Saya lanjutkan dengan dengan pengalaman dgn moda transportasi lainnya: *BIS (Antar Kota)* Kalau di China, bis antar kota ini hanya ada di setasiun bis utama, biasanya kalau di kota kecil ada di tengah kota, tapi kalau di kota besaar agak kepeinggir sedikit, tapi masih di kota juga, nggak kayak cililitan atau pulogadung yg agak jauh dari kota.
Di setiap kota kadang ada lebih dari satu setasiun bis, karena tujuan yg berbeda, sama seperti Kalideres buat ke arah barat dan Pulogadung buat ke arah timur. Informasi bis yg kita butuhkan selalu ada di buku Lonely Planet - China, sehingga kita terbantu untuk mengetahui ke setasiun bis mana yg harus kita pergi untuk tujuan kota tertentu. Biasanya disebut sbg setasiun bis utara atau selatan atau timur. Bentuk setasiun bisnya biasanya sedang2 saja ukurannya, nggak segede gaban kayak di Indonesia, tapi sangat efisien. Bis yg belum dapat giliran berangkat, secara teratur antri dibagian belakang emplacement, dan yg mau berangkat parkir di baris2 yg sdh ditentukan sesuai dgn tujuannya. Bis yg baru tiba, setelah menurunkan penumpang biasanya langsung pergi lagi, tapi saya nggak tahu kemana perginya, sehingga terminal tetap tidak crowded. Calo tetap ada, tapi biasanya buat bis2 yang jarak sangat dekat, dan model2 bis bumel (apa ya artinya, saya lupa?) di Jawa. Tapi buat bis antar kota yg kita naikin, biasanya tertib nggak ada calonya. Bis antar kota ini sangat tertib, jumlah penumpang maksimal sejumlah kursinya, nggak boleh lebih!!! Kalau lebih bisa urusan sama polisi. Kita nonton sendiri di TV adanya razia bis2 yg mengangkut penumpang lebih dari yrsi yg tersedia, dan yg ditangkap bukan saja sopirnya tapi juga penumpangnya, kayak penjahat ditangkap yg di TV2 di indonesia .... Selain itu, setiap bis selalu pakai AC atau heater kalau musim dingin, sehingga kenyamanan lumayan terasa. Kursinya juga sangat manusiawi, artinya ada jarak yg cukup dgn kursi di depannya, dan bersih, ada disediakan tempat sampah dan plastik untuk sampah2 kita. bahkan pernah ada kejadian anak kecil muntah, bapaknya dimarahin sama kondekturnya, dan disuruh bersihin sendiri muntahnya sampai bersih. Sialnya, si anak muntahnya pas didepan saya dan nyaris mengenai backpack saya. Hal yg paling nggak enak adalah bau muntahannya yg agak lamaaa hilangnya dr bis krn bisnya agak tertutup ..... Perjalanan bis yg kita ambil ini biasanya agak panjang bisa 4-6 jam, tapi biasanya sekitar 2-3 jam sekali berhenti buat istirahat. Kalau pas naik bis yg agak lama ini, biasanya istri mulai puasa minum. Kalaupun minum hanya sekedarnya saja. Kenapa? Toiletnya itu yg ampuuuuun menghilangkan selera ....... nanti saja deh cerita di lain topik ...... Selama perjalanan ke berbagai daerah, kualitas jalanan sangat baguuuus, bahkan kebanyakan jalan kelas highway yg super mulus .... Hasil dari ekonomi china yg sangat kuaaaaat ..... Hal yg paling nggak tahan (pasti lebih parah kalau pas winter) adalah bau badan orang china yang ampuuuuun baunya, tajam sekali. Makanya, setiap kali naik bis jarak agak jauh seperti ini, yg pakai ac, pasti parfum kami siapkan, untuk disemprot-semprot di kursi supya bau bis agak lumayan nggak terlalu "bacin" ...... he5x ..... (maaf ya, tapi saya memang paling nggak tahan sama baunya itu ...) Untuk membeli tiket bis ga,pang, kita tinggal ke setasiun bisnya, bisa beli in advance untuk bis2 yg akan berangkat hari itu (kalau takut kehabisan tiket untuk jam berangkat yg kita inginkan). Sebaiknya, tanya dulu di loket berapa untuk beli tiketnya, lalu kita pergi ke loket yg diberitahu, kasih tahu tujuan lalu bayar. Harga tiket untuk jarak misalnya sekitar 240-an km atau 5.30 jam harga tiket sekitar 46-an yuan (saya agak lupa persisnya). 1 yuan sekitar Rp 1.250,- . Nah di tiket tsb sdh ada informasi lengkap emplasement tempat bis itu menunggu dan nomor kursinya. Tapi jgn kaget kalau kusri kita sdh diambil orang lain, urusan nomor sering kali nggak terlalu berlaku, ya sdh kita ambil saja tempat duduk orang lain juga ...he5x .... Tapi kalau mau protest bisa aja ke sopir atau kondektur, nanti mereka akan bantu koq .... Barang2 biasanya disuruh tarok di bagasi, kalau kecil2 bisa dibawa. Merokok di dalam bis dilarang. Perjalanan kami selama ini cukup enak dan tidak berasa membosankan, selain bisa tidur dgn enak krn berjalan di highway yg empuk, kursi juga enak, dan pemandangan sangat indaaaaaah ..... Bagi bis jarak jauuuuuuuuuh sekali, di china ada yg namanya sleeper bus. Bentuknya bis biasa, tapi kursinya diganti dgn kursi yg seperti tempat tidur. Setiap bis ini dibagi dalam 3 baris sleeper dan bertingkat 2 dan ada 4 baris lagi ke belakang. Jadi ada sekitar 24 sleeper. Saya nggak sempat naik bis model beginian, tapi asyiiik juga ya bisa rebahan selama perjalanan. Harganya sedikit lebih mahal dan jalannya agak sedikiiiit lebih lambat dari yg biasa, tapi nggak beda jauh sih bedanya. Kalau saya perhatikan kayak tempat tidur jalan ...he5x ...... Oh ya, tiket itu dijual sama setasiun bisnya (pemerintah), setiap mau berangkat di check lagi sama petugasnya (kebanyakan wanita). Kalau masih ada yg kosong, biasanya si sopir suka juga angkut penumpang di jalan. Bahkan beberapa kali kelebihan penumpang dan penumpangnya dikasih kursi kayu kayak dingklik, dan duduk di lorongnya. makanya, kami lebih suka duduk di paling depan atau di paling belakang dekat kaca, soalnya agak longgar dan tdk terganggu dgn hal2 beginian. kami perhatikan, pengelolaan terminal bis di Guilin (yg memang kota tourist) paling okey. saat kami bertanya ke information lokasi bis kami, petugas wanitanya sampai2 mengantarkan kami ketempat bis kami (luar biasa !!!). Pas di tempat bisnya, ternyata, di setiap bis dijaga lagi oleh masing2 petugas wanita yg tertib menjaga dan mengatur kami kapan naik bisnya. Di depan setiap petugas itu ada lagi komputer (nggak tahu buat apaan). Keren banget .... !!! Selama ini kami sangat puas dgn pengelolaan bis antar kota ini .... Kami tidak pernah mencoba bis dalam kota, karena kemana-mana dari hitungan kami, yg berdua, lebih menguntungkan dan mudah naik taxi, makanya kami nggak bisa cerita ttg bis umum dalam kota yg menurut kami lebih ribet, bingungin krn nggak bisa baca huruf china dan lebih lambat ...... Sekian dulu cerita ttg bis, nanti lanjut lainnya ...... Ossy'81 Saya lanjutkan dengan moda transportasi lain yang kami coba di China: *PESAWAT* Hanya ada satu pilihan bagi traveller yg ingin mengunjungi China dari ujung ke ujung dlm waktu yang terbatas namun dgn rasa nyaman, yaitu pesawat, tapi "trade off" nya adalah lebih besarnya biaya yg harus dikeluarkan, sekitar 3x-4x biaya kelas sleeper KA. Karena kami punya uangnya, nggak punya waktu banyak tapi ingin melihat buanyaaak tempat, dan tetap ingin kenyamanan (sdh lewat waktunya untuk super susaaaah he5x) terpaksa pesawat kami jadikan pilihan utama yg tidak bisa ditawar, kecuali nggak ada route-nya ..... Pembangunan airport secara massive yg diikutin penambahan perusahaan air lines lokal dan artinya penambahan pesawat setiap tahun membuat jaringan terbang di china terus bertambahan dan lebih mudah. Contohnya, saat makan di restaurant china di kota keciiiil Xiahe, Gansu, yg dimiliki 2 orang amerika, mereka kaget bahwa saat ini sdh ada pesawat dgn route Lanzhou - Guilin (2 jam-an) dgn tarif hanya 780 yuan per person. kata mereka cukup murah, karena kalau naik KA kelas sleeper saja bayar sekitar 400 yuan. Untungnya, untuk membeli tiket pesawat di china saat ini sdh sangat mudah cukup beli via on line saja (E-Ticket), bisa lewat www.9588.com atau www.elong.net.com dan mereka punya versi bhs inggrisnya. Selama ini saya sih pakainya www.9588.com. Keuntungan beli tiket via on ine adalah: - Bisa beli via internet dari mana saja asal punya minimal credit card buat alat pembayarannya - Kalau belinya sekitar 2 minggu sebelumnya, harga yg kita bayar bisa lebih murah, bisa diskon 60% - 20% dari harga kelas ekonominya (kalau kita beli yg kelas ekonomi), ketimbang kita beli saat di china lewat travel agent yg bisa2 diskonnya sdh gone with the wind .... Oh ya, kalau di china, harga kelas ekonomi yg ditawarkan semua air line sama harganya, tapi setiap air line pada kebanyakan route yg persaingan antar air line kuat ada di kasih diskon untuk kelas2 tiket tertentu, diskon antar air line juga besarnya sama dan ada beberapa diskon sesuai kelas, msalnya diskon 50% (dr harga kelas ekonomi, turun lagi 40%, 30%, 20%, 10%, 0%). Kalau mau jelasnya klik aja www.9588.com hal yg saya maksudkan ...... - Kalau belinya 2 minggu sebelumnya kita sdh pasti dapat tiketnya, nggak spekulasi lagi - Pada saat yg sama, mau beli lewat internet atau lewat travel agent di china, harga tiketnya akan sama (berikut diskonnya), nggak ada bedanya. Jadi, mendingan beli lewat internet krn bisa lebih awal dan dapat diskon yg lebih besar. - Kalau ETicket sdh terbeli, dan kita mau rubah tanggal, gampang, tinggal email ke 9588, dia akan bantu merubahnya, tanpa biaya, kecuali kelasnya beda ..... Saya sdh coba dan berlangsung dgn mudah (via email saja), cepat, dan bebas biaya .... Kerugiannya beli tiket via on line: - Kalau bayarnya pakai credit card internasional (visa, master, dll), kita dikenakan surcharge sebesar 5%, belum lagi kena selisih kurs yang terjadi, yg besarnya cukup lumayan juga, soalnya saya perhatikan nilai tukar yg dipakai sedikit dibawah yg berlaku di pasar. Misalnya di pasar US$ 1 = 7,6 yuan, nah kurs tukar yg dipakai si www.9588.com bisa hanya US$ 1 = 7,4 yuan, belum lagi kena selisih kurs dari si issuer credit card dari US$ ke rupiah ..... Tapi kemarin banyak tiket yg saya beli lewat si 9588, karena setelah saya perhatikan perilaku harga tiket E-Ticketnya yg cepat sekali tiket diskonnya habis, saya hitung2 masih lebih untung beli via internet (krn dapat diskon yg besar) ketimbang menunggu beli tiket di travel agent di china, saat saya sdh tiba di china. Maksudnya, kalau sekarang saya beli E-Ticket bisa dapat diskon 30% (dr harga kelas ekonomi), tapi saya harus keluar biaya maksimal 10% (untuk surcharge credit card 5%, plus selisih kurs), kan masih lebih untung dari pada menunggu saya tiba di china terus beli di travel agent disana bayar cash (kalau bayar cash nggak kena biaya surcharge credit card dan biaya selisih kurs credit card) tapi harga tiket yg diskon sudah nggak ada/habis. Jangan lupa juga, kalau kita bayar tiket di travel agent di china pakai credit card kita tetap kena surcharge 3%-5% juga lho, makanya lebih baik bayar pakai cash/tunai saja. - Kita tinggal bawa print out E-Ticket kita dan ditunjukkan saat check-in bersama Passport kita. Kesimpulan kalau masalah beli tiket pesawat: - Untuk pembelian tiket pesawat domestik di china, khususnya tiket yg kita butuhkan untuk melanjutkan perjalanan, saat tiba di china, sebaiknya kita beli via internet saja, karena pasti dapat tempat duduknya, apalagi saat liburan musim panas yg semua pesawatnya penuuuuuh semua saat kita naikin. - Kalau kita akan lamaaa di china (14 hari - 30 hari), untuk tiket2 pesawat selanjutnya kita bisa beli di travel agent di china saja, asal bayarnya pakai tunai/cash. Kalau bayarnya tetap pakai credit card, ya siap2 kena surcharge yg 3%-5% itu plus selisih kursnya lagi. Kalau saya sih prefer bayar tunai saja. Kalau untuk masalah keamanan pesawat di china, setelah membaca lonely planet - china, saya kagum sekali dgn air line di china, krn ada air line china yg sampai masuk guiness book of record karena sdh puluhan tahun nggak ada kecelakaan pesawat. Jadi, kalau naik pesawat di china, nggak usah takut naik pesawatnya bakal kecelakaan, dan juga nggak perlu ngotot usaha bayar pakai credit card untuk alasan dapat asuransi kalau pesawatnya jatuh .... he5x ...... Pesawat mereka sendiri saya perhatikan kalau nggak buatan air bus ya buatan Boeing yang lumayan baru2, jadi nggak tua2 kayak yg di Indonesia. Selama di China, saya nggak pernah naik pesawat yg buatan lokal ataupun rusia. Kalau mau lebih comfortable, pas check-in, minta kursi yg di aisle (gang), lumayan menghindar dari kesumpekan kalau duduk di window atau di tengah. Umumnya pesawat disana 3 baris kiri dan 3 baris kanan. Selama perjalanan dgn pesawat, kalau perjalannya diatas 2 jam biasanya kita akan dapat makan sama seperti naik garuda. Tapi kalau lebih pendek, biasanya hanya dapat roti atau snack saja, berikut minum yg bisa pilih antara teh, air putih, coke, atau juice. Untuk suhu udara di dalam pesawat, saya nggak tahu kenapa kalau naik pesawat di china koq enak sekali ya. Walau udara diluar sangat puanaaas, umumnya pas masuk pesawat udaranya sebelum take off udara di dlm pswtnya cukup adem, nggak panas kayak pesawat2 di Indonesia. Kemudian kalau pas sdh take off, udara di pesawat juga pas enaknya, nggak kayak di pesawat Garuda jadi menggigil kedinginan yg nggak keru2an sampai harus minta selimut segala. Saat landing juga sangat smoooth sekali, nggak pakai acara "Gedubraaggk" yg bisa bikin jantung mau copot kayak di airport di Indonesia, apa aspal airportnya di china lebih rata ya? Sekian dulu, informasi ttg pesawat di china, nanti lanjut dgn moda transportasi lainnya yaitu bis dan taxi .... Ossy101/85 On 8/22/07, Dandossi Matram <[EMAIL PROTECTED] > wrote: > Saat kami di China Agustus 2007, kami menggunakan hampir semua fasilitas > transportasi. Hampir? Iya, karena ada yg nggak sempat kami coba, yaitu > kereta api. Kenapa? Soalnya waktu yang mepet tapi keinginan explorasi semua > china membuat kami buang pilihan naik kereta api yg bisa memakan waktu > belasan jam hingga 2 hari 2 malam dgn biaya lebih 50% lebih murah ketimbang > naik pesawat. > > Alasan lainnya tdk naik KA adalah saat agustus adalah saat liburan sekolah > musim panas yang sangat panjang di china, sekitar 2 bulan, pasti KA > merupakan sarana transportasi yang paling susah didapat dgn cara go show. > Apa lagi kalau kita maunya kelas "sleeper" yg merupakan favorite para > pelancong jarak jauh, walau harganya paling muahaaaal. Kelas paling murah > adalah hard seat, yg dijamin orang seumur saya akan ampun2 naik KA seperti > itu, yg pasti penuh, berisik, pantat bisa "kapalan" dan tulangnya sakit > beradu sama kerasnya kursi, dan sumpek krn asap rokok. Yang pasti lagi akan > dimarahin sama istri yg nggak tahan dgn kondisi seperti itu. Oh ya,satu > lagi, pasti nggak bisa napas, gara2 nahan napas dgn "bau" khas orang2 di > china yang ampuuuun deh nggak nahannya ...... he5x .... Belum lagi menimbang > fasilitas toilet-nya yg pasti lebih wharahkadah ...... > > Kalau 15 tahun yg lalu saya sempat naik KA dr Nanjing ke Beijing. Yang > saya ingat saya naik sleeper, belinya tiket buat orang domestik krn belinya > di tukang catut (di china waktu itu ada dua tiket, lokal dan foreigner yg > harganya 2X lipat lokal), sengaja beli tiket lokal biar hemat dan saya pikir > nggak bakalan ketahuan. Cara belinya gampang. Saya ke stasiun KA, lihat ada > beberapa orang china (ya pasti ocin lah yauww) tampang tukang catut, saya > samperin, kasih tahu tulisan china ttg tiket dan beijing, tawar2an dgn > kertas dan pen, lalu done, dan bayar. Di hotel saya tanya receptionist hotel > validitas si tiket, krn bisa saja saya dikasih tiket bekas (kan saya nggak > ngerti huruf china), ternyata valid, ya aman. Dia bilang harga yg saya beli > murah, makin senyum sayanya (juga tanduk di kepala saya) ..., he5x ... > > Ternyata, di atas KA malamnya pas lagi tidur, ada pemeriksaan tiket dan > identitas kita ditanya'in, saya sdh pasrah didenda 2x harga foreigner, > untung dgn wajah memelas dan si kondektur cewek nggak ngerti bhs inggris > akhirnya saya dilolosin. Kalau nggak, walah pasti nyeselnya beli tiket > lokal. Mau untung malah buntung. Akhirnya, setelah pemeriksaan tiket, saya > bisa melanjutkan tidur dgn wajah tersenyum .... > > KA di china kayaknya lebih lebar dr yg di indonesia makanya lebih lebar > dalamnya dan lebih stabil. Penumpang hanya boleh masuk setasiun kalau KA-nya > sdh mau berangkat, makanya halaman setasiun china guede2. Kita nggak boleh > seliweran di dlm setasiun, benar2 kawasan steril. Nggak lama kita masuk > setasiun (boarding) harus segera naik KA, nggak lama kemudian lgsg > berangkat. > > Kalau mau enak naik KA, saya sih lebih anjurkan naik kelas sleeper, > kecuali budget super mepet dan ingin coba uji nyali, silahkan ambil yg hard > seat ...... kalau saya sih sdh nggak mau, lha 15 tahun yg lalu saja pas > mulai jadi backpacker sdh nggak mau, apa lagi sekarang ...he5x ... Tiket > bisa beli in advance lewat travel agent disana dgn sedikit komisi. > ** > *AIRPORT* > Saat ini, pembangunan atau renovasi airport secara massive terus dilakukan > di berbagai kota di China, khususnya kota2 kecil yg diperkirakan akan > berkembang baik pariwisatanya ataupun ekonominya. Sama seperti pembangunan > jalan highway yg massive, begitu pula sektor transportasi udara. > > Di China, kami menggunakan pesawat untuk route Shanghai-Urumqi; > Urumqi-Kashgar/Kashi; Hotan/Hetian-Urumqi; Urumqi-Lanzhou; Lanzhou-Guilin; > Guilin-Shengzhen. Kami perhatikan kondisi airport di Hotan & Lanzhou masih > baru, khususnya Lanzhou yg bahkan masih ada beberapa bagian yg belum > selesai. Enaknya di lanzhou, toilet duduk sdh ada, nggak seperti airport > lama lainnya (jongkok semua). Untuk airport lainnya kelihatannya juga > seperti msh baru dan bersih terawat. > > Fasilitas standard airport juga cukup lengkap, cuman buat cari fasilitas > left luggage awalnya agak susah sedikit, tapi kemudian kami tahu letaknya > suka ada di pojok2 airport, mudahnya lagi tulisan latin inggris cukup > banyak, jadi lebih memudahkan pencarian. Pemeriksaan petugas lumayan ketat, > sampai dompetpun hrs lewat X-ray. Biasanya pas mau masuk airport seluruh > barang disaku celana saya sdh pindahkan ke tas, jadi nggak repot, nanti > kalau sdh di dalam baru saya keluarin lagi. Tp saya selalu jadi sasaran > pemeriksaan gara2 sepatu saya ujungnya ada didalamnya besinya (pakai sepatu > buat pabrik he5x ...) Aturan ttg cairan blm terlalu diperhatikan disana, > jadi aman2 saja bawa botol aqua yg lebih dr 100 ml. > > Letak airport, biasanya kalau di Xinjiang agak dekat kota, tapi yg lainnya > agak jauh, khususnya di Lanzhou yg naik bis bisa makan waktu 1 jam lewat > jalan highway yg agak sepi dan bisa ngebut. Letak airport Lanzhou agak jauh > kalau kita sdh lihat kontur medan disana bisa mengerti. Bayangkan saja > bukit2 batu sambung menyambung ratusan kilometer yg tdk menyisakan dataran > buat bikin landasan yg aman, makanya letak airportnya jauuuuuh sekaleeee. > Kalau di Lanzhou dianjurkan sekitar 3 jam sebelum keberangkatan pesawat kita > sdh harus berangkat ke airport. > > Fasilitas bis airport dan taxi tersedia, tinggal kita yg pilih. Khusus di > Lanzhou dan Guilin kita ambil bis krn jarak yg agak jauh. tapi di kota > lainnya kita ambil taxi saja krn dekat kota, kita berdua dan biaya taxi > muraaah sekali. Dari airport Shengzhen bahkan ada pelayanan bis dgn biaya 90 > yuan, cross boarding ke Hongkong. Di China, kota2 Guangzhou, Shengzhen, dan > Zhuhai menjadi pintu masuk pilihan utama buat ke Hongkong kalau naik > pesawat, mengingat biaya pesawat dari china ke Hongkong langsung muahaaaaal > sekali (Guilin - Hongkong sekitar 2000 yuan, pdhl Guilin - Shengzhen hanya > 700-an yuan). > > Dulu, 15 tahun yg lalu (1992), karena pecinta "jam karet" saat di beijing > mau ke Xian, saya ketinggalan flight ke Xian, padahal sdh jam 23.00 tengah > malam, naik taxi ke kota bisa abis sekitar 100 yuan atau 200 yuan kalau P-P, > belum lagi biaya hotel. Untung waktu itu, ada 1 box telepon (dari 6 box > telepon) yg kuncinya rusak, sehingga saya bisa menyelinap dan tidur didalam > box telepon tsb sampai pagi, nggak ketahuan, walau badan nggak bisa lurus > tidurnya diatas handuk yg jadi alas ...he5x .... lumayan hemat uang. Oh ya, > waktu itu, kalau sdh jam 00.00 airport di tutup dan dijadikan kawasan > steril. Untung nggak kebelet pipis waktu itu .... dan nggak ketangkap kering > ..... bisa2 dituduh subversib ya ...... > > Saya akan lanjutkan tulisan ttg transportasi, dalam bagian kedua supaya > tidak terlalu panjang. Menyusul akan ditulis ttg pesawat, taxi, bis, dan > moda lainnya .... > > Ossy'81 > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed]
