Saat Juli 2008 kemarin ke Australia, ada fenomena yang menarik terkait
dengan dunia ketenagakerjaan disana ....

Terlihat sekali betapa mereka sangat membutuhkan tenaga2 kerja untuk mengisi
kebutuhan tenaga kerja yang lagi booming. Boleh dibilang hampir semua sektor
membutuhkan tenaga kerja, apalagi untuk bidang mining ..... Kalau kata teman
saya, di Melbourne, setiap minggu berdatangan sekitar 2500 imigran baru, itu
hanya di melbourne saja lho .... !!!

Tidak heran kalau keimigrasian australia lebih lunak bahkan terlihat sekali
mencoba menarik tenaga2 kerja dari luar.

Saat disana, sudah hal yg biasa melihat pengumuman lowongan kerja di
berbagai toko dikota besar. Apa lagi di kota2 kecil, waaah semakin lebih
tinggi kebutuhannya, soalnya orang dikampung sana kayaknya juga lebih
suka ke kota .....

Kalau kata Ekroman, tempat saya menginap selama 1 minggu di Melbourne,
tenaga yang paling tinggi penghasilannya adalah dokter gigi, dokter hewan,
dan apa lagi ya? lupa euy .....

Waktu di Perth, saya kaget ketika ketemu beberapa anak muda korea dgn bahasa
inggris yg pas2-an di hotel backpacker. mereka datang ke australia mendapat
visa liburan dan kerja selama satu tahun. Artinya disana mereka bisa jalan2
dan juga kerja cari uang .... Nggak lama kemudian, sekitar bulan
agustus kemarin, giliran Indonesia juga diberi Australia visa sejenis .....

Dengan Ekroman, kita banyak berdiskusi ttg peluang tinggal di australia.
Ekroman yg telah menetap sekitar 10 tahun melihat bahwa tinggal di australia
sangat prospektif ..... Sayangnya, orang2 indonesia masih sangat jarang
sekali yg memanfaatkan peluang ini. kalau kata Ekroman, dari pada hidup
susah dan menjadi beban keluarga di tanah air, nggak ada salahnya mencoba
imigrasi dan mencoba merubah kehidupan/nasib di negeri orang ....

Kehidupan di australia sendiri kalau menurut saya sendiri sangat manja dan
rada2 malas yg bisa jadi peluang buat orang indonesia. Maksudnya, disana
aturan jam kerja sangat kaku, leisure time menjadi kenikmatan tersendiri
disana. Saya nggak kebayang, kalau orang2 indonesia yg bisa jadi rajin kalau
ditempat lain pasti bisa memanfaatkan kemalasan orang2 disana untuk
menjadi peluang berusaha disana. saya sendiri sampai bingung melihat begitu
banyaknya peluang usaha yg bisa dilakukan disana.

Di Perth, dipusat kota, ada orang indonesia surabaya yg membukan warnet 24
jam (dan ini kayaknya satu2nya), tahu apa yg terjadi? Warnetnya nyaris penuh
24 jam!, padahal biaya 1 jam sekitar AUD 3, padahal modalnya hanya komputer
dgn ruangan saja dan tenaga kerja mhsw indonesia buat jaga .... Mungkin ada
sekitar 30-40 komputer yg disediakan .....

Sehubungan dengan fasilitas baru Pemerintah Australia atas visa liburan dan
kerja, nggak ada salahnya orang2 muda indonesia mencoba mencari peruntungan
ke australia dan mencoba untuk berhasil disana, yang pasti bisa asal rajin
..... Dimana kalau sdh ketemu sela-nya (caranya), bisa dilanjutkan dgn
sekolah disana sambil bekerja disana ..... Bahkan mungkin untuk jadi
permanent resident .......

Sayang saya sdh diusia ini, kalau saja duluuuu ada peluang seperti ini,
pasti saya akan ambil ..... Nggak ada salahnya coba2 browsing info ttg visa
di kedutaan besar australia
http://www.indonesia.embassy.gov.au/jaktindonesian/home.html

Buat pecinta backpacker sejati, inilah salah satu kesempatan berpetualangan
di australia setahun penuh dengan biaya dari negara australia sendiri (krn
bisa kerja disana) ..... Nggak perlu bayar mahal melalui agent2 pendidikan
dgn biaya yg muahaaal, ini bisa dilakukan sendiri ..... Saya jadi ingat dgn
anak2 muda korea yg tdk bisa bhs inggris yg saya temui di perth .... kalau
mereka saja bisa, masak kita nggak bisa sih ....???!!! Cuman tinggal modal
niat dan tiket yg disana juga bisa balik modal .....

Ossy'81


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke