata kuliner, selain dodol garut. Selamat berlibur..! Regards, juli inge krisniawaati <[EMAIL PROTECTED] <mailto:ingekrisniawati%40yahoo.com> > wrote: Dear Teman2 Backpackers, Mohon informasi dari teman2 atas beberapa pertanyaan saya ini mengenai Garut : 1. berapa lama perjalanan Jakarta - Garut ? 2. Ada object wisata apa saja ya di sana ? Apakah bisa diberikan rekomendasi kepada saya ? Thanks before buat informasinya Rgds, Inge __________________________________________________________ Food fight? Enjoy some healthy debate in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A. http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545367 <http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545367> --------------------------------- Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
