Shanghai – Urumqi (Xinjiang)


Hari Sabtu pagi ini, kami harus mengejar pesawat ke Urumqi, sebagai kota
tujuan pertama petualangan kami di propinsi Xinjiang.



Urumqi merupakan kota transit utama untuk mengunjungi kota2 lainnya di
xinjiang. Tidak ada pesawat langsung dari shanghai ke Kashgar (Kashi) yang
jadi tujuan kami. Kami memang tidak merencanakan untuk mengunjungi urumqi
secara khusus, karena dari rekomendasi para traveler, kota ini memang tidak
terlalu di rekomendasikan, karena memang tidak banyak yg menarik di kota
yang sdh modern ini. Namun karena waktu transit kami yang agak lama (10 jam)
kami merencanakan untuk "turun" ke kota urumqi hanya untuk melihat museum
dan pasar malam erdaqiao yang terkenal itu.



Di shanghai ada 2 airport, ada Pudong buat international dan ada satu lagi
Hongqiao buat domestic, nah kita berangkat dari yg Hongqiao ini. Kita naik
taxi dari Salvo Hotel (di daerah Nanjing road yg terkenal itu), karena hari
sabtu dan pagi pula cukup lancar, sekitar 30 menit kita sampai airport dan
kena biaya taxi (argometer) 50 yuan ( 1 yuan = Rp 1.250,-).



Prosedur check in dan boarding seperti biasa, kondisi airport ruameee
sekali, di musim libur dan week-end itu nampaknya banyak penduduk shanghai
yg mau liburan juga, sebagian lagi ya turis2 kayak kita ini. Bule2 sendiri
nggak kelihatan banyak saat itu, hanya ada beberapa saja.



Tiket kita yang E-Ticket (beli via www.9588.com) juga nggak masalah, tinggal
sodorin tiketnya (plus passport), dicocokin sama dia, langsung dikasih
boarding pass. Route kali ini adalah Shanghai – Urumqi, tiket kami beli dgn
harga total US$ 341/passenger/one way (harga diskon 20% dari harga ekonomi).
Untuk harga tiket Urumqi – Kashgar adalah US$ 143/passenger/one way (diskon
juga mungkin sekitar 40% dr harga ekonomi, saya lupa). Kita terpaksa beli
tiket dua kali krn memang nggak ada tiket langsung shanghai – Kashgar.



Pesawat penuh fulllll, nggak ada kursi kosong satu pun. Saya dan istri krn
baru kali ini naik pesawat domestik kebagian kursi di tengah dan window
(setiap sisi ada 3 kursi). Sialnya lagi, windownya nggak full krn ada
palangnya sehingga nyaris nggak ada windownya. Saya dan istri yg gampang
sumpek dgn kondisi itu terpaksa nggak bisa apa2. Untung jarak antar kursi
disana lumayan berjarak jadi agak nikmat juga. Saya masih inget no kursinya
14A dan 14 B ..... Oh ya sistim kursinya 3 di kiri dan 3 di kanan.



Karena malamnya dan hari2 sebelumnya kurang tidur, perjalanan yg 5 jam itu
lumayan nggak berasa krn saya tidur sejak take off. Suasana di pesawat unik,
biar nggak bosen, beberapa penumpang pada berdiri dan ngobrol, wah ramai
banget ngobrolnya, kali sepanjang perjalanan itu mereka berdiri terus dan
ngobrol terus.



Disebelah saya adalah peduduk shanghai yg berlibur dgn keluarganya. Mereka
akan muterin daerah xinjiang utara, sewa kendaraan selama sekitar 2 minggu
(kita beda arah sama mereka). Bhs inggrisnya lumayan bagus, jelas sekali,
pdhl dia nggak pernah sekolah ke luar negeri. Dari dia saya tahu harga rata2
apartemen di shanghai sekitar 15.000 yuan/m2 (1 yuan = Rp 1.200,-), dan info
bhw 60% apartment disana kosong ....



Kami tiba di urumqi tepat 5 jam kemudian, dari atas langit sempat terlihat
padang pasir yg luaaas sekali, wah pasti panas ya dibawah sana?



Surprisingly, pas mendarat (jam 2 siang), hawa sangat sejuk, kayak di
puncak, angin cukup lumayan .... Karena pesawat kita baru berangkat ke
kashgar jam 22, kita putuskan jalan2 dulu ke kota Urumqi dgn target melihat
museum dan pasar malamnya yg lumayan terkenal.



Karena kami memang merencanakan akan ekplorasi Xinjian dari tgl 4 -16
agustus 2007, untuk memudahkan perjalanan, kami memang merencanakan
menitipkan satu tas travel bag di airport urumqi, agar gerakan kami ringan.
Kami hanya akan membawa 2 back pack kecil saja.



Setelah menyimpan travel bag besar di left luggage (15 yuan per 24 jam),
kita ambil taxi ke kota (argo, 25 yuan), tujuan utama museum, kayaknya
lumayan jauh mungkin 16 km. Karena biaya taxi murah sekali, makanya kalau di
china lebih baik kemana-mana naik taxi. Sopirnya orang uighur (model2 bule),
nggak bisa bhs inggris, jadi kita sodorin saja buku lonely planet kita untuk
tunjukin nama museum yg kita mau datangin.



Musium yg kami kunjungi, merupakan gedung baru yang megah, dibangun khusus
sebagai pusat museum untuk kawasan Xinjian. Di musium ini banyak sekali,
artefak hasil penggalian serta foto2 lokasi penggalian dipajang. Makanya
kami tertarik mengunjungi museum ini pertama kali sbg cara mudah mengetahui
budaya xinjiang yg beraneka ragam.



Di musium kita bayar lagi 15 yuan buat entrance fee. Didalam banyak
informasi mengenai kawasan xinjiang serta suku2 yang ada disana.



Ternyata suku uighur menjadi mayoritas disana (80%) dan sisanya ada sekitar
8-10 suku lainnya, ada yg mongol ada yg rusia, ada yg tajikistan, ada ...
wah pokoknya banyak lagi dgn keunikan masing2 ....



Disarankan mampir kesini dulu sebelum eksplorasi xinjian, supaya dapat
gambaran dulu ttg xinjiang yg unik itu. Dalam perjalanan di Xinjiang ini,
kunjungan ke museum ini cukup memberi banyak back ground ttg xinjian yg
bermanfaat.



Urumqi ibu kotanya propinsi xinjiang, sebuah kota besar dgn cukup banyak
jalan layang di dalam kota serta highway yang super mulus, dan maju krn
banyak industri minyak. Nggak terlalu banyak yg menarik disini apa lagi
setelah banyak bangunan tua digusur oleh pemerintah diganti dgn bangunan
bertingkat dan jalanan layang yg buanyaak banget.



Kota ini biasanya jadi tujuan utama bagi paket tour (murah) yang ditawarkan
ke tourist asing (termasuk di Indonesia), yang menjual aroma silk road. Dimana
kalaupun ada tambahan kota tujuan adalah ke Turpan (sekitar 200-an km dr
urumqi). Nah kalau tour ke Turpan sangat bermanfaat (ada 8 obyek wisata yg
menarik). Tapi kalau hanya ke urumqi saja, waaah sediih dan sayang sekali
karena belum melihat xinjiang yang sesungguhnya ....



Hal yg menarik saat di kota ini adalah banyaknya melihat penduduk dgn postur
bule tapi berpeci orang islam. Begitu pula dgn wanita2nya yg banyak yg
bening2 .....  he5x ....



Dari musium kita sempat mampir di pasar malamnya yang jadi ciri khas kaum
uighur yg disebut Erdaqiao market. Naik taxi dari musium kena 15 yuan.
Lokasi ini terletak di daerah sisa2 dari kota lama Uighur. Ketika tiba
didaerah itu, saya sempat terpana .... wuaahhh .. buanyaaak sekali orang2
uighur yang berkumpul dan berseliweran disepanjang daerah erdaqiao market
itu.  Berbeda dengan di area lain di urumqi ini yang lebih banyak suku
Han-nya.



Disisi jalanan (kaki lima) yang memang lebar2 itu ribuan orang berdagang dan
membeli. Benar2 tumplek bleg di daerah itu. Berbagai barang kebutuhan
dijajakan disana dengan harga yang sangat murah. Baju wanita, sepatu hanya
15 yuan (Rp 18.000,-). Kegiatan itu berlangsung setiap hari, dan nampaknya
berlangsung sejak siang/sore hari.



Kami menikmati suasana disana. Kami menyelinap kesana kemari, mencoba
mengambil foto aktivitas kehidupan disana. Suasana ini mungkin lebih
eksotis, kalau saja pemerintah china tidak menghancurkan bangunan lama dan
menggantinya dgn gedung2 yang saat ini ada. Kalau saja kondisinya seperti
20-30 tahun yg lalu, wah manstaaap kali ya ...  Kami juga sempat mampir di
penjual sate kambing dan roti khas mereka yang hanya habis 4 yuan atau Rp
5.000,-



Karena khawatir ketinggalan pesawat, kami buru2 kembali ke airport, ambil
taxi (argometer) abis 40 yuan (incl tol dan karcis masuk airport). Ternyata
pesawat kita di delayed dan digabung satu sama pesawat yg terakhir dan
berangkat baru jam 23-an ... whradahkadah ....    Rupanya sinyalemen
lonelyplanet bhw kadang keberangkatan pesawat ditunda krn kurang penumpang
ada benernya. Pas berangkat memang penuh sekali sih pesawatnya. Kebanyakan
penumpangnya adalah orang Cina Han yang kelihatannya ingin berlibur. Kami
juga bertemu beberapa warga Amerika keturunan China.



Nah di airport urumqi ini yang kita menemukan restauant yg cukup enak tapi
mahaal (ada dilantai paling atas). Karena alasan penghematan, kita hanya
pesan nasi dan sayur (34 yuan), enak dan buanyaaak, tapi bosen hanya sayur
saja he5x .....



Untungnya, walaupun kalau lihat angka jamnya jam 23 malam, tapi disana,
magrib saja baru masuk jam 21.00 .... Jadi sampai jam 21 malam langit itu
masih terang benderang ...... cuman mata aja yg masih ngikutin jam, mulai
ngantuk ... he5x ... Kayaknya, hanya tinggal kami, rombongan tujuan Kashgar
yg masih ada di airport. Airport sdh sepi saat kami masuk pesawat.



Kita berangkat sekitar jam 23-an dan tiba di Kashgar hampir 2 jam kemudian.
Kotanya tidak begitu besar, tapi gedung2 bertingkatnya lumayan banyak,
jalanannya lebar2, dgn kendaraan segala jenis dan merek berseliweran.
Kebanyakan kendaraan niaga 3 roda, modifikasi dari motor bahkan mesin
diesel/genset yg dijadikan kendaraan. Barang dan penumpang mereka angkut dgn
kendaraan itu. Banyak juga kereta berkeledai (bukan berkuda) yg digunakan di
kota Kashgar ini.



Tanpa harus dijelaskan lagi, propinsi xinjang ini memang didominasi suku
uighur, suku Han hanya sebagian. Jadi kemana-mana ya ketemu orang uighur dgn
ciri khasnya yg berjubah, atau pakai topi warna coklat, dan wanitanya selalu
berkerudung. Tapi buanyaaaak juga yg cuek bebek nggak pakai kerudung. Ciri
khas lainnya adalah selalu pakai stocking dan sepatu berhak tinggi (mungkin
alat u/ menghindar dr ranjau darat saat ke public toilet?). Pakaiannya sih
pakaian wanita biasa yg kalau di di Indonesia model2 tahun 70-80an ....



Model tokonya kalau gedung modern adalah model ruko yg keciiiil2 .....   Rumah
orang uighur juga unik. Pakai bata coklat (krn tanah disana memang coklat),
tidak di cat, tertutup rapat (biar tetap hangat kalau musim dingin yg dingin
sekali), atasnya (genteng atau atapnya) rata dan berantakan, nggak kayak di
rumah kita yg ada gentengnya. Di atapnya itu tempat tarok kayu, branting,
daun, rumput, dlsb.



Pekerjaan mereka adalah pedagang (yg di kota2), peternak (keahlian aslinya),
bercocok tanam,   dan pandai besi juga ada.



Kashgar ini menjadi pusat kunjungan bagi para backpacker yg ingin eksplorasi
daerah utara yg berbatasan dgn negara lain, dan juga starting point untuk
eksplorasi daerah selatan yg eksotik hingga ke Hotan/Hetian (540 km dari
Kashgar), dan ambil jalur yg terkenal Taklamakan highway (500km) menuju
Urumqi, kalau ambil jalan darat.



Ini tulisan lonely planet ttg Taklamakan highway:

*"The 500 km trans Taklamakan highway was originally built to facilitate the
extraction of oil from beneath a desert whose reputation, up until recently,
was one of certain death. Grids of planted reeds are all that keep the
rippling ocean of sand from constantly blowing over the road, and the
slightest bid of bad weather can stop traffic for days. Before you even
reach the dessert, you will see dust devils erupting in the distance like
yellow geysers, and the snowy Kunlun Mountain towering forebodingly over the
gravely plain". *



Karena ogah ngeliat padang pasir melulu, dan kemungkinan tertahan badai,
kita putuskan naik bis hanya dari Kashgar ke Hotan, dari sana potong kompas
naik pesawat balik ke Urumqi.



Kembali ke laptop, dari airport, kita langsung ambil taxi (argo 30 yuan)
yang alhamdulilah masih ada ke Seman Hotel, yg mrpk tempat favoritenya para
backpacker. Di area hotel yg luaaas ini, ada beberapa gedung, dr yg jelek
sampai yg bagus. Makanya harga kamarnya dari yg paling bawaaah sampai yg
paling tingggiiii. Kita sih ambil yg paling bawah saja, double bed, air
panas, a/c, handuk, closet duduk, hanya kena 120 yuan/night dgn deposit 100
yuan.



Saat kami memasuki hotel  benar2 kaget lihat kondisi gedung tempat
receiptionist, walahh kunoo banget, kayak losmen di jawa saja, dgn sebagian
backpacker bule masih pada ngobrol2, pdhl sdh jam 1 pagi.. Di receptionist,
yang besar itu ada wartel travel agent, dan juga tempat jualan minuman dan
peralatan mandi.



Tapi sdh nggak ada pilihan, oleh Adil (kalau siang dia sopir taxi), nama
receiptionis laki2, kita dikasih kamar yg ternyata di lantai 5. Ampuuuun
dah, badan sdh capek, sdh jam 1 pagi, disuruh pula naik ke lantai 5. Baru 3
lantai saja kita sdh ngos2an harus iistirahat,   Kaki rasanya beraaaat
banget buat lanjut ke lantai 5, apa lagi nyeri kaki sisa abis tanding bola
di jakarta sebelum berangkat ke china masih belum hilang ..... Sesampai di
kamar kita berdua cuman bisa langsung rebahan di kamar menenangkan jantung
dan napas yg rasanya lebih berat dr pada akibat "habis bertempur" ..... he5x
....


Saat masuk kamar, sempat berasa bau apek kamar, sehingga terpaksa buka2
jendela dan pasang ac supaya ada sikrkulasi udara. Kondisi kamar persis
losmen   kecil di jawa, ada dua tempat tidur, disediakan air panas dan teh
celup, juga handuk, sabun dll. Karena sudah terlalu lelah dengan perjalanan
panjang dari shanghai sejak pagi tadi ... akhirnya kami tertidur di tempat
tidur tanpa sempat ganti pakaian lagi .....

bersambung ... sunday market di Hotan

ossy'81 (101/85)


[Non-text portions of this message have been removed]



"No SPAMMING or forwarding unrelated messages, you will be banned immediately"

Indonesian Backpacker Communities
visit our website at www.indobackpacker.com
backpacking trip visit http://backpacking.indobackpacker.com
Photogallery visit http://photogallery.indobackpacker.com

"Sebelum membalas email, Mohon potong bagian yang tidak Perlu dan kkutip bagian 
yang perlu saja"

Milis tidak bisa menerima ATTACHMENT, untuk menghindari Virus dan Menghemat 
Bandwidth.

- Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
- No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
- menerima email: [EMAIL PROTECTED]
- berhenti dari milist kirim email kosong : [EMAIL PROTECTED]
- Begabung kembali ke milist kirim email kosong : [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke