Dear all
Sekedar sharing catatan perjalanan dan photo2 sewaktu saya dan teman2 ke
Belitung 27-28-29 Juni 2008 yang lalu. Mungkin berguna bagi yang ingin
menjelajah Pulau Belitung.
Belitung is absolutely worth to visit
salam,
deedee
-----------------------------------------------------------------------------------------
Intro :
Saya mulai mengenal kata BELITUNG setelah membaca buku Andrea Hirata yang
fenomena, Laskar Pelangi tahun lalu, tapi nggak pernah merasa tertarik untuk
mengenal kota tersebut, apalagi untuk berkunjung, karena cerita nya Andrea
tersebut bagi saya sebagian merupakan true story, and the other half is his
fantasy or imagination. Pun ketika beberapa temen udah ngajakin kesana, saya
belum tertarik untuk menjelajah Belitung.
Tapi suatu ketika, saya yang emang sering traveling ini lagi suntuk dan bosan
mendadak ingin melakukan single trip alias melakukan perjalanan sendiri, cuma
pada saat itu saya belum menentukan tujuan perjalanan karena saya sendiri masih
memilih tempat di Indonesia yang belum penah saya kunjungi.
Kemudian ketika lagi iseng browsing2 internet dan baca2 milis, mendadak saya
menbaca sebuah postingan seorang teman yang bernama Reny di milis
Indobackpacker mengenai ajakan jalan bareng Belitung.
Di postingan nya itu dia memberikan link ke website belitung sehingga secara
otomatis saya menggerakkan kursor dan meng-klik link tersebut and voila! I was
impressed... The view is awesome ! Mungkin karena mas Rustam Effendi, tour
advisor dan yang punya licence website tersebut sekaligus yang meng-organize
tour belitung itu juga merupakan seorang photographer, maka photo2 yang ada di
pulau Belitung dibuat sedemikian rupa, sehingga orang yang melihatnya pasti
akan terpesona. But it works, karena gara2 melihat photo2 tersebut, saya
langsung membulatkan tekat untuk ke Belitung sendirian, atau bergabung dengan
group yang saya tidak kenal. I dont care that much, yang penting saya harus
mengunjungi Belitung!
Tau2nya, Ninta,seorang teman baik yang lagi suntuk kerja keras and needs a
break ngajakin ke KL and Singapore, tapi saya paling malas berkunjung ke tempat
yang sama secara ber-ulang2, karena prinsip saya, one visit on each destination
should be enough, unless the place is really worth to be re-visited. Secara
karena kemaren2 baru dari Malaysia and Singapore, saya ngajak Ninta ke Belitung
dan saya kasih link nya, dan sama seperti saya, dia langsung terpesona dengan
pemandangan alam nya dan langsung ikut mendaftarkan diri untuk ikut.
Paket yang ditawarkan Belitung.dot.com juga sangat menarik (baca : murah).
Untuk ukuran perjalanan 3 hari 2 malam harga tersebut udah termasuk tour,
nginep di hotel berbintang yang bagus, AC, bersih dan mengesankan (sea view),
dengan transportasi kijang AC, makan di cover dari pagi sampe malem dengan
porsi yang berlimpah dan rasa masakan yang enak cuma membayar Rp 1,095,000 aja
looohh (itu karena pesertanya mencapai 10 orang yah, the more the merrier, dan
makin banyak orang makin murah harganya)!!! Tambahan nya adalah tiket pesawat
yang bisa di booking sendiri, Jakarta-Tanjung Pandan sekitar Rp 800,000 Rp
1,000,000. Tapi sayangnya karena kemarin lagi liburan anak sekolah, sehingga
tiket saya termasuk harga tiket high season, dan harga nya kena lebih mahal
dari biasanya, naik Sriwijaya Air, yaitu sekitar Rp. 1,200,000 an
Lautan Mas
Sebelum berangkat, saya dan Ninta sibuk muter2 ke kota mencari toko Lautan Mas
yang terletak di daerah toko Tiga, daerah Glodok-Kota, karena kami mau beli
alat2 perlengkapan snorkeling. Tampak dari luar, toko Lautan Mas sangat tidak
menarik tampilan nya. Di depan nya merupakan gudang berantakan yang penuh
dengan barang2 yang sudah di pack dan siap dikirim keluar kota/luar negri,
tempatnya kumuh dan berdebu. Pintu masuknya saja hampir tak terlihat. Tapi
ketika kami masuk ke toko nya, suasanya lebih mendingan, besar, bersih dan ber
AC. Pheeeww.
Lantai satu merupakan surga buat para pemancing, karena di lantai satu ini
mereka menjual segala macam alat2 memancing beserta aksesorisnya. Lalu kami
berdua naik ke lantai dua tempat dimana mereka menjual alat2 diving dan
snorkeling.
Kenapa harus ke Lautan mas ??? Karena tempat ini merupakan tempat yang banyak
di rekomendasikan oleh orang2 di milis2, mereka punya stock merk & ukuran yang
lumayan banyak & bervariasi, dengan harga yang jauh lebih murah. Misalnya saja,
kemarin saya membeli satu set alat2 snorkeling yangber merk Mares yang terdiri
dari mask/google, snorkel/selang dan fins/kaki katak denga harga paket Rp
580,000. Padahal untuk branded sama, tapi kalo beli nya di toko2 water sport
lainnya bisa mencapai Rp 750,000 Rp. 800,000. Lumayan, saving sekitar 200
rebu. Tadinya mau beli yang warna orange biar matching dengan warna sandal
gunung saya, tapi apadaya mereka hanya punya stock warna hitam/kuning/biru,
sehingga akhirnya saya ambil yang warna kuning cantik itu dan pulang dengan
hati yang senang.
Lautan Mas
Jl. Toko Tiga No. 24
Jakarta Barat 11230, Indonesia
Ph: +62 (0)21 690-1333
Fax: +62 (0)21 690-2479
SMSCenter: +62 (0)815 8008 112
e-mail: info @ lautanmas.com
Travel Warning, Indonesia Bertindak
Beberapa hari sebelum berangkat, saya juga sempat memesan dua baju dari
Indoesia Bertindak : http://indonesiabertindak.multiply.com untuk ikut
berpartisipasi secara volunterary mengkampanye kan Indonesia is dangerously
beautiful dengan misi memperkenalkan Indonesia dan memperlihatkan betapa
cantiknya tempat2 wisata yang ada di Indonesia ke orang asing (untuk
menghapuskan travel warning atau larangan berkunjung ke Indonesia yang berlaku
di negara mereka), because Indonesia is too beautiful to be passed ! Oh ya,
bagi yang udah banyak nanya, kaos nya harga nya Rp 50,000, warna nya cuma dua,
merah kuning dan hitam putih, ukuran nya S, M, L, XL dan bisa dipesen langsung
ke mbak Indah & mas Iwan Espeje di website diatas (mas Iwan, saya masih blom
tau kepanjangan dari espejeeeee, hihi).
Packing
Seperti biasa, saya penganut aliran last minute packing, jadi baru packing pada
malam keberangkatan. Ngeliat check list semua persiapan yang akan dibawa, saya
bingung sendiri gimana ngurangin barang2 bawaan, secara kan ceritanya
backpacker-an yah boooo. Satu tas gede isinya satu kamera, dua lensa (18-70 &
70-300) dan segala macem perlengkapan nya. Satu tas gede lagi isinya peralatan
snorkeling (google/mask, fins, snorkel), satu tas gede isinya baju dan
toiletries, dan satu lagi tas tangan berisi dompet, Hp dan peralatan ringan
lainnya. Then again, I aint no truly backpacker. Im backpacker with style,
alias backpacker yang kebanyakan gaya, remember ??? :-))
Departure
Anyway, jam 04.30 subuh saya udah menuju airport karena jam 05.00 pagi udah
jadwal nya check in di terminal-1 domestik. Saya sampai paling pagi, dan
celingak celinguk menunggu teman2 yang blom pada datang. Akhirnya pada pukul
05.30, satu persatu teman2 mulai bermunculan, saya dan Ninta yang sudah pegang
tiket masuk duluan sementara Reny masih tunggu peserta terakhir, Ria yang tidak
ada kabar, sampai akhirnya Ria datang in a very last minute dan semuanya
boarding menuju pesawat.
Karena saya dan Ninta males rebutan naek pesawat, kami santai2 aja jalan paling
belakang, dan tentunya menyempatkan diri photo2 di dekat pesawat. Ternyata baju
travel warning yang kami pakai menarik perhatian seorang bapak dan ajudan nya.
Beliau bertanya2 tentang maksud dari pesan yang tertulis di kaosnya dan kita
berdua menerangkan maksud kampanye Indonesia bertindak tadi. Si bapak masih aja
nanya2, tapi sayang kita harus buru2 masuk pesawat karena pesawat akan take off
sebentar lagi. Belakangan kami ketahui bahwa beliau itu ternyata bernama Bapak
Darmansyah Hussein, Bupati Belitung. Tau gitu, bapak Bupati pada saat kita ajak
photo bareng deh, hihi
Perjalanan dari Jakarta Tanjung Pandan kayaknya ngebut deh, soalnya nyampe
nya 15 menit lebih awal dari jadwal yang tertera (harusnya lama perjalanan 45
menit, tapi kami sampai dalam waktu 30 menit saja), dan waktu landing ngerem
nya begitu mendadak dan tarikan nya kenceng banget, sehingga terasa banget ini
pesawat dipaksakan berhenti dalam waktu yang sangat singkat, bikin deg2an aja.
Tapi untungnya the rest of the landing process went well. Pheeeww.
Tiba di bandara Tanjung Pandan dan ngantri ambil bagasi sampai sekitar pukul
09.00 pagi, saya dan Ninta pun berkenalan dengan teman seperjalanan kami. Ada
Reny & Dimas, ada Maya Kim & Bart yang lagi liburan dari Belanda, Ria & Kiki,
Nia & Mami, juga Ary .Total rombongan kami termasuk saya berjumlah 11 orang.
Lalu kami juga berkenalan dengan rombongan tetangga, Gaga, Mirtha & Emir, Nat &
Ed, Caplak, Dessy & Keira.
Kami dijemput oleh tour organizer kami, Bapak Kusumah. Penampilan bapak Kusumah
sedikit berbeda dengan photo nya yang ada di internet, lebih kurus & lebih
item, hihi. But youre going to like this guy, tampilannya gagah, orangnya
sopan, ramah & baik hati juga very informatif. Dengan dua mobil, kami berangkat
konvoy dari pelabuhan Tanjung Pandan menuju ke pusat kota untuk mengganjal
perut dulu karena saya sudah sangat lapar, sedangkan jam makan siang masih agak
lama. Selama perjalanan Bapak Kusumah menceritakan beberapa hal mengenai kota
Tanjung Pandan dan 30 menit kemudian, tibalah kami di tengah kota dan mencoba
masakan khas Tanjng Pandan, mie Belitung.
Mie Belitung tampilan nya sekilas seperti mie aceh ganja nya bang doel, tapi
warna nya lebih pucat. Saya sendiri kurang suka rasa mie nya, karena terlalu
manis buat ukuran lidah Padang saya, dan tapi kuahnya lebih kental, seperti
kuah lumpia semarang yang kayak lem itu. Tapi teman2 yang lain seperti sangat
menikmati mie belitung yang kata mereka enak itu.
Selesai brunch, kami melanjutkan perjalanan dan sekitar 15 menit kemudian
berhenti di hotel berahu untuk drop rombongan nya mas Gaga dan keluarga.
Pemandangan laut yang cantik mulai terlihat. Saya suka banget liat birunya laut
dan bersihnya langit belitung. Lalu kami melanjutkan perjalanan ke hotel kami,
hotel Lor In.
Hotel Lor In
I was impressed with our own hotel, ternyata cantik sekali tampilan nya. Hotel
ini terdiri dari 20 kamar, satu kamar bisa diisi buat dua atau tiga orang, king
size atau twin share beds. Hotel & kamarnya tampak baru, bagus, bersih, dan ber
AC. Didalam kamarnya ada kulkas dan TV, dan OMG, kamar mandi nya menarik
sekali, memakai konsep out door bathroom with closet & shower yang menggunakan
ruangan dengan atap terbuka yang luas seperti yang terdapat di hotel2 yang ada
di bali. Uh I love this place. Rasanya malas sekali mau keluar lagi karena udah
adem di kamar ber AC, but hey, kalo cuma mau tiduran aja, di Jakarta juga bisa
bukaaann ??? its time to change our clothes and see the world outside ! Maka
berganti bajulah kami dan memakai baju renang di dalamnya. Biarpun Pak Kusumah
bilang jadwal berenang baru akan mulai besok, tapi saya tetep nekat pake baju
renang, coz youll never know whats happen next, just in case nanti ada
kesempatan sekedar main
air laut (dan untung saya pake baju renang karena emang sorenya kita akhirnya
nyebur juga). Sebelum berangkat, kita menyempatkan diri untuk pake sun block
and sun tan dong, biar kulit jadi item eksotis, hihi.
Pantai Tanjung Tinggi
Owkay, lokasi tujuan pertama kami adalah pantai Tanjung Tinggi.
First impression, wow, pantainya unik, karena banyak batu2 raksasa
disekitarnya. Pantai nya bersih, pasirnya putih, air lautnya biru dan bening,
koralnya subur dan bisa terlihat karena air laut yang dangkal tersebut, dan
tidak tampak bulu babi seperti yang banyak terdapat di daerah koral atau
pinggir2 pantai.
Sepanjang mata memandang, batu2 raksasa ada dimana2. Ternaya hampir semua
pantai di Belitung berbatu2. Kami juga dikasih tau oleh pak Kusumah lokasi
pemotretan Dian Sastro untuk iklan lux, dan kamipun berphoto2 bergaya a la Dian
Sastro di lokasi ini. Halah, nggak penting banget deh dee ! hihi
Berikut info mengenai Tanjung Tinggi seperti yang terdapat di website
www.belitungisland.com
Tanjung Tinggi adalah pantai yang diapit oleh dua semenanjung. Pantai ini
berpasir putih, dan unik karena terdapat ratusan batu granit besar yang
tersebar di kedua semenanjung dan juga di laut di depan pantai. Ukuran granit
mulai dari beberapa meter kubik hingga ratusan meter kubik lebih besar dari
sebuah bangunan sebesar rumah. Anda bisa naik, berjalan dan melompat diantara
granit untuk menikmati pemandangan eksklusif dari setiap sudut kita berdiri.
Bentuk dari batu-batu besar itu juga unik, sebagian membentuk gua, yang dapat
digunakan berteduh selama hujan. Batu-batu itu bertumpuk satu sama lain
membentuk obyek yang menarik sebagaimana secara jelas bisa di lihat dari
foto-fotonya.
Batu-batu tersebut terletak diatas pasir putih. Kitaa bisa berjalan diatas
pasir putih diantara batu dan air laut yang jernih. Pasir putih ada dimana-mana
sepanjang pantai. ombak tidak besar, air lautnya jernih dengan permukaan bawah
laut yang berpasir. Kita tidak perlu khawatir dengan serangan ikan hiu, karena
tidak pernah terjadi di Belitung. Satu-satunya yang kadang-kadang harus
diwaspadai adalah ubur-ubur, khususnya yang besar.
Tanjung Tinggi juga dinamakan Pelabuhan Bilik. Dahulu tempat ini adalah
pelabuhan nelayan bagi desa terdekat Keciput atau Tanjung Tinggi. Ada paling
tidak dua puluh rumah makan seafood sederhana di sepanjang pantai. Ini adalah
tempat untuk beristirahat sejenak, minum kopi atau memesan makan siang. Menu
utama adalah makanan laut. Hanya saja, jangan berharap untuk mendapatkan
pelayanan sekelas restoran di mall. Mereka hanya orang-orang biasa dari desa
yang membuka restoran sederhana. Akan tetapi masyarakat di sana selalu ramah
pada semua tamu, sama seperti umumnya orang Indonesia.
Area Tanjung Tinggi sebagian dimiliki oleh Grup Ranati, perusahaan Indonesia.
Ini termasuk Lor In Hotel yang berjarak kira-kira 2km dari pusat pantai Tanjung
Tinggi.
Lunch
Setelah puas photo2 disini, kita mampir ke sebuah warung seafood untuk makan
siang. Makanan yang disediakan disini lengkap, enak dan porsinya berlimpah.
Hampir semua makanan laut (kecuali kepiting) tersedia untuk disantap. Ada ikan
goreng, ikan bakar, gulai ikan asam garang, cumi goreng dan udang goreng. Bart
yang tidak suka sea food memesan nasi goreng, sementara Ninta yang vegetarian
sudah disediakan tahu tempe dan sayur kangkung yang segar. Puas makan ditemani
oleh angin sepoi2, kami pun pindah ke pulau berikutnya, yaitu pulau Kelayang.
Pulau Tanjung Kelayang
Pulau kelayang sekilas tidak jauh berbeda dari pulau Tanjung Tinggi. Sama2
indah, sepi, bersih, dan berbatu2.
Dikejauhan tampak ada suatu pulau kecil dari bebatuan yang batunya berupa
anjing raksasa, makanya saya lebih suka menyebutnya Doggy Island. Di pulau
Kelayang ini kita berjalan kaki ke suatu hidden place yang ternyata dibalik
lembah kecil tersebut terdapat suatu pulau kecil yang amat cantik. Jaraknya
mungkin sekitar satu kilo menyebrangi tempat kita, tapi apadaya, secara eikeh
nggak bisa brenang yah bo, jadinya cuma bisa gigit jari aja memandangi
keindahan alamnya. Rasanya udah nggak sabar untuk main air, tapi air lautnya
tampak sangat dalam, jadi saya menjadi takut untuk berenang di tepian nya.
Tanjung Kalayang terkenal dengan pemandangan pantai dimana terdapat pulau batu
granit kecil, kira-kira 100 meter dari pantai. Bentuk pulau granit itu mirip
seperti burung. Itulah yang menyebabkan tempat ini dinamakan Tanjung Kelayang
(salah satu nama jenis burung yang banyak dijumpai di sana). Ukuran dari pulau
kecil itu kira-kira 50m persegi. Terlihat indah, seperti halnya dapat anda
lihat di foto utama dari halaman ini.
Tanjung Kelayang adalah semenanjung yang menjorok ke arah Utara.Dengan pulau
granit kelayang terletak sebelah Timur, Tanjung Kelayang adalah pantai berpasir
putih sepanjang beberapa kilometer. Sebenarnya dari Tanjung Kelayang terhampar
pantai pasir putih sejauh kurang lebih 4km sampai ke Tanjung Tinggi. Pantai
sebelah Timur adalah tempat yang baik untuk berenang, karena permukaan dasar
pantai jernih dan berpasir putih. Tempat ini juga baik jika anda ingin bermain
di tepi pantai karena permukaan pantai yang lebar. Pantai sebelah Timur adalah
pintu masuk Tanjung Kelayang, di sini hanya ada pasir putih, tidak ada granit
di pantai. Dari sana pengunjung biasanya berjalan sepanjang pantai kurang lebih
300m ke arah Utara, dimana bisa ditemukan bebatuan granit, tersebar sepanjang
ujung semenanjung dan juga di permukaan laut. Salah satunya yang berbentuk
seperti burung kelayang tadi.
Sementara itu pantai sisi Barat memiliki pemandangan berbeda. Panjang pantai
tidak sepanjang sisi Timur karena di sisi Barat terdapat lebih banyak batu-batu
granit. Pemandangan unit dari pantai sisi Barat adalah 3 pulau kecil, kira-kira
300m dari bibir pantai. Dikombinasikan dengan bebatuan granit besar yang
tersebar di permukaan laut, pemandangan di sisi Barat menjadi lebih menarik,
terutama pada saat matahari terbenam. Tempat terbaik untuk menikmati
pemandangan pantai sisi Barat adalah dari puncak batu-batu granit di area ujung
dari semenanjung.
Sekitar 1 jam photo2 ditempat ini, sekitar jam 15.00 sore, kami pindah ke
sebuah private beach di dekat pulau Tanjung Kelayang. Disini kami duduk
leyeh2an sambil ngopi2, ngeteh2 dan makan kue2 enak. Saya yang nggak tahan
untuk tidak minum air dingin memesan es batu kepada penduduk lokal, dan begitu
es batu dibawakan, oh, heaven! Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada minum
fanta merah dingin sambil smoking dan tidur2an diatas tiker yang digelar diatas
rumput dibawah pohon yang rindang dengan pemandangan laut biru di depan mata
yang berjarak sekitar 10 meter ajah.
Ngak terasa kami ngobrol2 dengan teman2 seperjalanan ini selama 1 jam-an.
Sebagian dari kami mulai tertidur, yang sebagian lagi (termasuk saya) akhirnya
nggak tahan untuk tidak berenang dan main air, dan dikarenakan juga mau photo2
narsis dibawah air pake kamera baru under wear, eh, under water nya Ninta.
Satu jam puas main air, kami beranjak menuju ke sebuah pulau kecil lainnya, di
Pulau Bukit Berahu untuk menunggu tenggelam nya nya matahari (sunset). Tapi
sayang, awan nya mendung, sunsetnya nggak dapet, sehingga akhirnya kami pulang
ke hotel dengan harapan besok sore akan mendapatkan photo sunset yang bagus.
Pulang ke hotel, mandi, kami pun bergerak menuju sebuah restaurant besar yang
berjarak 5 menit perjalanan dan sekali lagi makan2 besar yang dimulai dengan
sup kepiting-jagung yang lezat, segala macam ikan, udang dan cumi dan sayur2an
segar. Bart dan Ninta yang tidak makan sea food hanya makan sayur2an dan lagi2
tahu tempe (emang enak jadi vegetarian ? hihi).
Pulang dari makan malam, kami bersantai2 di lobby hotel sambil ngobrol dan
bercanda tawa hingga akhirnya waktu menunjukkan pukul 23.00 malam, saya yang
sudah keluar rumah pagi itu dari pukul 04.30 pagi akhirnya menyerah, cuci kaki,
cuci muka, gosok gigi, masuk kamar dan tiduuuuuuuuurrrrr !!!.
Photo2 Belitung Day-1 bisa dilihat di
http://deedeecaniago.multiply.com/photos/album/211/Photo2_Belitung_Day-1_Departure_Tanjung_Tinggi_Tanjung_Kelayang_Bu...
BelitungDay-2
Jam 07.00 pagi saya males2an bangun, mandi dan sarapan di restaurant Lor In,
dengan menu nasi goreng dicampur mie goreng dan roti dengan berbagai macam
selai, serta tambahan extra omelet. Yeap, heavy breakfast indeed. (now you know
why I gained weight, uh Don ???)
Pulau Burung
Kenyang sarapan, jam 09.00 pagi kami semua berangkat menuju lokasi kunjungan
pertama, pulau Burung. Pulau Burung sama indah nya dengan Tanjung Tinggi dan
Tanjung Kelayang yang kami kunjungi kemarin. Pantai nya bersih, indah, pasirnya
putih, dan airnya biru jernih. Karena nggak tahan untuk tidak berendam di air,
saya dan Ninta main air dan photo2 narsis tentunya, sementara yang lain juga
sibuk menjelejah pulau sambil photo2.
Pantai ini merupakan salah satu pantai favorite saya karena langitnya begitu
biru cerah dengan awan2 tebal. Puas photo2 dan main air, saya ganti aluan ke
mancing ikan, dan kembali photo2 dong ah
kami semua beranjak meninggalkan pulau ini untuk menuju pulau berikutnya, pulau
Lengkuas dimana disini terdapat sebuah Mercusuar kuno yang sudah berumur
ratusan tahun. Sekilas adalah catatan kecil mengenai pulau Lengkuas yang
diambil dari website www.belitungisland.com
Pulau Lengkuas
Lengkuas adalah pulau kecil, terletak di arah Utara desa Tanjung Binga. Luas
totalnya kurang dari satu hektar. Di seputar pulau ada banyak pulau batu-batu
granit yang bisa dicapai hanya dengan berjalan kaki melintasi laut yang dangkal
dengan kedalaman kurang dari 1.2m. Struktur batu-batu granitnya juga unik dan
berbeda dengan tempat-tempat lain dengan kombinasi pantai yang berpasir putih
dan pepohonan. Air lautnya benar-benar jernih, anda bisa dengan jelas melihat
ke dasar laut termasuk ikan-ikan yang berenang didalamnya. Ini adalah tempat
yang menyenangkan untuk bermain di air laut atau snorkling.
Mahkota dari pulau Lengkuas sebenarnya adalah sebuah Mercusuar tua, dibangun
oleh Belanda sejak tahun 1882. Kami tidak memiliki informasi tentang tinggi
dari bagunan ini, perkiraan kami kurang lebih sama dengan bangunan 12 lantai.
Kurang lebih 50m. Setiap pengunjung bisa dengan bebas naik menuju puncak
Mercusuar. Ini akan sedikit sulit karena memerlukan tenaga ekstra, tapi jangan
khawatir tindakan anda tidak akan sia-sia. Pemandangan dari puncak Mercusuar
Lengkuas begitu indah untuk hanya diceritakan. Benar-benar indah, 360 derajat
keliling pulau dan sekitarnya. Jika anda naik kesana, jangan lupa membawa
kamera, biarkan karya foto anda menceritakan keindahannya.
Hanya ada 3 orang yang tinggal di Lengkuas. Mereka adalah operator dari
Mercusuar. Mereka sangat ramah kepada setiap pengunjung. Perlu diketahui,
persediaan air sangat terbatas di pulau ini, meskipun ada tersedia toilet
darurat, mohon gunakan air secara bijaksana. Tempat ini terasa sangat releks,
angin yang bertiup terasa segar sekali, anda bisa berjemur dan beristirahat di
atas pasir putih yang mengelilingi pulau di bawah lindungan pohon-pohon kelapa.
Lengkuas bisa dicapai dengan menyewa perahu dari Tanjung Binga. Harga sewa
kira-kira Rp 350 ribu untuk sekali perjalanan yang biasanya menghabiskan waktu
setengah hari. Lama perjalanan dari pantai di Belitung ke Lengkuas hanya
kira-kira 30-45 menit. Perahu sewaan tersebut bisa membawa 30-40 orang dan ini
adalah perahu nelayan yang biasanya digunakan untuk mencari ikan pada malam
hari. Perahu ini cukup unik, dimana terdapat rangka di kedua sisi perahu yang
membuat perahu ini menjadi stabil meskipun berlayar di ombak yang cukup besar.
Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi Lengkuas adalah bulan Maret -
November. Selama masa ini ombak laut cendrung lebih tenang, sehingga anda bisa
menikmati perjalanan dengan perahu, snorkling dan berenang di perairan yang
jernih seperti terlihat dari foto-fotonya. Selama masa Desember - Januari,
ombak mungkin lebih besar dari biasanya, dan kadangkala hujan sepanjang hari.
Diantara pulau Lengkuas dan pelabuhan nelayan di tanjung Binga terdapat pulau
yang lain yang dinamakan pulau Burung. Dalam perjalanan ke Lengkuas anda akan
melewati pulau ini. Pulau ini sedikit lebih besar daripada Lengkuas, dengan
pasir putih di sisi Selatan dan bebatuan granit di sisi Utara. Pengunjung
biasanya berhenti sejenak di pulau Burung dalam perjalanan pulang dari Lengkuas
ke Tanjung Binga. Objek paling menarik dari pulau Burung adalah batu granit
yang berbentuk seperti burung yang terdapat di pantai pulau tersebut, karena
itu pula mungkin pulau ini dinamakan pulau Burung.
Kami menghabiskan waktu yang sangat lama untuk bersantai2 disini. Sebagian
teman berenang, sebagian snorkeling, dan sebagian lagi naik ke Mercusuar
tersebut sambil memotret keindahan alam yang sangat indah yang diambil dari
puncak bangunan Mercusuar.
FYI, biarpun di website nya dibilang bahwa di pulau ini ada toilet, but
actually the toilets are not working alias toiletnya tidak bisa dipakai,
sehingga apabila kita harus ke toilet "when the nature calls", orang2 yang
tinggal di pulau tersebut cuma menyarankan agar kita melakukan nya di laut atau
dipinggir laut .. hihi (what else's new uh ?)
Beberapa jam kemudian, kegiatan kami stop sebentar karena kami harus makan
siang. Makan siangnya enak dan gurih. Satu ayam bakar, satu ayam gulai, sambel
goreng ati ampela, telur gudeg, sayur dan sambal. Makanan box ini termasuk
mewah dan fancy untuk ukuran trip jalan2 ke pulau terpencil. Disini saya juga
sempet minta dimasakin mie rebus karena bawaan nya laper melulu, hihi.
Selesai makan kami kembali melakukan aktifitas di laut, yaitu berenang,
snorkeling, mendayung dengan menggunakan perahu karet dan selebihnya photo2,
tidur2an sampe tidur beneran selama ber jam2 hingga nggak terasa kulit udah
tambah jadi item keling banget dot com. Sekitar jam 16.00 sore, kami dikasih
snack kue2 enak dan bersiap2 untuk pindah ke pulau berikutnya, Pulau Tanjung
Binga untuk menantikan sunset.
Tanjung Binga
Tanjung Binga sebenarnya adalah sebuah desa 22km di Utara Tanjungpandan dan 8km
di sisi Barat Tanjung Tinggi. Ini adalah desa dengan sebagian besar penduduk
berprofesi sebagai nelayan.
Jika anda menyukai ikan bakar, datanglah ke Tanjung Binga di pagi hari
kira-kira jam 07.00. Ini adalah waktu dimana para nelayan kembali dari melaut.
Anda bisa memilih ikan yang anda suka untuk kemudian dibakar jika anda sudah
tiba di penginapan nanti. Mengapa anda harus melakukannya ? Percayalah, rasa
ikannya benar-benar nikmat dan segar karena ikan yang baru saja ditangkap dari
dasar laut rasanya berbeda dengan ikan yang sudah disimpan berjam-jam di dalam
lemari es.
Tapi rombongan kami ke Tanjung Binga bukan untuk hunting fish, tapi untuk
memotret alias hunting sunset, akan tetapi, sayang sekali cuaca kembali agak
mendung sehingga matahari terbenam yang kami tunggu2 tidak kunjung tiba, tetapi
kami cukup puas hanya dengan ber photo2 menjelang langit menjadi gelap. Dan
ketka hari sudah benar2 gelap, kami kembali ke hotel untuk mandi, dan selesai
mandi kami semua berangkat menuju hotel Berahu untuk makan malam.
Bukit Berahu
Bukit Berahu adalah sebuah resort dan juga restoran, terletak dipuncak bukit
menghadap laut lepas. Pemkitangannya indah sekali, juga pantainya, dengan pasir
putih bersih meskipun batu-batu di sini tidak sebanyak dan sebesar di Tanjung
Tinggi. Restoran menyediakan makanan ala restoran-restoran seperti di kota
besar (seperti di Jakarta). Dari restoran kita bisa menyaksikan pemandangan
laut lepas.
Makan malam lagi2 dengan menu sea food yang berlimpah, ditambah dengan bakso
ikan yang hangat mengepul sehingga kami makan dengan lahap, dan ketika perut
sudah kenyang, kami kembali ke hotel untuk ber istirahat.
Photo2 Belitung Day-2 bisa dilihat di :
http://deedeecaniago.multiply.com/photos/album/212/Belitung_Day_2_Pulau_Burung_Pulau_Lengkuas-Mecusuar_Tanjung_Binga
BelitungDay-3
Nggak terasa, hari ini adalah hari terakhir kami di Pulau Belitung. Nggak rela
rasanya untuk meninggalkan pulau yang indah ini. But time flies and we have to
get going, maka saya pun mandi dan sebelum sarapan, saya menyempatkan diri
untuk photo2 di sekitar hotel sampe puas, lalu sarapan yang sama dengan teman2
rombongan saya.
Tak lupa saya berphoto2 di depan hotel dan main ayunan sambil menunggu teman2
lainnya siap untuk berangkat ke pulau berikutnya, tapi maap, saya lupa nama
pulau ini, yang jelas, pulau ini tak kalah cantiknya dengan pulau2 dan pantai2
yang sudah kami kunjungi sebelumnya.
Tapi kami tidak bisa berlama2 disini karena kami harus segera berangkat menuju
ke Pelabuhan Tanjung Pandan untuk melihat2 pelabuhan dan ber photo2 di dermaga
nya.
Puas photo2 disni, kami pun berangkat menuju pasar ikan untuk membeli terasi
dan ikan asin khas Belitung, lalu pindah ke pusat kota untuk membeli oleh2
kerupuk khas Belitung.
Puas beli oleh2, kami makan siang di restaurant Padang (dasar padang, ngak bisa
liburan tanpa makan di restaurant Padang, hihi), dan setelah kenyang, kami pun
bersiap2 berangkat untuk menuju bandara H.AS Hanandjoeddin, Tanjung Pandan.
Kami check in pada pukul 15.30, dan disini kami semua berpamitan dengan bapak
Kusumah yang telah menemani kami selama 3 hari ini.
Ternyata, pesawat Sriwijaya delay setengah jam, sehingga waktu yang luang saya
pergunakan untuk ngobrol2 dengan teman2 seperjalanan, sambil merencanakan acara
reuni dan tukeran photo nantinya, maka saya pun mengumpulkan email address
semua orang yang ikut trip ini. Nggak lama kemudian pesawatnya tiba, kami semua
boarding dan duduk di pesawat dengan manis. Kali ini lama perjalanan sesuai
dengan jadwal, 45 menit di udara, and the landing process was smooth and easy.
Setelah antri bagasi, saya berpamitan dengan teman2 seperjalanan dan pulang
kerumah dengan hati senang karena udah bisa berlibur dan menikmati indahnya
alam Belitung, tambah lagi pengalaman dan perjalanan saya mengelilingi
Indonesia, juga tambah teman2 baru, plus berat badan tambah aja looohh
tapi
yang paling okeh, kulit saya jadi hitam exotic yang sexy.
Tapi ketika sampe dirumah dan mandi, baru terasa betapa perihnya kulit saya
karena 3 hari berjemur di pantai, sehingga hari Senin ke esokkan harinya saya
pergunakan untuk pijat dirumah sambil luluran dan merawat kulit supaya kulit
putihku yang sudah jadi hitam legam terbakar matahari ini cepat balik lagi ke
normal.
Anyhow, ko kalo kalian ada rencana ke Belitung, silahkan klik ke website nya
Mas Rustam Effendie di :
http://www.belitungisland.com/jan2008/index.php?bahasa=id&id_dest=18
atau hubungi Bapak Kusumah, Tour Organizer, Person in charge in Belitung,
Phone: +62 819 567 1357
Well it was one of the greatest fun-loving trips with great bunch of people and
great tour leader, and can not wait for my next trip, Ujung Kulon on the 8-9-10
August 2008.
Terima kasih udah membaca catatan perjalanan Belitung ini dan sampai jumpa di
trip berikutnya !!!
Cheers,
deedee
Photo2 Belitung Day-3 bisa dilihat di :
http://deedeecaniago.multiply.com/photos/album/213/Belitung_Day-3_Lor-In-Tanjung_Binga-Pelabuhan_Tanjung_Pandan_back_to_Jak...
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Indonesian Backpacker Communities
visit our website at http://www.indbackpacker.com atau bisa juga di
http://www.backpacker-indonesia.info/
Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/
untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan.
No SPAMMING or forwarding unrelated messages.
Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari Jumat.
Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian
yang perlu saja
Milis tidak bisa menerima ATTACHMENT, untuk menghindari virus dan menghemat
bandwidth.
Cara mengatur keanggotaan di milis ini :
- Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
- No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
- menerima email: [EMAIL PROTECTED]
- berhenti dari milist kirim email kosong : [EMAIL PROTECTED]
- Begabung kembali ke milist kirim email kosong : [EMAIL PROTECTED] Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/