Catatan : belajar dari bajak membajak atau kutip mengkutip, saya cuman
senyum mangkel saja. Tapi semoga itu ngg menghentikan saya menulis
dimanapun. Hanya mungkin sebuah renungan untuk temen2 jurnalis ataupun
para pengelola website, bahwa contents atau isi di internet bukan
berarti adalah milik siapa saja. Ranah maya adalah ranah yang juga
mempunya kode etik dan wacana.



Regards,
Ambar

-----------------------------------

Smarter Way to Jakarta

Valuair adalah penerbangan budget langganan saya kalau mudik ke
Jakarta (diralat : sebenarnya Jogja). Dulu sebelum terkenal karena
murah Valuair hanya sekali return Sin-Jkt. Tapi semenjak diakusisi
oleh Jetstar Asia, frekuensi penerbangannya makin banyak. Bahkan mulai
membuka rute baru ke Indonesia sebagai hasil warisan merger.  Valuair
selalu membanggakan diri sebagai maskapai yang berbeda dari
pesaing-pesaingnya.

Seperti penerbangan budget lain, Valuair memakai sistem online untuk
booking. Yah standar aja. Saat ini sistem bookingnya jadi satu dengan
website Jetstar Asia.  Masukkan tanggal bepergian, pilih jenis tiket
-dari yang paling murah (Jetsaver) hingga yang fleksible (JetFlex).
Namun jangan salah, karena Valuair tetap memakai logo dan pesawat
sendiri. Namanya dalam sistem timetable di bandara-pun tetap Valuair.
Untuk Indonesia hanya Jakarta, Surabaya dan Denpasar yang bisa dilalui
jalur penerbangan ini. Itupun semuanya menuju Singapura. Nah apa sih
yang membedakan Valuair dengan yang lain? Airasia misalnya.

Yang jelas adalah dikasih makan. He he he....jadi jangan kuatir
kelaparan. Dulu biasanya sih nasi lemak plus tumis ayam. Lumayanlah
mengganjal perut. Minum juga jus atau air putih. Teh dan kopi juga ada
sesuai permintaan. Layanan ini memang sangat terasa di tengah era
non-food flight alias kudu beli onboard. Mahal euy!

Masih ingat kalau dengan Airasia kita harus rebutan ngantri sebelum
menuju pesawat hanya untuk mendapatkan tempat duduk? Nah di Valuair
ngg kejadian deh. Walau pesawatnya lumayan kecil Airbus (sori ralat
Boeing) 737 tapi untuk urusan tempat duduk disesuaikan dengan check-in.

Beberapa minggu lalu Valuair bahkan memperkenalkan check-in online
termasuk memilih tempat duduk sendiri. Sistem check-in online ini
memang baru diperkenalkan Singapore Airlines (SIA) sekitar 1.5 tahun
lalu. Nyatanya sekarang budget airlines mulai melirik fasilitas ini.
Ketika mencoba, semua proses berjalan lancar. Yakin banget bakalan
dapet tempat duduk inceran. Eh sewaktu di Changi malah dicuekin. Mbak
yang di frontdesk malah bilang, itu cuma akal2an doang.  Entahlah,
nyatanya ketika saya balik ke Singapura saya duduk di tempat yang saya
pesan sesuai dengan check-in online. Dibanding Xpress Boarding-nya
Airasia yang harus bayar fee untuk memilih  tempat duduk, nampaknya 
Valuair tidak tergoda untuk melakukan hal yang sama.

Salah satu feature baru yang saya rasa berguna banget adalah kita bisa
merubah jadwal tanpa melalui Call Centre. Nah apakah ini udah
terbukti? saya belum tahu. Nyatanya untuk penambahan/penggantian masih
bisa dimungkinkan.  Valuair akan mengirimkan update itinerary dalam
format pdf.
Penambahan atau penggantian itu bisa dilakukan hanya dengan memasukkan
nomor booking reference dan nomor tiket. Sistem akan memanggil
otomatis dan update setiap kali melakukan perubahan. Sepertinya ini
hanya bisa dilakukan bagi pembeli tiket dengan kartu kredit. Untuk
selain itu sepertinya harus melakukan check-in manual.

Ohya biasanya Valuair ini depart dari Terminal 1 di Sukarno Hatta di
pintu D6, sedang di Changi berangkat dari Terminal 1 pintu D37. Karena
Valuair dianggap penerbangan asal Singapura ia dianugrahi tempat
Terminal 1 bukan di Terminal Budget seperti kawan2nya.

Secara keseluruhan saya ngg ada komplain mendasar dengan Valuair.
Ketika ke Jakarta tanggal 16 Mei lalu saya sempat mengkhawatirkan
harga naik karena berbarengan libur panjang. Nyatanya harga teteup
saja. Waktu itu saya mengeluarkan S$177 return, bandingkan dengan
Garuda yang membengkak menjadi S$534. UedianÂ…



--- In [email protected], Aris <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Artikel ini, ditulis oleh Ambar Briastuti, kontributor dan Owner
> Administrator web resmi www.indobackpacker.com
> 
> Kami Pengelola situs indobackpacker.con Protes, karena pengutipan tampa
> memberitahukan kepada kami, juga menyertakan link yg benar di tulis
> ibp.com dan nama penulis pun Hilang, duh! Pabrik Rokok Gudang Garam
> dengan Biaya Iklan Ber Milyar Rupiah, ternyata tidak menghargai kami,


Kirim email ke