Catatan : Maaf Bang Poltak ini sy FWD ke milis karena infonya
berharga, juga kemungkinan karena lupa ngerubah setting reply di
header email.
-------

Tentang fee tiket online, saya sih no problem Bang. Selama konsumen
itu diberitahu sebelumnya. Bahwa harga tiket sekian plus biaya admin
(misalnya untuk pre book secure seat) saya sih monggo-monggo saja.
Karena itu kan lahannya travel agent/broker/calo  yang berkantor
ataupun yang suka nawarin di bandara. Rejeki orang masing2,  saya ngg
bisa ganggu gugat.

Yang menjadi keberatan saya tentang airfares.com.sg karena dalam
penampilan harga dicantumkan  fee S$ 0 alias ngg ngambil komisi. Ini
yang kemungkinan tidak terbaca bagi konsumen yang jeli tentang selisih
harga di web mereka dan harga resmi di maskapai. Dianggapnya wong Misa
Travel ngg ambil fee  yang senyatanya adalah 'hidden charges' dan
'misleading consumer'. Silakan aja ikuti jejak pemesanan tiket saya
kemaren (SIN-LHR). Yang lebih saya tekankan adalah itikad perusahaan
ini terhadap pembeli. 

Jika saya konsumen Misa dan diberi tahu biaya admin (ie dicantumkan di
website)  karena pesannya mepet dll yah kembali ke kerelaan saya
bayar. Saya juga pernah make jasa Hogg Robinson disini dan kena charge
S$100 karena mereka memakai Galileo. Ngedumel juga sih...tapi gimana
lagi. Akhirnya berjanji mending nyari sendiri. Selain jadi ngerti
liku2nya juga ditanggung lebih murah he he he....

Nah tentang apakah Qatar Airways punya perjanjian eksklusif dengan
Zuji? Ngg tahu juga Bang. Tapi gini, untuk perusahaan seperti Zuji
mereka mendapat komisi diluar dari harga tiket. Jadi komisi itu TIDAK
dibebankan ke konsumen. How they do it? Kemungkinan mereka memakai
refferal berbasis click atau link to. Selebihnya rahasia perusahaan.  

Yang saya heran adalah di Misa Travel ( akses kemaren 26/06) Qatar
AIrways muncul di urutan teratas (yang berarti termurah dan paling
direkomendasikan). Lah kok tetep bayar ekstra. Sekali lagi namanya
dagang adalah siapa yang bisa bermain cantik di industri macam gini.

Salam,
Ambar

Cerita Ambar
http://ambarbriastuti.blogspot.com
http://www.flickr.com/photos/ambarbriastuti/
Adventure. Backpacking. Photography.




> > From: "r poltak nainggolan" <[EMAIL PROTECTED]>
> > Date: 27 June 2007 00:13:18 GMT+08:00
> > To: "Ambar Briastuti" <[EMAIL PROTECTED]>
> > Subject: Re: [indobackpacker] Re: Fee tiket online (used to Terbang  
> > ke Latin)
> >
> > Saya kira terlalu dini kalau mengatakan Misa kurang jujur. Dalam  
> > hal ini mungkin Zuji punya kontrak esklusif dengan Qatar sehingga  
> > Zuji bisa langsung pakai sistem reservasi Qatar dan issue tiket  
> > sehingga harga tiket Zuji sama dengan harga tiket website Qatar.  
> > Qatar akan memberikan komisi kepada Zuji atas penjualan ini.
> >
> > Sedangkan Misa kemungkinan menggunakan sistem reservasi Galileo  
> > atau Amadeus sehingga dia harus bayar cost kepada provider sistem  
> > reservasi ini.
> >
> > Juga mungkin karena adanya selisih kurs pada saat perhitungan  
> > tiket. Qatar dan Zuji menggunakan sistem reservasi yg sama makanya  
> > kursnya juga sama. Sedangkan Misa menggunakan sistem reservasi lain  
> > yg menggunakan patokan kurs yg beda juga.
> >
> > Semua cost diatas jika di total akan menghasilkan selisih yg  
> > dimaksud yaitu SGD 62..
> >
> > Di indonesia sebetulnya besar banget celah untuk membodohi pembeli,  
> > yaitu perhitungan taxes, surcharges dan insurance. Konsumen terima  
> > aja angka yg di sodorkan oleh travel, padahal bisa aja travel  
> > melakukan mark up di sini. Harga dasar mungkin aja sama antara satu  
> > travel dengan yang lain tapi biaya surcharges bisa beda-beda. Kalau  
> > saya terbang pake MH, pertama saya coba book dulu sektor yg akan  
> > saya terbangi di www.mas.com.my Misal ke Paris biaya surchargesnya  
> > USD 250. Seharusnya biaya surcharges di travel juga sama kan. Nah  
> > ternyata di travel angka ini bisa menjadi USD 300 loh bahkan ada yg  
> > USD 325.... Kalau sudah gini saya bisa mendebat mereka dan biasanya  
> > mereka jadi malu dan nurunin harga jual.
> >
> > poltak
> >
> 

Kirim email ke