Temans, Ada dua menara yang disiapkan. Yang paling tinggi kurang lebih tingginya +/- 12 meter, sebelum diangkat!! Ukuran dasar menara kurang lebih 3x3meter, terbuat dari tiang-tiang bambu yang berspasi sekitar 20cm. Hampir keseluruhannya dibuat dari bambu yang ikat satu sama lain juga menggunakan tali bambu.
Saya sok tahu menebak; pasti sudah disiapkan semenjak dua minggu yang lalu ya?... Si Bli cuma ketawa... satu bulan mas!! (dan akan hilang dibakar dalam hitungan menit?!?) Asik memperhatikan interaksi warga banjar yang menyiapkan perangkat upacara. Rata-rata menyandang sarung pisau yang digunakan menyimpan dua bilah pisau; besar dan kecil, dengan sarong dan ikat kepala. MEnaranya sendiri sudah cukup tinggi, dan setelah itu warga banjar juga membangun tangga(dengan bentuk seperti tangga untuk pesawat yang parkir di luar apron) agar pendeta pemimpin upacara bisa naik ke atas menara...juga terbuat dari bambu... Detail warna-warni menara sedang dikerjakan menggunakan kapuk yang diberi warna dan digulung-gulung kemudian ditempelkan. Patung sapi setinggi hampir 3 meter tempat meletakkan almarhum juga sudah rapih, diletakkan di pertigaan pasar ubud depan puri dalem. Tenda sesembahan untuk warga banjar lain yang diikutsertakan dalam Ngaben kali ini juga sudah siap memanjang di jalan suweta. Walaupun sewa tenda mungkin sudah murah, seluruh tenda terbuat dari...bambu yang dibungkus kain putih dan atap rumbia! Sebaiknya mulai tinggal di Ubud sejak tanggal 13 Juli, karena bakal macet berat. Kabarnya RI-1 juga akan menghadiri acara. Karena malas mencatat, saya cuma ingat samar-samar, bahwa sebagian perangkat upacara akan dibawa 1 km ke timur dan barat Ubud, untuk membingungkan si arwah agar tidak kembali. Jadi kalo mau bikin peliputan yang kumplit, sebaiknya direncanakan sejak sekarang dengan membagi dua tim. Karena jalan suweta ditutup, untuk sementara Ibu Oka berjualan di rumahnya...ini kali pertama saya mencicipi 'karyanya' dan saya mulai bisa mengerti Obelix. Walaupun temen saya protes, masih banyak yang lebih enak dari buatan Ibu Oka. Sayangnya badan saya udah gak bisa terima... For those who went to Bali means staying late at kuta area and getting back to your room tipsy.. do not bother come to this event.. they just burning corpses and old bones... hehehe... Tabik, Puguh
