Waktu rinjani circuit kemarin kebetulan dapet pinjaman trekking pole. Awalnya skeptik, tapi setelah mencoba dan membuktikan bahwa trekking pole bisa cukup banyak menahan berat badan, kayaknya asik juga kapan- kapan pinjem lagi. Dan terbukti mengurangi usaha untuk tetap berdiri tegak selama di berjalan naik dan turun.
Kalo boleh berbagi beberapa hal ini patut diperhatikan ketika bermaksud membeli terkking pole; - Pole harus bisa dipendekin (telescopic) kalo ngak, susah bawanya. - Mekanisme telescopicnya harus bisa menahan berat badan dan tidak collaps. Secara barang pinjeman, saya gak berani mencoba memindahkan semua berat badan ke pole. - ujung pole harus terbuat dari material yang keras, sehingga tidak lekas tumpul. Terutama jika banyak dipakai dipermukaan batu ato medan berpasir. - Ujung trekking pole harus tertanam dengan baik ke tongkat. Mengingat akan ribuan kali ujung trekking pole ini akan tertancap ketanah dan kemudian ditarik lagi. - "Payung kecil" diujung trekking pole, sangat membantu menghadapi tanah lepas atau lembek supaya ujung trekking pole tidak amblas ketika menahan beban tubuh. - Suspensi; terus terang gak terlalu melihat nilai tambah suspensi. Katanya kalo turun lebih enak...ah sama aja ah. - Hand grip, pengangan tangan. Trekking pole pinjeman saya masih memakai yang handgrip yang bentuknya seperti tongkat transmisi mobil manual/joystick. Kekurangan yang paling nyata adalah waktu jalan turun. Ketika membantu mempertahankan keseimbangan di jalan turun, sering telapak tangan harus diletakkan diujung hand grip untuk menyalurkan sebagian berat badan, tapi ketika harus mengangkat stik jemari cenderung harus bekerja lebih keras mengangkat stick walaupun webbing sudah dilingkarkan di pergelangan tangan. Mungkin pernah ada yang coba model hand grip yang seperti pistol? Harusnya lebih enak buat jalan turun... - Webbing di hand grip, penting banget terutama waktu menanjak, supaya beban tidak semuanya diletakkan ke telapak tangan tapi juga dibagi dengan pergelangan tangan. Pengalaman kurang mengenakkan dengan trekking pole; Kemarin sempat terjadi, ketika ujung trekking pole menancap ke tanah dan agak lengket, secara tidak sengaja bagian atas/hand grip trekking pole terpuntir sehingga menyebabkan mekanisme kunci teleskop trekking pole terbuka. Pada langkah berikutnya, ketika trekking pole di beri beban, maka teleskop tiba2 trekking pole memendek(Blesek- bahasa jawanya). Merek? Gak usah dibahas mereknya ya... Saya penggemar trekking, bukan `penggemar alat trekking'. Yang pasti pake trekking pole itu gaya deh pas difoto...hayah! Semoga membantu. Tabik, Puguh
