Kalau ngurus dokumen perjalanan backpacking prosesnya agak lama dan enggak bisa instan (kecuali punya duit bayar ke calo-calo). Cara terakhir tidak saya sarankan karena walau travel dokumen itu didapat dengan cepat tapi kita enggak tau prosesnya.
Backpacking itu lebih kearah proses daripada hasil. Kalau kita udah berpengalaman nyari paspor/visa/fiskal sendiri, ntar kalau di luar negeri bekal ini sangat bermanfaat loh. Kita jadi enggak cepet panik kalau terjadi hal2 yang diluar dugaan. Misalnya kehilangan paspor, di ping-pong petugas dsb. Itung2 latihan menghadapai petugas imigrasi. Ini proses yang saya jalanin : 1. Datangi kantor imigrasi setempat di kota tempat tinggal Dyah. Tanyakan apa syaratnya. Biasanya KTP, kertu keluarga, ijasah, dll. Kadang kalau bikin paspor pertama kali petugas agak reseh. Pake wawancanda segala. Ditanya mau kemana. Bilang aja backpacking Pak. He he he biar si bapak bingung. Ini pengalaman Mas Aris Irawan ngurus paspor di kantor imigrasi Cilacap berikut syarat2nya : http://www.indobackpacker.com/artikel/paspor-kelas-vip-sekali-kunjung-tanya-kenapa 2. Sambil nyari paspor cari info negara mana yang memerlukan visa. Kalau Diah mau backpacking Asia Tenggara, semua negara bebas masuk kecuali LAOS, CAMBODIA, MYANMAR. Kalau nyuba ke Malaysia, Thailand, Singapore bebas wes. Cuma paspor saja. 3. Bikin rencana jalan. Di milis ini banyak kok itinerary yang bisa dicontek dan dicontoh. Cari saja di email2 sebelumnya (cara mencari email berdasar topik sudah saya lampirkan di bagi member baru ketika subscribe milis ini). 4. Rencana jalan dikaitkan dengan transportasi. Nah Dyah mau keluar negeri pake pesawat, kapal atau jalan kaki (bisa loh lewat perbatasan di Kalimantan he he...). So cari deh tiket pesawat, tiket ferry, bis dsb. Caranya? iseng nanya ke agen travel terdekat. Ohya harga tiket tidak musti sama setiap saat. Jadi KAPAN backpacking itu akan dilakukan juga penting banget. Kalau bisa diluar musim rame misal Lebaran, Tahun Baru Imlek, Natal & Tahun Baru, Musim Liburan sekolah dsb. 5. Nah urusan fiskal ini paling akhir karena kita akan bayar kalau udah jalan. Fiskal ini pajak yang kita bayar karena kita keluar negeri. Kalau naik pesawat langsung (mis : jakata-singapura, jakarta-kualalumpur)kena 1 juta tapi dengan angkutan kapal/darat 500ribu. Temen2 backpacker disini memakai jalur klasik menghindari 500ribu dengan naik pesawat ke Batam, nyebrang Singapura dengan ferry dan 1 jam kemudian udah meninggalkan Indonesia. 6. Kalau masih gamang, cari deh temen jalan disini. Posting aja rencana jalan berikut rute dan itinerary, sapa tau ada yang tertarik. Tapi karena banyakan pada kantoran so planning jauh2 hari lebih ok. Kalau yang udah biasa, tinggal cabut aja he he he. 7. Pertimbangkan sekali lagi untuk backpacking ke luar negeri. Banyak loh tempat2 di Indonesia yang ngga kalah cantiknya. Apalagi sekarang karena banyak tiket murah jadi semboyan "Now Everyone Can Fly" emang betul. Terkadang tiket keluar negeri jauh lebih murah daripada di dalam negeri. Ngga percaya? tanya deh sama temen2 yang menjelajah Indonesia Timur. Salam, Ambar Cerita Ambar http://ambarbriastuti.blogspot.com http://www.flickr.com/photos/ambarbriastuti/ Adventures. Backpacking. Photography. --- In [email protected], "rizki diah e." <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > hai, mau nanya dung, buat keluar negeri (backpacking) yang musti > disiapin apa aja ya.. > Ngga ngerti sama sekali nih soal visa, fiskal, ngurus passport, dsb.. > he2, makasi >
