Setelah 3 malam di Lima, tiba saatnya ke luar dari ibukota.  Ibukota itu 
seringkali menipu.  Apa yang ada di sana bukan gambar sebenranya dari keadaan 
negeri.  Bagaimanapun ibukota adalah pintu utama sebuah negeri.  Karenyanya ia 
menjadi etalase, pajangan, show room.  Kalau ingin sedikit banyak tahu potret 
kondisi sebuah negeri ke luarlah dari ibukota.  Kalau perlu ke dusun-dusun 
terpencil yang hanya dilayani oleh transportasi serba terbatas.

5 malam setelah ke luar dari ibu kota banyak hal di luar target yang telah saya 
dapat.  Selama 5 malam pula saya lewatkan di tempat berbeda.  Di sebuah hostal 
Nazca yang terletak di timur Plaza de Armas; di perjalanan bis antara Nazca - 
Arequipa; di sebuah hostal Arequipa, yang juga jadi tempat kos mahasiswa yang 
belajar Spanish; di Chivay, di sebuah kota kecil berpenduduk 4000 orang dan 
berada di ketinggian 3700; dan semalam saya lewatkan dalam perjalanan bis 
Arequipa - Cuzco.  Semua orang yang ke Peru pasti ke Qusco. Qusco adalah 
satu-satunya gerbang untuk menuju situs Inca paling terkenal Machu Picchu.

Antara Lima dan Nazca hanya ada bis ekonomi.  Jarak kedua kota sekitar 450km.  
Kata buu panduan perlu 8 jam perjalanan, kata penjual tiket hanya 6 jam.  Saya 
maunya berangkat pagi, apa daya bis terpagi baru berangkat jam 12.30.  Meski 
ada kemungkinan tiba malam, saya tidak khawatir karena Nazca bukanlah kota 
besar.  Penduduknya hanya 20.000.  Saya ke Nazca lantaran penasaran dengan 
Lineas de Nazca, garis-garis misterius di pampa Colorada yang membentuk puluhan 
gambar dan hanya bisa dilihat dari udara.

Saya alokasikan untuk singgah di Nazca barang 2 malam.  Alasannya, sulit untuk 
bisa dapat tiket terbang jika go show.  Kenyataan berkata lain.  Begitu saya 
tiba di hostal Mirador de Nazca, di lobby banyak yang menawarkan tiket.  
Terbang di atas garis Nazca ini sangat mahal.  Pesawat yang dipakai 
berpenumpang maksimal 5 orang.  Mengingat hal ini lebih mudah kalau pergi 
bersamaan, saya bergabung dengan 2 orang lain yang kebetulan menginap sehostal.

Terbang di atas Lineas de Nazca hanya berlangsung 45 menit.  Saya sudah siap 
mental perut bakal dikocok seperti saat terbang Bada - Tentena barang 12 tahun 
lalu.  Syukurlah, yang terjadi jauh dari yang saya khawatirkan.  Makanya 
terbang hanya ada paling siang sampai jam 11.  Dengan terbang pagi, cuaca masih 
cerah dan kemungkinan kecil bertiup beliung.  Sebelum terbang kepada penumpang 
dilakukan induction.  Ditunjukkan gambar apa saja yang akan dilihat, berapa 
menit alokasi waktu untuk tiap gambar.  Sebelumnya, calon penumpang diminta 
menulis di manifest dengan menyertakan bobot badannya.  Menjelang naik pesawat, 
pilot meminta seseorang untuk jadi co-pilot.

Pesawat melata ke ujung landasan.  Begitu pemanasan dirasa cukup pilot berseru, 
¨´Vamos¨´  Kami semua menjawab, ¨Vamos¨  Pesawat merayap naik, menjelang obyek 
pertama pilot menerangkan, ¨´Kita akan mendekat ke gambar anjing .. perhatikan 
gambatr anjing ada di sebelah kiri pesawat.¨¨  Saya yang duduk di sebelah kiri 
tentu saja sudah siap dengan kamera.  Pesawat memutar ke kiri, kemudian pada 
jarak tertentu berbalik arah memutar ke kanan.  Setiiap obyek dikitari 2 kali, 
dari kiri dan dari kanan.  Maksudnya agar memberi kesempatan yang sama pada 
tiap penumpang.  Berturut-turut gambar kolibri, kondor, kera, trapesium, ikan 
paus, astronot, tangan kami lihat dari udara.

Lineas de Nazca adalah salah satu dari beberapa misteri besar dunia.  Peradaban 
apa yang telah membuatnya?  Bagaimana melukis sesuatu di 10-15 abad lalu jika 
di hari inipun untuk melihatnya mesti dari udara?  Teori yang paling gampang 
tentunya menyertakan UFO.  Makhluk luar angkasa nan cerdaslah penciptanya.  
Yang terkenal sebagai pendukung teori ini adalah Erich von Daniken.  Dari 
telaah serius Maria Reiche, dengan perhitungan dan analisis matematika yang 
presisi, disimpulkan bahwa gambar-gambar di Nazca berkaitan dengan posisi 
matahari.  Peneliitian Johan Reinhard menemukan bahwa garis-garis itu memberi 
petunjuk tentang adanya sungai bawah tanah.  Adanya garis-garis itu sudah 
menunjukkan di tengah pampa, gurun cadas, itu pernah ada kehidupan.  Bukankah 
tak ada kehidupan tanpa adanya air?

Keterkaitan Nazca dengan air saya lihat sekitar jam 3 sore di Cantallo 
Aqueducto.  Di bawah pampa yang kejam itu mengalir seutas rio submergada, 
sungai bawah tanah.  Sungai itu ditimba dengan jalan membuat aqueduct.  
Menakjubkan memang, air yang mesti ditimba itu mampu mengubah tanah gersang 
menjadi beberapa kebun penghasil buah buahan.  Nazca adalah penghasil 
buah-buahan.  Harga apel dan jeruk di sini sekitar S1,2 (5000 rupiah) padahal 
kualitasnya sama dengan apel dan jeruk impor di tanah air.

Malamnya, sembari menunggu bis ke Arequipa, saya berguru ke rumah Viktoria 
Nisitzki.  Viktoria ini teman lama Maria Reiche dan sampai saat ini melanjutkan 
kerja Maria.  Viktoria, yang misterius dan agak nyentrik, setiap hari 
memberikan kuliah umum di bengkelnya.  Untuk ikut kuliah minimum ada 3 orang 
dan ongkosnya S15.  Malam itu, mesti ditungg hingga beberapa saat, hanya ada 
saya sendirian.  Ya sudah .. jadilah kuliah privat.  Viktoria punya model 
Lineas Nazca yang dibuat dari semen.  Skalanya sekitar 1:10.000.  Dengan jelas 
ia menunjukkan bahwa garis garis yang memanjang dan bersilangan itu bertepatan 
dengan pergerakan bintang.  ¨Lihat ini gambar kera,¨¨ katanya.  Kera itu hidup 
di hutan, hutan artinya banyak air.  Saat diteliti di lapangan, lapisan di 
bawah gambar kera memang memilik potensi air yang luar biasa.

Selesai di sini dan misteri telah terungkap?  Tentunya belum.  Benar bahwa 
gambar-gambar di pampa itu memang dibuat dengan sebuah maksud maksud.  Ada 
kemungkinan gambar-gambar itu bertepatan dengan peta potensi air bawah tanah.  
Pertanyaannya, jika sesederhana itu mengapa bisa terbentuk lukisan yang 
jumlahnya lebih dari 20 figur?  Mengapa mereka mampu menarik garis lurus lebih 
dari 20km tanpa bantuan alat modern semacam theodolit, waterpass, apalagi GPS?  
Salah satu jawabnya bisa jadi meminjam ucapan terkenal dari Stephen Hawking, 
bahwa jika suatu saat kita mampu meringkus seluruh fenomena alam dalam sebuah 
rumus, kita tetap tidak tahu mengapa alam semesta ini diciptakan.  Saya kira 
Lineas de Nazca pun demikian.  Ia bisa diteorikan apa saja namun manusia modern 
paling banter hanya bisa menduga-duga mengapa ia dibuat.  Bukankah hidup ini 
akan kering tanpa misteri? 

Salam dari Cusco
24-Mei-2006. hora 09.11.

nb: Nota ini ditulis dicicil di Nazca, Arequipa, Chivay.  Setiap hotel di Peru 
menggratiskan internet!  Ada yang full gratis, ada yang gratis hanya 20 menit.


      
__________________________________ 
Yahoo! Movies - Search movie info and celeb profiles and photos. 
http://sg.movies.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke