Sarah, Turut bersedih dengan apa yang menimpa rekan-rekan mu. Saya pribadi juga pernah merasakan kehilangan teman satu grup di kejadian yang lain. Kejadian di P Pramuka kemarin masih meninggalkan tanda tanya yang cukup besar tapi pada intinya adalah karena kurang perhatian dengan rekan sejawat serta kurangnya pengetahuan akan kondisi lapangan.
Pada dasarnya rekreasi di laut lepas harus dipersiapkan dengan baik. sehingga mengeliminir situasi yang tidak diinginkan. Bawalah peralatan yang memadai seperti kalau snorkling ya bawa fin dan masker. Kalau tidak punya bisa nyewa khan? Atau kalau nyelam ya fin nya untuk yang menyelam dan bukan fin untuk snorkling trus ada regulator cadangan (octopus) kalau2 ada rekan sejawat yang butuh pertolongan di bawah sana. Trus pengetahuan juga harus tahu. Semisal kalau menyelam lebih dari 30 meter ya kudu tahu kalau ada resiko mabuk nitrogen sehingga minimal harus bisa melihat rekan sejawat. Kalau tidak bisa melihat karena pandangan buruk ya mending gak usah diteruskan. Khusus untuk bermain-main di tepi pantai, kita bisa mencontoh para surfer bule. Sebelum surfing mereka biasanya jalan-jalan di tepi pantai untuk melihat gelombang dan arus. Ada fenomena yg ada yg menyebutnya fenomena gigi ompong dimana ada celah diantara gugusan karang sejajar di tepi pantai persis seperti celah diantara deretan gigi kita. Nah disitulah aliran air akan menyempit kalau kembali ke laut dan menghasilkan tarikan kuat cukup untuk menyedot perenang. Daerah ini gak boleh direnangi!! Kalau terjebak di tempat seperti ini, bersukurlah anda kalau memakai fin. Kalau tidak, jangan dilawan. ikuti saja sampai pengaruh tarikan hilang kemudian berenang sejajar sampai ke tempat lain yg lebih aman. rgd, Joe ----- Original Message ---- From: Sarah JoJo <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Friday, June 29, 2007 11:32:33 AM Subject: [indobackpacker] Re: Pramuka, 30 Juni - 1 Juli. Ada yang mau join? Mas Yuditha, Kalo boleh lebih spesifik, kecelakaannya kenapa ya? trus pas lagi kegiatan apa? diving kah? snorkeling kah? atau yang lain? soal nya saya tertarik bgt ke p.1000 (hehe). dan sampai saat ini pulau seribu masih jadi andalan untuk wisata laut terdekat dibanding anyer, yang mana di laut ini bener2 parah ombaknya. Pasang naik dan surut nya bener2 gak teratur. Saya jadi inget waktu backpacking rame2 tmen2 Senat + Bem kampus. Critanya kita pembubaran senat di pulau seribu, basecamp P. Untung Jawa selama 2 malam. Kelar dari pulau seribu, beberapa orang termasuk saya lanjut 'ngeteng' tronton ke anyer untuk RaKor BEM selama 2 malam juga (duh, tapi saya bener2 gak inget nama penginapannya nya apa di anyer). Setelah semalam suntuk rapat, pagi2 sekitar jam 6 pagi cewe2 main2 di pinggir laut. Kayak ngebentuk lingkaran orang gitu lompat2 gak jelas juga sih.. tapi ketinggian air nya cuma se-lutut. Tapi lama kelamaan tanpa ada yang sadar mereka terbawa arus ke tengah laut, sampai tiba2 ada ombak besar yang menyapu cewe2 itu. Beberapa temen cowok langsung berenang untuk menolong. Tapi akhirnya 5 temen saya bener2 pergi pagi itu. 2 orang wanita dan 3 orang pria yang bermaksud menolong.
