Sekedar up dating info ttg Thailand .... Perjalanan mengulang perjalanan 17 tahun yg lalu dgn gaya backpacker juga .........
Pesawat Air Asia yang harusnya take off jam 20.35 (kamis, 24 April 2008) delay dan baru take off sekitar jam 21.00-an .... Kursi pesawat lumayan penuh tapi dibelakang ada beberapa baris yang kosong. Pesawat landing di bandara baru Bangkok sekitar jam 00.30. Walau tengah malam, ternyata aktiviatas bandara masih sibuk terus. Saya lihat di jadwal keberangkatan dan kedatangan tidak ada putusnya. Pengambilan bagasi sangat efisien dan cepat. pemeriksaan bea cukai cepat. Rokok saya aman karena memang diijinkan bawa rokok s/d 200 batang. Untung saya bawa rokok karena harga rokok Marlboro Merah di Bangkok 63 bath atau Rp 18.900,- Sekitar jam 01.00, segala urusan sudah beres, tapi saya putuskan menunggu pagi di airport saja. Selain hemat biaya hotel, juga biaya transportasi karena di tengah malam itu tidak ada bis ke down town. Malam itu, ditemani banyak penumpang2 lain, saya ambil salah satu kursi buat tidur. Lumayan enak, apa lagi saya bawa bantal udara serta penutup mata ... Tapi sekitar jam 3 pagi saya terbangun nggak tahan sama dinginnya AC .. brrrrrr ... dingin banget, terpaksa sarung keluar dari tas, dan mata bisa merem lagi dgn tenang ..... Paginya, saya langsung ambil express bus, kalau nggak salah biayanya sekitar 120 bath, ambil yg jurusan Sukumvit. Perjalanan maceeet sekali, sekitar 2 jam dibutuhkan untuk sampai di hotel backpacker yang saya tuju yaitu Hotel Miami, Sukumvit, Soi 13 (?). Hotel tua, bersih, ac, heater, tv, 800 bath/malam (1 bath @ Rp 300,-). Daerah ini kayaknya daerah yang agak lebih berkelas dan lebih mahal ketimbang daerah di Khaosan Road yang 16 tahun yg lalu jadi tempat akomodasi saya. Enaknya Kusimvit adalah dekat kemana-mana dan ada fasilitas kereta layang (BTS) dan MTR, selain juga sarana bis yang berseliweran .... Tapi yg nggak tahan d bangkok adalah macetnya ..... !!! Saya sih nggak ada aktifitas khusus pada hari pertama saya di bangkok, hanya jalan2 orientasi disekitaran hotel, lihat kelakuan orang2nya dlsb. kalau untuk lihat2 obyek wisata nggak terlalu tertarik, soalnya dulu sudah pernah dilihat .... Kereta Layang Saya sempat mencoba kereta layang di bangkok. Bagus, cepat, frekwensi kereta buanyaaak, tertib, bersih, dan serasa seperti naik MRT di Singapore. Kereta ini dibangun diatas jalan raya yang ada, tepat di median tengah. Harga tiketnya lumayan mahal. Saya naik untuk jarak sekitar 500 meter saja bayarnya sekitar 23 bath atau Rp 6.900,- Tapi hebatnya isi kereta lumayan penuh terus ..... MRT Saya juga coba MRT, yang dibangun sudah lama sekali (tahun 1990an akhir). Rasanya persis seperti di singapore atau hongkong. Harga tiketnya kayaknya hampir sama dengan kereta layang, malah kayaknya lebih murah untuk jarak yang lebih jauh dari kereta layang. keretanya juga penuuuh teruus. enak ac-nya dingin ..... Kapan ya jakarta punya kereta model beginian ... hik's Pedagang Banyak barang2 yang menarik dijajakan dipinggir jalan yg tertata rapi. Asyiiiknya adalah pedagangnya nggak nawar2in ke pejalan kaki yg lewat, jadi kitanya enak, tenang tidak terganggu. Sistim tawar2annya juga harus jago, biasanya ditawarin 2 kali lipat dari harga yg di toko .... DVD porno juga bebas ditawarin ... Traffic Jam Walau sdh punya BTS (kereta layang) dan MRT, kemacetan tetap luar biasa. Naik BTS dan MRT jadi alternatif kalau mau bebas macer. Tuk Tuk (bajaj-nya Thailand) Lumayan banyak, kenceng2 larinya. Kayaknya dia pakai mesin mobil ya? Soalnya, ada persnelleng kayak mobil. Harganya sekitar 100-150 bath untuk jarak yg agak lumayan jauh. Harus jago tawar .... biasanya sekitar 2/3 dari harga yg ditawarkan, mungkin juga bisa 1/2-nya kali ya? Saya nggak tahu, karena kaki saya sakit dan butuh tuk-tuk, makanya nggak terlalu semangat buat tawar2an .... Ojek Nggak tahu namanya dalam bahasa thailand, mereka semua pakai seragam kayak yg tukang sapu di jakarta. Ada tarifnya dipajang dipangkalan ojeg, tapi kalau sama orang asing tetap saja ditinggiin. Jarak2 dekat sekitar 20-40 bath, hampir sama kayak di Jakarta. Taxi Saya nggak sempat cobain, karena males di bagkok macet. Flag fall (tarif pertama kali kita naik) sekitar 35 bath, maklum harga BBM mahal .... Disana, kalau naik taxi ambil yg ada tulisan taxi meter di atapnya (tapi semuanya ada tulisannya koq). Kalau naik jangan langsung yakin dia mau angkut kita, biasanya sih banyak yg nggak jadi karena kalau lewat daerah macet doi kagak mau .... BBM Harga BBM di Thailand, gileee muahaaal banget, sekitar 33 bath per liter atau Rp 9900/liter. Enak sekali ya hidup di Indonesia .... Mobil Sama seperti di Jakarta (merk2nya). Tapi yg menarik buamyaaak sekali mobil double cabin seperti Toyota Hilux dan Isuzu D-Max berkeliaran di jalan. Kedua kendaraan itu sudah seperti Kijang dan panther di Indonesia .... Sebagian besar D-Cab ini ditambah penutup di bagian belakang. jadi mnggak kelihatan seperti kendaraan pick up ..... Motor merek top di jakarta juga ngetop di thailand (lha iya lah kan tempat bikinnya disini). Paling seneng lihat skubek (skutik bebek) yg modifikasi, keren2 euyy ...... Makanan harganya reasonable, sekali makan (nasi, lauk, minum juice) biasanya habis sekitar 150 bath. Itu makannya di restaurant kecil. Tapi sama restaurant yg besar harganya juga beda2 tipiiis banget koq .... nasi disana takarannya keciiil sekali. saya pesan ayam goreng kacang mede yg enak sekali. Green tea botol Setiap hari saya minumnya cuman green tea. Harganya di thailand merata sekitar 20 bath (Rp 6.000), lebih mahal ketimbang di Indonesia ... Cuaca Kalau saat di bangkok, kalau sore sering hujan ... persiiiiis kayak di jakarta, tapi nggak ada banjirnya ..... Nyamuk Nggak banyak, enak .... buat yg senang pakai celana pendek .... Internet Banyak bertebaran dimana-mana. tarifnya nggak tentu tapi umumnya sekitar 1 bath/menit. kalau 1 jam bisa hanya 40 bath/jam. Kualitasnya sekelas ASDL, lumayan lancar .... ATM Buanyaaaak sekali, ada dimana-mana begitu pula money changer. US$ Ternya ada 3 tingkat kurs yg berbeda, ada buat yg nominal USD 1, USD 5-10, dan USD 50 keatas. Makin kecil USD maka makin rendah nilainya ..... Padahal saat di jakarta saya minta lebih banyak yg nominal kecilo biar gampang dapat kembalian kalau di pakai di Cambodia yg bisa pakai USD ... hik's Foot massage Ini bisnis yg lumayan marak diBangkok. kalau yg terletak di tempat strategis sering penuh. Biayanya sekitar 200-250 bath/jam. Pijatannya a la thai, tapi nggak seenak di Indonesia yg rada keras (kalau buat saya). Malah pernah kaki saya cuman kayak di elus2 doank ........ Sampai saya tanya ini pijat atau cuman ngelus2 doank ..... baru abis itu agak keras lagi ... ha ha ha ha ... Tempatnya terbuka, bisa dilihat dari pejalan kaki lainnya di luar, persis kayak yang di bali .... Tanya informasi Kalau tanya informasi apapun, nggak tahu kenapa, kalau tanya ke hotel, restaurant, atau yg terkait, biasanya infonya rada pelit dan kita nggak dikasih tahu kalau ada alternatif lain yg lebih murah. Biasanya mereka malah bilang nggak tahu (ajaib). Jadi sebaiknya hati2 dan coba tanya ke orang lain ttg segala info yg kita ingin tahu yg sdh kita dapat. Saya lebih senang tanya sama orang biasa (yg bisa bhs inggris biasanya infonya malah lebih akurat). Pokoknya jangan percaya penuh ... bisnis pariwisata sudah jadi kehidupan mereka .... WC (Public Toilet) Hal yang paling mengesankan adalah public toiletnya .. Gilaaaaa, bersih2 jack !!! dibanding sama WC di hotel di jakarta nggak kalah deh. Kalau nggak percaya coba saja toilet di setasiun bis Ekamai, Bangkok, bersiiiih sekali. Biayanya sekitar 2-3 bath untuk pipis. Kalau buat mandi/shower sekitar 10 bath. Saya coba kamar mandi di setasiun kereta api dan setasiun bis semuanya bersiihhh2 dan nyaman ............ Lainnya Lalu lintas lumayan tertib, motor lumayan buanyaak juga, sama seperti di Indonesia kurang2 tertib juga, tapi nggak sampai naik2 trotoar sih ... Klakson2an mobil jaraaang, sabar semua orang2nya .... Kemarin ada yg bikin saya kaget. Ketemu bule, laki2, sudah tua, bawa koper, pasang poster dgn tulisan "I Need Work" ....... Gileeee ada bule gembel ........ Malamnya, ketemu lagi, bule, sudah tua juga ... kalau yg ini kayaknya malah kayak orang gila ........ kaget juga koq ada bule gembel di Thailand ..... Pattaya Hari sabtu sore kemarin (26 April), saya naik BTS (Kereta Layang) dari Sukumvit, naik dari Nana Station ke Ekamai bus station buat naik bis ke Pattaya. Tiketnya kalau nggak salah sekitar 117 Bath, ac. Lumayan cepat perjalanan sekitar 2 jam-an. Sesampai di terminal bis di Pattaya tinggal ambil angkutan (sang thew ?, mobil pick up tapi dipasang kursi, kayak angkot) ke pantai pattaya dgn biaya 20 bath/orang. isi mobil sekitar 10 orang. Yang penting kita tahu nama jalan lokasi kita mau turun, misalnya Soi 12 (atau gang 12). Nanti cerita ttg Pattaya berlanjut ...... Ossy'81 [Non-text portions of this message have been removed]
