met kenal bro ..
   
  bertengkar ? .. spertinya ngga. Kita berdua dari satu kampung halaman dan 
saling kenal hehe... Dan kebetulan kerja sbg kuli kasar menjual jasa 
pariwisata. Jd lebih tepat semacam rendevouv di Milis dlm bentuk obrolan.
   
  Bawa kepentingan perut masing2 ?? ... Spertinya semua org perlu makan, mo 
tinggal di kampung or di kota kecil ato besar. Bahkan org kaya yg hidup dgn 
bunga depositonya perlu kerja agar dia merasa hidup bisa terasa lebih hidup 
selain u/ pergaulan sosialnya. Tinggal di lihat gimana cara nya mencari makan 
.. halal ato ngga. Dan atau untuk diri sendiri ato dgn temen2 / mitra2 nya, 
walau itu jadi haknya dia mo makan sendiri ato di bagi2.
   
  Kita kirim tourist ke pedalaman kemudian tinggal di Resort mewah bintang 5 
lengkap dgn segala fasilitas2nya kemudian balik Jkt dan pulang ke negaranya, 
kita dpt semua uangnya ... itu beda dgn kirim bule tsb tinggal di lokal house 
atau di rmh kepala desa / sangadi / ayahanda dan si bule dikawal o/ pemandu & 
porter lokal, make dan sewa perahu nelayan setempat, merasakan minum air sungai 
yg jernih bukan dari dispenser canggih. Kepuasan yg kita dapat sbg Operator 
sangat tidak bisa anda bayangkan saat tamu puas semua mitra2, contact-person2, 
guide2 lokal di lapangan dan di pedalaman bisa senang .. dan kita semua bisa 
makan !!
   
  eniweii prast posting dari kampung mana, yg ada fasilitas internetnya?  .. yg 
pasti bukan kampung di pedalaman kalimantan atau papua y, yg kemana2 bila 
pingin cepat harus naek pesawat hehe...
   
  dan 'dasar sifat bangsa indonesia' ? sudah sempat mengambil sample statistik 
nya bro ..?
  dan sudah berapa propinsi dan kampung2 yg dikunjungi sehingga bisa 
menganalisa demikian ? 
   
  Jgn sampai sifat penduduk 33 ibukota di 33 propinsi dianggap sdh bisa 
mewakili ratusan kampung2 besar dan kecil di pedalaman2 nusantara yg hidupnya 
rata2 msh pas2an..
   
   
  Salam,
  LEO
   
   
   
  

"B. Prasetya" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  prast,

hai kalian bertengkar apa sech? satu sedih - satu gembira..hehehe, dua2nya
bawa kepentingan perut masing2 ya..ah dasar sifat bangsa
Indonesia....makanya tinggal di kampung ga mikirin naek pesawat..

_prast




Don,

Saya pribadi merasa ada baiknya sekali2 Penerbangan Indonesia di blak
list seperti ini. Agar semua maskapai penerbangan dan juga Departemen
Perhubungan khususnya Udara memperbaiki diri, kecuali kalau masih tidak
tau maluu !!

Belum lagi dgn keterlambatan2 yg sangat sering terjadi. Itu sangat
mengkhawatirkan kita yg sering membawa tamu2 keliling Nusantara, apalagi
bila pesawatnya sambung menyambung. Seperti contoh dari Manado -
Balikpapan - Berau, kemudian dihari berikutnya Balikpapan - Surabaya -
Semarang - Pangkalan Bun .. itu masing2 dlm sehari dgn pesawat yg
berbeda dgn selisih 2, 3 di bandara.

Dari Balikpapan akan masuk Tj. puting tanpa via banjarmasin untuk
melihat float market karena tidak ada pesawat dari banjarmasin ke
pangkalan bun (pesawat u/ itu katanya lg di mantanaince, emang
pesawatnya cuma satu kalee ?? ), sehingga akhirnya keliling lagi lewat
pulau Jawa.

Keterlambatan pada salah satu armada akan membawa efek ke penerbangan
selanjutnya. Membuat kita sbg Operator empot2an jantung saat trip belum
berakhir !! Itu baru dari jadwal, belum lg dari statistik kecelakaan nya

.
Salam,

LEO





       
---------------------------------
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke