Halo mas denny..

saya mau share info berdasarkan pengalaman kuliah lapangan Mei 2002 
ke ujung genteng. yang saya amati waktu itu adalah penyu hijau 
(Chelonia midas) sebanyak 2 ekor. Saya menunggu kehadiran sang penyu 
sekitar 2 jam di pantai, saat itu musim kemarau, laut sedang surut 
dan bulan purnama (sekitar tanggal 14-16 pada penanggalan kalender 
Islam).

Penyu bertelur di pantai berpasir ketika cuaca cerah di malam hari 
(hampir tengah malam). Penyu memang sensitif, ketika dia akan naik ke 
pantai untuk bertelur dia menginginkan suasana yang sepi dan bersih 
(biar khusyuk gitu deh..) jika tidak maka dia akan membatalkan 
niatnya bertelur di pantai itu dan mencari tempat lain.

Oleh karena itu, untuk menghindari penyu tidak jadi naik kepantai 
untuk bertelur ada beberapa hal yang harus kita hindari, diantaranya:
1. tidak mengeluarkan suara yang keras, ribut dan gaduh.
2. tidak menimbulkan cahaya seperti menyalakan api, senter atau kamera
3. tidak melakukan aktivitas seperti berlari-lari, loncat-loncat dsb.

Setelah penyu naik dan bertelur, baru kita boleh melihatnya dari 
dekat untuk foto-foto, memegang penyunya langsung atau bahkan 
mengambil telurnya. Saat itu penyu sudah tidak memperdulikan lagi 
keadaan sekitarnya.

Mudah mudahan bermanfaat. Mungkin teman-teman yang lain ada yang 
ingin menambahkan?


dewi

--- In [email protected], denny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Halo :D 
> 
> ada yang punya pengalaman atau tau info mengenai penyu ujung 
genteng ? 
> 
> kapan musim nya tidak ada penyu yang bertelur ?soalnya kalau pergi, 
tiba2 tidak ada penyu kan gak asik jg, 
> apalagi perjalanan Ke UG cukup jauh. 
> 
> kalau lagi musim bertelur apa boleh kita melihat ? karena nanti 
para penyu jadi kabur. tidak jadi bertelur, 
> 
> 
> Thankx 
> 
> 
> 
> 
> 
>       
____________________________________________________________________________________
> Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
> http://www.yahoo.com/r/hs
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke