Melengkapi saja soalnya saya sendiri juga blum pernah ke Bhutan. Kawan
saya sekitar 3-4 tahun lalu berkunjung untuk trekking. Seperti yang
disampaikan Pak Santoso visa ke Bhutan dihitung perhari dan hanya bisa
didapat dengan travel agent. Ini untuk turis kalau untuk diluar itu
(bisnis, studi/riset atau social visit) saya kurang tahu. Beberapa
websites travel agent menyediakan jasa untuk mengatur visa. 

Bhutan ini negeri kecil saja tapi mempunyai kebudayaan yang unik.
Lebih mirip Tibet dibandingkan Nepal. Salah satu yang jadi atraksi
menarik adalah kepandaian penduduk Bhutan memanah. Bhutan juga menutup
diri dari budaya luar. Namun akhir2 ini karena dampak televisi yang
begitu hebat membuat terjadi kriminalitas yang pertama disana setelah
sekian ratus tahun. Juga mulai adanya keinginan membeli barang.
Sesuatu hal yang tidak pernah terjadi dalam masyarakat tradisional
sebelumnya. Ah jadi inget Baduy dalam.

Saya juga sangsi dengan aplikasi visa lewat Kedutaan Jepang. Setahu
saya hanya warga India yang boleh masuk tanpa visa. 

Salam,
Ambar


--- In [email protected], joko santoso <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
>  
> Saya belum pernah ke Bhutan.  2 tahun lalu, sewaktu
> menyiapkan jalan ke India-Nepal, saya sempatkan
> mencari banyak info tentang Bhutan.  Sempat terpikir
> mengapa tak sekalian ke kerajaan naga itu sebelum
> akhirnya balik kanan-:).  Untuk bisa ke Bhutan, semua
> pegunjung harus memakai jasa biro travel.  Biro
> travelnya ada di Kathmandu dan ditunjuk (diregistrasi)
> oleh pemerintah Bhutan.  Ongkosnya sekitar USD250
> per`hari!  Sebagian besar uang itu masuk ke kas
> pemerintah.  Sengaja dibuat mahal demi proteksi budaya
> dan mengurangi minat orang asing yang akan ke sana.
> 


Kirim email ke