Dear all
Sekedar sharing catatan perjalanan dan photo2 sewaktu saya dan teman2 ke 
Belitung 27-28-29 Juni 2008 yang lalu. Mungkin berguna bagi yang ingin 
menjelajah Pulau Belitung.
Belitung is absolutely worth to visit
salam,
deedee
-----------------------------------------------------------------------------------------
Intro :
Saya mulai mengenal kata BELITUNG setelah membaca buku Andrea Hirata yang 
fenomena, Laskar Pelangi tahun lalu, tapi nggak pernah merasa tertarik untuk 
mengenal kota tersebut, apalagi untuk berkunjung, karena cerita nya Andrea 
tersebut bagi saya sebagian merupakan true story, and the other half is his 
fantasy or imagination. Pun ketika beberapa temen udah ngajakin kesana, saya 
belum tertarik untuk menjelajah Belitung. 
 
Tapi suatu ketika, saya yang emang sering traveling ini lagi suntuk dan bosan 
mendadak ingin melakukan single trip alias melakukan perjalanan sendiri, cuma 
pada saat itu saya belum menentukan tujuan perjalanan karena saya sendiri masih 
memilih tempat di Indonesia yang belum penah saya kunjungi.
 
Kemudian ketika lagi iseng browsing2 internet dan baca2 milis, mendadak saya 
menbaca sebuah postingan seorang teman yang bernama Reny di milis 
Indobackpacker mengenai ajakan jalan bareng Belitung. 
 
Di postingan nya itu dia memberikan link ke website belitung sehingga secara 
otomatis saya menggerakkan kursor dan meng-klik link tersebut and voila! I was 
impressed... The view is awesome ! Mungkin karena mas Rustam Effendi, tour 
advisor dan yang punya licence website tersebut  sekaligus yang meng-organize 
tour belitung itu juga merupakan seorang photographer, maka photo2 yang ada di 
pulau Belitung dibuat sedemikian rupa, sehingga orang yang melihatnya pasti 
akan terpesona. But it works, karena gara2 melihat photo2 tersebut, saya 
langsung membulatkan tekat untuk ke Belitung sendirian, atau bergabung dengan 
group yang saya tidak kenal. I don’t care that much, yang penting saya harus 
mengunjungi Belitung! 
 
Tau2nya, Ninta,seorang teman baik yang lagi suntuk kerja keras and needs a 
break ngajakin ke KL and Singapore, tapi saya paling malas berkunjung ke tempat 
yang sama secara ber-ulang2, karena prinsip saya, one visit on each destination 
should be enough, unless the place is really worth to be re-visited. Secara 
karena kemaren2 baru dari Malaysia and Singapore, saya ngajak Ninta ke Belitung 
dan saya kasih link nya, dan sama seperti saya, dia langsung terpesona dengan 
pemandangan alam nya dan langsung ikut mendaftarkan diri untuk ikut.
 
Paket yang ditawarkan Belitung.dot.com juga sangat menarik (baca : murah). 
Untuk ukuran perjalanan 3 hari 2 malam harga tersebut udah termasuk tour, 
nginep di hotel berbintang yang bagus, AC, bersih dan mengesankan (sea view), 
dengan transportasi kijang AC, makan di cover dari pagi sampe malem dengan 
porsi yang berlimpah dan rasa masakan yang enak cuma membayar Rp 1,095,000 aja 
looohh (itu karena pesertanya mencapai 10 orang yah, the more the merrier, dan 
makin banyak orang makin murah harganya)!!! Tambahan nya adalah tiket pesawat 
yang bisa di booking sendiri, Jakarta-Tanjung Pandan sekitar Rp 800,000 – Rp 
1,000,000. Tapi sayangnya karena kemarin lagi liburan anak sekolah, sehingga 
tiket saya termasuk harga tiket high season, dan harga nya kena lebih mahal 
dari biasanya, naik Sriwijaya Air, yaitu sekitar Rp. 1,200,000 an
 
Lautan Mas
 
Sebelum berangkat, saya dan Ninta sibuk muter2 ke kota mencari toko Lautan Mas 
yang terletak di daerah toko Tiga, daerah Glodok-Kota, karena kami mau beli 
alat2 perlengkapan snorkeling. Tampak dari luar, toko Lautan Mas sangat tidak 
menarik tampilan nya. Di depan nya merupakan gudang berantakan yang penuh 
dengan barang2 yang sudah di pack dan siap dikirim keluar kota/luar negri, 
tempatnya kumuh dan berdebu. Pintu masuknya saja hampir tak terlihat. Tapi 
ketika kami masuk ke toko nya, suasanya lebih mendingan, besar, bersih dan ber 
AC. Pheeeww. 
 
Lantai satu merupakan surga buat para pemancing, karena di lantai satu ini 
mereka menjual segala macam alat2 memancing beserta aksesorisnya. Lalu kami 
berdua naik ke lantai dua tempat dimana mereka menjual alat2 diving dan 
snorkeling. 
 
Kenapa harus ke Lautan mas ??? Karena tempat ini merupakan tempat yang banyak 
di rekomendasikan oleh orang2 di milis2, mereka punya stock merk & ukuran yang 
lumayan banyak & bervariasi, dengan harga yang jauh lebih murah. Misalnya saja, 
kemarin saya membeli satu set alat2 snorkeling yangber merk Mares yang terdiri 
dari mask/google, snorkel/selang dan fins/kaki katak denga harga paket Rp 
580,000. Padahal untuk branded sama, tapi kalo beli nya di toko2 water sport 
lainnya bisa mencapai Rp 750,000 – Rp. 800,000. Lumayan, saving sekitar 200 
rebu. Tadinya mau beli yang warna orange biar matching dengan warna sandal 
gunung saya, tapi apadaya mereka hanya punya stock warna hitam/kuning/biru, 
sehingga akhirnya saya ambil yang warna kuning cantik itu dan pulang dengan 
hati yang senang.
 
Lautan Mas
Jl. Toko Tiga No. 24
Jakarta Barat 11230, Indonesia
Ph: +62 (0)21 690-1333 
Fax: +62 (0)21 690-2479
SMSCenter: +62 (0)815 8008 112
e-mail: info @ lautanmas.com
 
Travel Warning, Indonesia Bertindak
 
Beberapa hari sebelum berangkat, saya juga sempat memesan dua baju dari 
Indoesia Bertindak : http://indonesiabertindak.multiply.com untuk ikut 
berpartisipasi secara volunterary mengkampanye kan “Indonesia is dangerously 
beautiful” dengan misi memperkenalkan Indonesia dan memperlihatkan betapa 
cantiknya tempat2 wisata yang ada di Indonesia ke orang asing (untuk 
menghapuskan travel warning atau larangan berkunjung ke Indonesia yang berlaku 
di negara mereka), because Indonesia is too beautiful to be passed ! Oh ya, 
bagi yang udah banyak nanya, kaos nya harga nya Rp 50,000, warna nya cuma dua, 
merah kuning dan hitam putih, ukuran nya S, M, L, XL dan bisa dipesen langsung 
ke mbak Indah & mas Iwan Espeje di website diatas (mas Iwan, saya masih blom 
tau kepanjangan dari espejeeeee, hihi).
Packing
 
Seperti biasa, saya penganut aliran last minute packing, jadi baru packing pada 
malam keberangkatan. Ngeliat check list semua persiapan yang akan dibawa, saya 
bingung sendiri gimana ngurangin barang2 bawaan, secara kan ceritanya 
backpacker-an yah boooo. Satu tas gede isinya satu kamera, dua lensa (18-70 & 
70-300) dan segala macem perlengkapan nya. Satu tas gede lagi isinya peralatan 
snorkeling (google/mask, fins, snorkel), satu tas gede isinya baju dan 
toiletries, dan satu lagi tas tangan berisi dompet, Hp dan peralatan ringan 
lainnya. Then again, I ain’t no truly backpacker. I’m backpacker with style, 
alias backpacker yang kebanyakan gaya, remember ??? :-))
 
Departure
 
Anyway, jam 04.30 subuh saya udah menuju airport karena jam 05.00 pagi udah 
jadwal nya check in di terminal-1 domestik. Saya sampai paling pagi, dan 
celingak celinguk menunggu teman2 yang blom pada datang. Akhirnya pada pukul 
05.30, satu persatu teman2 mulai bermunculan, saya dan Ninta yang sudah pegang 
tiket masuk duluan sementara Reny masih tunggu peserta terakhir, Ria yang tidak 
ada kabar, sampai akhirnya Ria datang in a very last minute dan semuanya 
boarding menuju pesawat. 
 
Karena saya dan Ninta males rebutan naek pesawat, kami santai2 aja jalan paling 
belakang, dan tentunya menyempatkan diri photo2 di dekat pesawat. Ternyata baju 
travel warning yang kami pakai menarik perhatian seorang bapak dan ajudan nya. 
Beliau bertanya2 tentang maksud dari pesan yang tertulis di kaosnya dan kita 
berdua menerangkan maksud kampanye Indonesia bertindak tadi. Si bapak masih aja 
nanya2, tapi sayang kita harus buru2 masuk pesawat karena pesawat akan take off 
sebentar lagi. Belakangan kami ketahui bahwa beliau itu ternyata bernama Bapak 
Darmansyah Hussein, Bupati Belitung. Tau gitu, bapak Bupati pada saat kita ajak 
photo bareng deh, hihi
 
Perjalanan dari Jakarta – Tanjung Pandan kayaknya ngebut deh, soalnya nyampe 
nya 15 menit lebih awal dari jadwal yang tertera (harusnya lama perjalanan 45 
menit, tapi kami sampai dalam waktu 30 menit saja), dan waktu landing ngerem 
nya begitu mendadak dan tarikan nya kenceng banget, sehingga terasa banget ini 
pesawat dipaksakan berhenti dalam waktu yang sangat singkat, bikin deg2an aja. 
Tapi untungnya the rest of the landing process went well. Pheeeww.
 
Tiba di bandara Tanjung Pandan dan ngantri ambil bagasi sampai sekitar pukul 
09.00 pagi, saya dan Ninta pun berkenalan dengan teman seperjalanan kami. Ada 
Reny & Dimas, ada Maya Kim & Bart yang lagi liburan dari Belanda, Ria & Kiki, 
Nia & Mami, juga Ary .Total rombongan kami termasuk saya berjumlah 11 orang. 
Lalu kami juga berkenalan dengan rombongan tetangga, Gaga, Mirtha & Emir, Nat & 
Ed, Caplak, Dessy & Keira. 
 
Kami dijemput oleh tour organizer kami, Bapak Kusumah. Penampilan bapak Kusumah 
sedikit berbeda dengan photo nya yang ada di internet, lebih kurus & lebih 
item, hihi.  But you’re going to like this guy, tampilannya gagah, orangnya 
sopan, ramah & baik hati juga very informatif. Dengan dua mobil, kami berangkat 
konvoy dari pelabuhan Tanjung Pandan menuju ke pusat kota untuk mengganjal 
perut dulu karena saya sudah sangat lapar, sedangkan jam makan siang masih agak 
lama.  Selama perjalanan Bapak Kusumah menceritakan beberapa hal mengenai kota 
Tanjung Pandan dan 30 menit kemudian, tibalah kami di tengah kota dan mencoba 
masakan khas Tanjng Pandan, mie Belitung. 
 
Mie Belitung tampilan nya sekilas seperti mie aceh ganja nya bang doel, tapi 
warna nya lebih pucat. Saya sendiri kurang suka rasa mie nya, karena terlalu 
manis buat ukuran lidah Padang saya, dan tapi kuahnya lebih kental, seperti 
kuah lumpia semarang yang kayak lem itu. Tapi teman2 yang lain seperti sangat 
menikmati mie belitung yang kata mereka enak itu.  
 
Selesai brunch, kami melanjutkan perjalanan dan sekitar 15 menit kemudian 
berhenti di hotel berahu untuk drop rombongan nya mas Gaga dan keluarga. 
Pemandangan laut yang cantik mulai terlihat. Saya suka banget liat birunya laut 
dan bersihnya langit belitung.  Lalu kami melanjutkan perjalanan ke hotel kami, 
hotel Lor In. 
 
Hotel Lor In
 
I was impressed with our own hotel, ternyata cantik sekali tampilan nya. Hotel 
ini terdiri dari 20 kamar, satu kamar bisa diisi buat dua atau tiga orang, king 
size atau twin share beds. Hotel & kamarnya tampak baru, bagus, bersih, dan ber 
AC. Didalam kamarnya ada kulkas dan TV, dan OMG, kamar mandi nya menarik 
sekali, memakai konsep out door bathroom with closet & shower yang menggunakan 
ruangan dengan atap terbuka yang luas seperti yang terdapat di hotel2 yang ada 
di bali. Uh I love this place. Rasanya malas sekali mau keluar lagi karena udah 
adem di kamar ber AC, but hey, kalo cuma mau tiduran aja, di Jakarta juga bisa 
bukaaann ??? it’s time to change our clothes and see the world outside ! Maka 
berganti bajulah kami dan memakai baju renang di dalamnya. Biarpun Pak Kusumah 
bilang jadwal berenang baru akan mulai besok, tapi saya tetep nekat pake baju 
renang, coz you’ll never know what’s happen next, just in case nanti ada 
kesempatan sekedar main
 air laut (dan untung saya pake baju renang karena emang sorenya kita akhirnya 
nyebur juga). Sebelum berangkat, kita menyempatkan diri untuk pake sun block 
and sun tan dong, biar kulit jadi item eksotis, hihi.
 
Pantai Tanjung Tinggi
 
Owkay, lokasi tujuan pertama kami adalah pantai Tanjung Tinggi.
 
First impression, wow, pantainya unik, karena banyak batu2 raksasa 
disekitarnya. Pantai nya bersih, pasirnya putih, air lautnya biru dan bening, 
koralnya subur dan bisa terlihat karena air laut yang dangkal tersebut, dan 
tidak tampak bulu babi seperti yang banyak terdapat di daerah koral atau 
pinggir2 pantai. 
 
Sepanjang mata memandang, batu2 raksasa ada dimana2. Ternaya hampir semua 
pantai di Belitung berbatu2. Kami juga dikasih tau oleh pak Kusumah lokasi 
pemotretan Dian Sastro untuk iklan lux, dan kamipun berphoto2 bergaya a la Dian 
Sastro di lokasi ini. Halah, nggak penting banget deh dee ! hihi
 
Berikut info mengenai Tanjung Tinggi seperti yang terdapat di website 
www.belitungisland.com 
 
Tanjung Tinggi adalah pantai yang diapit oleh dua semenanjung. Pantai ini 
berpasir putih, dan unik karena terdapat ratusan batu granit besar yang 
tersebar di kedua semenanjung dan juga di laut di depan pantai. Ukuran granit 
mulai dari beberapa meter kubik hingga ratusan meter kubik lebih besar dari 
sebuah bangunan sebesar rumah. Anda bisa naik, berjalan dan melompat diantara 
granit untuk menikmati pemandangan eksklusif dari setiap sudut kita berdiri. 
Bentuk dari batu-batu besar itu juga unik, sebagian membentuk gua, yang dapat 
digunakan berteduh selama hujan. Batu-batu itu bertumpuk satu sama lain 
membentuk obyek yang menarik sebagaimana secara jelas bisa di lihat dari 
foto-fotonya. 
 
Batu-batu tersebut terletak diatas pasir putih. Kitaa bisa berjalan diatas 
pasir putih diantara batu dan air laut yang jernih. Pasir putih ada dimana-mana 
sepanjang pantai. ombak tidak besar, air lautnya jernih dengan permukaan bawah 
laut yang berpasir. Kita tidak perlu khawatir dengan serangan ikan hiu, karena 
tidak pernah terjadi di Belitung. Satu-satunya yang kadang-kadang harus 
diwaspadai adalah ubur-ubur, khususnya yang besar. 
 
Tanjung Tinggi juga dinamakan Pelabuhan Bilik. Dahulu tempat ini adalah 
pelabuhan nelayan bagi desa terdekat Keciput atau Tanjung Tinggi. Ada paling 
tidak dua puluh rumah makan seafood sederhana di sepanjang pantai. Ini adalah 
tempat untuk beristirahat sejenak, minum kopi atau memesan makan siang. Menu 
utama adalah makanan laut. Hanya saja, jangan berharap untuk mendapatkan 
pelayanan sekelas restoran di mall. Mereka hanya orang-orang biasa dari desa 
yang membuka restoran sederhana. Akan tetapi masyarakat di sana selalu ramah 
pada semua tamu, sama seperti umumnya orang Indonesia. 
 
Area Tanjung Tinggi sebagian dimiliki oleh Grup Ranati, perusahaan Indonesia. 
Ini termasuk Lor In Hotel yang berjarak kira-kira 2km dari pusat pantai Tanjung 
Tinggi. 
 
Lunch
 
Setelah puas photo2 disini, kita mampir ke sebuah warung seafood untuk makan 
siang. Makanan yang disediakan disini lengkap, enak dan porsinya berlimpah. 
Hampir semua makanan laut (kecuali kepiting) tersedia untuk disantap. Ada ikan 
goreng, ikan bakar, gulai ikan asam garang, cumi goreng dan udang goreng. Bart 
yang tidak suka sea food memesan nasi goreng, sementara Ninta yang vegetarian 
sudah disediakan tahu tempe dan sayur kangkung yang segar. Puas makan ditemani 
oleh angin sepoi2, kami pun pindah ke pulau berikutnya, yaitu pulau Kelayang. 
 
 
Pulau Tanjung Kelayang
 
Pulau kelayang sekilas tidak jauh berbeda dari pulau Tanjung Tinggi. Sama2 
indah, sepi, bersih, dan berbatu2.
 
Dikejauhan tampak ada suatu pulau kecil dari bebatuan yang batunya berupa 
anjing raksasa, makanya saya lebih suka menyebutnya Doggy Island. Di pulau 
Kelayang ini kita berjalan kaki ke suatu hidden place yang ternyata dibalik 
lembah kecil tersebut terdapat suatu pulau kecil yang amat cantik.  Jaraknya 
mungkin sekitar satu kilo menyebrangi tempat kita, tapi apadaya, secara eikeh 
nggak bisa brenang yah bo, jadinya cuma bisa gigit jari aja memandangi 
keindahan alamnya. Rasanya udah nggak sabar untuk main air, tapi air lautnya 
tampak sangat dalam, jadi saya menjadi takut untuk berenang di tepian nya.  
 
Tanjung Kalayang terkenal dengan pemandangan pantai dimana terdapat pulau batu 
granit kecil, kira-kira 100 meter dari pantai. Bentuk pulau granit itu mirip 
seperti burung. Itulah yang menyebabkan tempat ini dinamakan Tanjung Kelayang 
(salah satu nama jenis burung yang banyak dijumpai di sana). Ukuran dari pulau 
kecil itu kira-kira 50m persegi. Terlihat indah, seperti halnya dapat anda 
lihat di foto utama dari halaman ini. 
 
Tanjung Kelayang adalah semenanjung yang menjorok ke arah Utara.Dengan pulau 
granit kelayang terletak sebelah Timur, Tanjung Kelayang adalah pantai berpasir 
putih sepanjang beberapa kilometer. Sebenarnya dari Tanjung Kelayang terhampar 
pantai pasir putih sejauh kurang lebih 4km sampai ke Tanjung Tinggi. Pantai 
sebelah Timur adalah tempat yang baik untuk berenang, karena permukaan dasar 
pantai jernih dan berpasir putih. Tempat ini juga baik jika anda ingin bermain 
di tepi pantai karena permukaan pantai yang lebar. Pantai sebelah Timur adalah 
pintu masuk Tanjung Kelayang, di sini hanya ada pasir putih, tidak ada granit 
di pantai. Dari sana pengunjung biasanya berjalan sepanjang pantai kurang lebih 
300m ke arah Utara, dimana bisa ditemukan bebatuan granit, tersebar sepanjang 
ujung semenanjung dan juga di permukaan laut. Salah satunya yang berbentuk 
seperti burung kelayang tadi. 
 
Sementara itu pantai sisi Barat memiliki pemandangan berbeda. Panjang pantai 
tidak sepanjang sisi Timur karena di sisi Barat terdapat lebih banyak batu-batu 
granit. Pemandangan unit dari pantai sisi Barat adalah 3 pulau kecil, kira-kira 
300m dari bibir pantai. Dikombinasikan dengan bebatuan granit besar yang 
tersebar di permukaan laut, pemandangan di sisi Barat menjadi lebih menarik, 
terutama pada saat matahari terbenam. Tempat terbaik untuk menikmati 
pemandangan pantai sisi Barat adalah dari puncak batu-batu granit di area ujung 
dari semenanjung. 
 
Sekitar 1 jam photo2 ditempat ini, sekitar jam 15.00 sore, kami pindah ke 
sebuah private beach di dekat pulau Tanjung Kelayang. Disini kami duduk 
leyeh2an sambil ngopi2, ngeteh2 dan makan kue2 enak. Saya yang nggak tahan 
untuk tidak minum air dingin memesan es batu kepada penduduk lokal, dan begitu 
es batu dibawakan, oh, heaven! Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada minum 
fanta merah dingin sambil smoking dan tidur2an diatas tiker yang digelar diatas 
rumput dibawah pohon yang rindang dengan pemandangan laut biru di depan mata 
yang berjarak sekitar 10 meter ajah. 
 
Ngak terasa kami ngobrol2 dengan teman2 seperjalanan ini selama 1 jam-an. 
Sebagian dari kami mulai tertidur, yang sebagian lagi (termasuk saya) akhirnya 
nggak tahan untuk tidak berenang dan main air, dan dikarenakan juga mau photo2 
narsis dibawah air pake kamera baru under wear, eh, under water nya Ninta. 
 
Satu jam puas main air, kami beranjak menuju ke sebuah pulau kecil lainnya, di 
Pulau Bukit Berahu untuk menunggu tenggelam nya nya matahari (sunset). Tapi 
sayang, awan nya mendung, sunsetnya nggak dapet, sehingga akhirnya kami pulang 
ke hotel dengan harapan besok sore akan mendapatkan photo sunset yang bagus.
 
Pulang ke hotel, mandi, kami pun bergerak menuju sebuah restaurant besar yang 
berjarak 5 menit perjalanan dan sekali lagi makan2 besar yang dimulai dengan 
sup kepiting-jagung yang lezat, segala macam ikan, udang dan cumi dan sayur2an 
segar. Bart dan Ninta yang tidak makan sea food hanya makan sayur2an dan lagi2 
tahu tempe (emang enak jadi vegetarian ? hihi). 
 
Pulang dari makan malam, kami bersantai2 di lobby hotel sambil ngobrol dan 
bercanda tawa hingga akhirnya waktu menunjukkan pukul 23.00 malam, saya yang 
sudah keluar rumah pagi itu dari pukul 04.30 pagi akhirnya menyerah, cuci kaki, 
cuci muka, gosok gigi, masuk kamar dan tiduuuuuuuuurrrrr !!!.
 
Photo2 Belitung Day-1 bisa dilihat di 
 
http://deedeecaniago.multiply.com/photos/album/211/Photo2_Belitung_Day-1_Departure_Tanjung_Tinggi_Tanjung_Kelayang_Bu...
 
BelitungDay-2
 
 
Jam 07.00 pagi saya males2an bangun, mandi dan sarapan di restaurant Lor In, 
dengan menu nasi goreng dicampur mie goreng dan roti dengan berbagai macam 
selai, serta tambahan extra omelet. Yeap, heavy breakfast indeed. (now you know 
why I gained weight, uh Don ???) 
 
Pulau Burung
 
Kenyang sarapan, jam 09.00 pagi kami semua berangkat menuju lokasi kunjungan 
pertama, pulau Burung. Pulau Burung sama indah nya dengan Tanjung Tinggi dan 
Tanjung Kelayang yang kami kunjungi kemarin. Pantai nya bersih, indah, pasirnya 
putih, dan airnya biru jernih. Karena nggak tahan untuk tidak berendam di air, 
saya dan Ninta main air dan photo2 narsis tentunya, sementara yang lain juga 
sibuk menjelejah pulau sambil photo2. 
 
Pantai ini merupakan salah satu pantai favorite saya karena langitnya begitu 
biru cerah dengan awan2 tebal. Puas photo2 dan main air, saya ganti aluan ke 
mancing ikan, dan kembali photo2 dong ah
 
kami semua beranjak meninggalkan pulau ini untuk menuju pulau berikutnya, pulau 
Lengkuas dimana disini terdapat sebuah Mercusuar kuno yang sudah berumur 
ratusan tahun. Sekilas adalah catatan kecil mengenai pulau Lengkuas yang 
diambil dari website www.belitungisland.com 
 
 Pulau Lengkuas 
 
Lengkuas adalah pulau kecil, terletak di arah Utara desa Tanjung Binga. Luas 
totalnya kurang dari satu hektar. Di seputar pulau ada banyak pulau batu-batu 
granit yang bisa dicapai hanya dengan berjalan kaki melintasi laut yang dangkal 
dengan kedalaman kurang dari 1.2m. Struktur batu-batu granitnya juga unik dan 
berbeda dengan tempat-tempat lain dengan kombinasi pantai yang berpasir putih 
dan pepohonan. Air lautnya benar-benar jernih, anda bisa dengan jelas melihat 
ke dasar laut termasuk ikan-ikan yang berenang didalamnya. Ini adalah tempat 
yang menyenangkan untuk bermain di air laut atau snorkling. 
 
Mahkota dari pulau Lengkuas sebenarnya adalah sebuah Mercusuar tua, dibangun 
oleh Belanda sejak tahun 1882. Kami tidak memiliki informasi tentang tinggi 
dari bagunan ini, perkiraan kami kurang lebih sama dengan bangunan 12 lantai. 
Kurang lebih 50m. Setiap pengunjung bisa dengan bebas naik menuju puncak 
Mercusuar. Ini akan sedikit sulit karena memerlukan tenaga ekstra, tapi jangan 
khawatir tindakan anda tidak akan sia-sia. Pemandangan dari puncak Mercusuar 
Lengkuas begitu indah untuk hanya diceritakan. Benar-benar indah, 360 derajat 
keliling pulau dan sekitarnya. Jika anda naik kesana, jangan lupa membawa 
kamera, biarkan karya foto anda menceritakan keindahannya. 
 
Hanya ada 3 orang yang tinggal di Lengkuas. Mereka adalah operator dari 
Mercusuar. Mereka sangat ramah kepada setiap pengunjung. Perlu diketahui, 
persediaan air sangat terbatas di pulau ini, meskipun ada tersedia toilet 
darurat, mohon gunakan air secara bijaksana. Tempat ini terasa sangat releks, 
angin yang bertiup terasa segar sekali, anda bisa berjemur dan beristirahat di 
atas pasir putih yang mengelilingi pulau di bawah lindungan pohon-pohon kelapa. 
Lengkuas bisa dicapai dengan menyewa perahu dari Tanjung Binga. Harga sewa 
kira-kira Rp 350 ribu untuk sekali perjalanan yang biasanya menghabiskan waktu 
setengah hari. Lama perjalanan dari pantai di Belitung ke Lengkuas hanya 
kira-kira 30-45 menit. Perahu sewaan tersebut bisa membawa 30-40 orang dan ini 
adalah perahu nelayan yang biasanya digunakan untuk mencari ikan pada malam 
hari. Perahu ini cukup unik, dimana terdapat rangka di kedua sisi perahu yang 
membuat perahu ini menjadi stabil meskipun berlayar di ombak yang cukup besar. 
 
Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi Lengkuas adalah bulan Maret - 
November. Selama masa ini ombak laut cendrung lebih tenang, sehingga anda bisa 
menikmati perjalanan dengan perahu, snorkling dan berenang di perairan yang 
jernih seperti terlihat dari foto-fotonya. Selama masa Desember - Januari, 
ombak mungkin lebih besar dari biasanya, dan kadangkala hujan sepanjang hari. 
 
Diantara pulau Lengkuas dan pelabuhan nelayan di tanjung Binga terdapat pulau 
yang lain yang dinamakan pulau Burung. Dalam perjalanan ke Lengkuas anda akan 
melewati pulau ini. Pulau ini sedikit lebih besar daripada Lengkuas, dengan 
pasir putih di sisi Selatan dan bebatuan granit di sisi Utara. Pengunjung 
biasanya berhenti sejenak di pulau Burung dalam perjalanan pulang dari Lengkuas 
ke Tanjung Binga. Objek paling menarik dari pulau Burung adalah batu granit 
yang berbentuk seperti burung yang terdapat di pantai pulau tersebut, karena 
itu pula mungkin pulau ini dinamakan pulau Burung. 
 
Kami menghabiskan waktu yang sangat lama untuk bersantai2 disini. Sebagian 
teman berenang, sebagian snorkeling, dan sebagian lagi naik ke Mercusuar 
tersebut sambil memotret keindahan alam yang sangat indah yang diambil dari 
puncak bangunan Mercusuar. 
 
FYI, biarpun di website nya dibilang bahwa di pulau ini ada toilet, but 
actually the toilets are not working alias toiletnya tidak bisa dipakai, 
sehingga apabila kita harus ke toilet "when the nature calls", orang2 yang 
tinggal di pulau tersebut cuma menyarankan agar kita melakukan nya di laut atau 
dipinggir laut .. hihi (what else's new uh ?)
 
Beberapa jam kemudian, kegiatan kami stop sebentar karena kami harus makan 
siang. Makan siangnya enak dan gurih. Satu ayam bakar, satu ayam gulai, sambel 
goreng ati ampela, telur gudeg, sayur dan sambal. Makanan box ini termasuk 
mewah dan fancy untuk ukuran trip jalan2 ke pulau terpencil. Disini saya juga 
sempet minta dimasakin mie rebus karena bawaan nya laper melulu, hihi.
 
Selesai makan kami kembali melakukan aktifitas di laut, yaitu berenang, 
snorkeling, mendayung dengan menggunakan perahu karet dan selebihnya photo2, 
tidur2an sampe tidur beneran selama ber jam2 hingga nggak terasa kulit udah 
tambah jadi item keling banget dot com. Sekitar jam 16.00 sore, kami dikasih 
snack kue2 enak dan bersiap2 untuk pindah ke pulau berikutnya, Pulau Tanjung 
Binga untuk menantikan sunset.
 
Tanjung Binga
 
Tanjung Binga sebenarnya adalah sebuah desa 22km di Utara Tanjungpandan dan 8km 
di sisi Barat Tanjung Tinggi. Ini adalah desa dengan sebagian besar penduduk 
berprofesi sebagai nelayan. 
Jika anda menyukai ikan bakar, datanglah ke Tanjung Binga di pagi hari 
kira-kira jam 07.00. Ini adalah waktu dimana para nelayan kembali dari melaut. 
Anda bisa memilih ikan yang anda suka untuk kemudian dibakar jika anda sudah 
tiba di penginapan nanti. Mengapa anda harus melakukannya ? Percayalah, rasa 
ikannya benar-benar nikmat dan segar karena ikan yang baru saja ditangkap dari 
dasar laut rasanya berbeda dengan ikan yang sudah disimpan berjam-jam di dalam 
lemari es. 
 
Tapi rombongan kami ke Tanjung Binga bukan untuk hunting fish, tapi untuk 
memotret alias hunting  sunset, akan tetapi, sayang sekali cuaca kembali agak 
mendung sehingga matahari terbenam yang kami tunggu2 tidak kunjung tiba, tetapi 
kami cukup puas hanya dengan ber photo2 menjelang langit menjadi gelap. Dan 
ketka hari sudah benar2 gelap, kami kembali ke hotel untuk mandi, dan selesai 
mandi kami semua berangkat menuju hotel Berahu untuk makan malam.
 
Bukit Berahu
 
Bukit Berahu adalah sebuah resort dan juga restoran, terletak dipuncak bukit 
menghadap laut lepas. Pemkitangannya indah sekali, juga pantainya, dengan pasir 
putih bersih meskipun batu-batu di sini tidak sebanyak dan sebesar di Tanjung 
Tinggi. Restoran menyediakan makanan ala restoran-restoran seperti di kota 
besar (seperti di Jakarta). Dari restoran kita bisa menyaksikan pemandangan 
laut lepas.
 
Makan malam lagi2 dengan menu sea food yang berlimpah, ditambah dengan bakso 
ikan yang hangat mengepul sehingga kami makan dengan lahap, dan ketika perut 
sudah kenyang, kami kembali ke hotel untuk ber istirahat.
 
Photo2 Belitung Day-2 bisa dilihat di :
 
http://deedeecaniago.multiply.com/photos/album/212/Belitung_Day_2_Pulau_Burung_Pulau_Lengkuas-Mecusuar_Tanjung_Binga
 
BelitungDay-3
 
Nggak terasa, hari ini adalah hari terakhir kami di Pulau Belitung. Nggak rela 
rasanya untuk meninggalkan pulau yang indah ini.  But time flies and we have to 
get going, maka saya pun mandi dan sebelum sarapan, saya menyempatkan diri 
untuk photo2 di sekitar hotel sampe puas, lalu sarapan yang sama dengan teman2 
rombongan saya.
 
Tak lupa saya berphoto2 di depan hotel dan main ayunan sambil menunggu teman2 
lainnya siap untuk berangkat ke pulau berikutnya, tapi maap, saya lupa nama 
pulau ini, yang jelas, pulau ini tak kalah cantiknya dengan pulau2 dan pantai2 
yang sudah kami kunjungi sebelumnya.
 
Tapi kami tidak bisa berlama2 disini karena kami harus segera berangkat menuju 
ke Pelabuhan Tanjung Pandan untuk melihat2 pelabuhan dan ber photo2 di dermaga 
nya. 
 
 Puas photo2 disni, kami pun berangkat menuju pasar ikan untuk membeli terasi 
dan ikan asin khas Belitung, lalu pindah ke pusat kota untuk membeli oleh2 
kerupuk khas Belitung. 
 
Puas beli oleh2, kami makan siang di restaurant Padang (dasar padang, ngak bisa 
liburan tanpa makan di restaurant Padang, hihi), dan setelah kenyang, kami pun 
bersiap2 berangkat untuk menuju bandara H.AS Hanandjoeddin, Tanjung Pandan.
 
Kami check in pada pukul 15.30, dan disini kami semua berpamitan dengan bapak 
Kusumah yang telah menemani kami selama 3 hari ini.
 
Ternyata, pesawat Sriwijaya delay setengah jam, sehingga waktu yang luang saya 
pergunakan untuk ngobrol2 dengan teman2 seperjalanan, sambil merencanakan acara 
reuni dan tukeran photo nantinya, maka saya pun mengumpulkan email address 
semua orang yang ikut trip ini. Nggak lama kemudian pesawatnya tiba, kami semua 
boarding dan duduk di pesawat dengan manis.  Kali ini lama perjalanan sesuai 
dengan jadwal, 45 menit di udara, and the landing process was smooth and easy. 
 
Setelah antri bagasi, saya berpamitan dengan teman2 seperjalanan dan pulang 
kerumah dengan hati senang karena udah bisa berlibur dan menikmati indahnya 
alam Belitung, tambah lagi pengalaman dan perjalanan saya mengelilingi 
Indonesia, juga  tambah teman2 baru, plus berat badan tambah aja looohh…tapi 
yang paling okeh, kulit saya jadi hitam exotic yang sexy. 
 
Tapi ketika sampe dirumah dan mandi, baru terasa betapa perihnya kulit saya 
karena 3 hari berjemur di pantai, sehingga hari Senin ke esokkan harinya saya 
pergunakan untuk pijat dirumah sambil luluran dan merawat kulit supaya kulit 
putihku yang sudah jadi hitam legam terbakar matahari ini cepat balik lagi ke 
normal.
 
Anyhow, ko kalo kalian ada rencana ke Belitung, silahkan klik ke website nya 
Mas Rustam Effendie di :
 
http://www.belitungisland.com/jan2008/index.php?bahasa=id&id_dest=18
 
atau hubungi Bapak Kusumah, Tour Organizer, Person in charge in Belitung, 
Phone: +62 819 567 1357
 
Well it was one of the greatest fun-loving trips with great bunch of people and 
great tour leader, and can not wait for my next trip, Ujung Kulon on the 8-9-10 
August 2008.
 
Terima kasih udah membaca catatan perjalanan Belitung ini dan sampai jumpa di 
trip berikutnya !!!
 
Cheers,
deedee
 
 Photo2 Belitung Day-3 bisa dilihat di :
 
http://deedeecaniago.multiply.com/photos/album/213/Belitung_Day-3_Lor-In-Tanjung_Binga-Pelabuhan_Tanjung_Pandan_back_to_Jak...


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

Indonesian Backpacker Communities
visit our website at http://www.indbackpacker.com atau bisa juga di 
http://www.backpacker-indonesia.info/


Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/   
untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan.

No SPAMMING or forwarding unrelated messages.
Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari Jumat. 

Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian 
yang perlu saja

Milis tidak bisa menerima ATTACHMENT, untuk menghindari virus dan menghemat 
bandwidth.

Cara mengatur keanggotaan di milis ini :

- Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
- No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
- menerima email: [EMAIL PROTECTED]
- berhenti dari milist kirim email kosong : [EMAIL PROTECTED]
- Begabung kembali ke milist kirim email kosong : [EMAIL PROTECTED] Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke