----- Forwarded Message ----

From: Yahoo! Groups Notification <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]

Hello,

A message has been sent to the indobackpacker group from

  [EMAIL PROTECTED] 


Teman2 sekalian,

Saya melakukan perjalanan dinas ke Padang mulai 10 September 2008. Saya belum 
pernah ke Padang sebelumnya, walaupun kata orang-orang tempatnya sangat bagus. 
Teman sekantor yang sudah pernah pergi juga bilang tempatnya sangat indah 
sampai mereka tidak bisa bercerita seberapa bagusnya, saking bagus maksudnya.

Perjalanan ke Padang pada hari pertama tidak ada yang saya lakukan kecuali 
melaksanakan tugas kantor. Baru pada sore hari di hari kedua, Kamis, 11 
September, setelah semua meeting selesai, saya mampir sebentar ke satu-satunya 
Vihara Mahayana di kota Padang. Vihara ini terletak di tengah kota. Menghadap 
pantai, Buddha Warman namanya. Selesai dari sana, saya pergi ke Taman Imam 
Bonjol, pusat jajanan segala macam makanan Padang untuk berbuka puasa.

Suami saya yang menginformasikan tempat ini karena paginya dimuat di Harian 
Tempo. Tempatnya mungkin sebesar setengah lapangan bola yang khusus untuk 
berjualan, sisanya disediakan tempat bermain anak-anak. Saya mencoba salalueh 
(bener gak ya tulisannya), seharga 500 rupiah sebuah, besarnya seperti tahu 
goreng. Salalueh ini adalah ikan yang dicampur dengan tepung terigu dan 
digoreng. Kemudian saya mencoba pisang goreng berbentuk bola-bola kecil sebesar 
onde yang diberi gula aren. Rasanya menurut saya standard saja. Hanya agak unik 
karena saya belum pernah coba

Untuk makan malam hari itu, kami (saya dan orangtua) memilih salah satu 
penjual, hanya dibungkus dan makan di hotel. Kemudian menambah lauk tak 
sengaja, sisa 5 tusuk sate kambing yang dijual orang Arab. Kata ayah saya, 
pasti enak, karena orang-orang baru mulai buka, dia sudah habis. Tapi memang 
benar, saus kacangnya enak, ada rasa limau terasa dan daging kambingnya empuk 
sekali.

Hari ketiga, setelah jam makan siang, barulah saya menyelesaikan semua 
pekerjaan di Padang. Kami langsung pergi ke Lembah Harau. Lembah harau sangat 
cantik dan saya sangat merekomendasikan tempat ini kepada semua orang yang hobi 
jalan-jalan. 

Sepanjang jalan dari Padang menuju ke Harau, yang ada hanya pemandangan indah. 
Ternyata benar yang dikatakan orang-orang. Bagussss sekali. Saya pribadi 
setelah melakukan perjalanan ke beberapa tempat wisata di Indonesia, mungkin 
Padang Bukittinggi ini adalah yang terbaik (minus Lombok karena saya belum 
pernah kesana). Tadinya saya suka Danau Toba, tapi setelah melihat Bukittinggi, 
saya merubah pendapat saya.

Dari Harau kami balik ke Bukittinggi dan supir men-drop kami disana. Kami 
tinggal di Hotel Kharisma. Review mengenai hotel ini dan hotel yang saya 
tinggali di Padang saya buat terpisah.

Setelah istirahat sebentar, kami naik angkot ke Taman Panorama (2000 rupiah per 
orang). Melihat indahnya Ngarai Sianok, sambil memberi kacang ke monyet-moyet 
yang jinak disana. Sayang kami tidak membawa makanan lebih. 

Dari sana kami potong jalan pintas lewat rumah penduduk ke Hotel The Hills 
menuju jam gadang. Lihat-lihat pasar atas sebentar dan naik andong ke hotel. 
Naik andong dari Jam Gadang ke Hotel Kharisma kami membayar 10rb rupiah.

Makan malam, kami mencari Chinese Food karena perut sudah menjerit kepedasan. 
Di sebelah hotel ada restaurant Sanjaya ala Chinese Food. Tapi tetap saja, 
bistik ayamnya agak pedas! Hehehe…

Keesokan harinya kami kembali ke Padang karena orang tua saya harus pulang ke 
Jakarta. Mampir sebentar untuk membeli Gulai Itiak Lado Mudo. Nah, bagi saya, 
gulai itiak ini kategori sangat enak. Harga ayam yang sudah dibungkus seekor 65 
ribu rupiah. Kami pulang ke Padang lewat Kelok 44 dan Danau Maninjau. Kali ini 
kami sudah siapkan pisang dan kacang yang kami beli sebelumnya untuk memberi 
makan monyet.

Sepertinya monyet-monyet disana sudah tau kalau banyak yang akan memberi makan, 
jadi begitu mobil agak diperlambat, mereka langsung lari mengejar. Tidak usah 
takut, mereka tidak galak, malah cenderung takut dengan kita.

Keindahan Danau Maninjau pada intinya sama seperti yang diceritakan oleh 
rekan-rekan lainnya. Dari Bukittinggi Pk. 10 pagi, tiba di Padang +/- jam 2 
siang. Sempat mampir ke Nuansa Maninjau Resort sebentar.

Saya sendiri masih extend satu malam di Padang. Tadinya berencana ikut One-Day 
Tour ke Sikuai, tapi beberapa orang mengatakan lebih baik jangan karena lagi 
musim hujan, khawatir boatnya tidak balik on-time. Beberapa hari sebelumnya, 
boatnya sampai di Padang pukul 10 malam.

Bagaimana rasanya ke Padang pada bulan puasa ? Tidak enaknya, banyak restaurant 
yang tutup dan baru buka jam 3 sore. Bahkan ayam KFC !!! Enaknya ? Kamar hotel 
rata-rata didiskon 30%. 

Oh ya, untuk makan siang di Padang beberapa hari, saya hanya makan di 
Restaurant Karia Indah Jaya di Jalan Niaga. Restaurant ini terlihat dari Pagi 
Sore. Menurut supir, ini satu-satunya yang rasanya lumayan dan buka pada saat 
jam makan siang. Jadilah saya setiap siang makan disana. Yang paling enak 
adalah gulai babatnya. Lembut dan bumbunya sangat terasa. Sambalnya juga enak.

Saya sempat mencoba es duren Ganti Nan Lamo (5 menit berjalan kaki dari Pagi 
Sore) seharga 11ribu dan membawa pulang Iko Gantinyo ke Jakarta. Bagi teman2 
yang ingin bungkus Iko Gantinyo, setelah di airport akan diminta dibungkus 
dengan plastic wrap agar embun esnya tidak keluar. Untuk wrapping ini akan 
dikenakan 30rb.

Harga sewa mobil 450,000 dengan Dedy di nomor 0815.350.2632. Dedy ini yang 
menyupiri kami. Harga sewa termasuk bensin. Mobilnya Avanza dan orangnya sopan, 
masih muda. Dia masih ada hubungan juga dengan Cubadak Resort. Boleh 
tanya-tanya ke dia.

Oh ya, saya mencatat nama Hotel Hayam Wuruk untuk alternatif di Padang yang 
seputaran pusat kota. Sederetan dengan keripik Sherly. Saya tidak melihat bagus 
atau tidak, hanya tau lokasi saja. Dari oleh-oleh Sherly pun bisa jalan kaki ke 
Ambacang. Jadi sebenarnya kalau diputar ya itu-itu saja. Jangan lupa coba ikan 
bakar di Cokroaminoto. Dari Ganti Nan Lamo menuju pantai, adanya di sebelah 
kiri jalan. Enakkkk….

Secara umum, perjalanan saya ke Padang sangat berkesan. Orang-orangnya ramah. 
Dan sesampai di Jakarta, saya baru menyadari, mesjid-mesjid disana tidak ada 
yang memasang speaker besar seperti di jalan-jalan kecil di Jakarta. Jadi 
keadaannya sangat tenang. Paling-paling hanya terlihat orang-orang 
berduyun-duyun menuju mesjid untuk sholat atau tarawih. Sangat tertib. Saya 
sendiri jadi ikut senang melihatnya. Tapi jangan cari Karaoke, pub atau bar. 
Bioskop juga seingat saya hanya ada satu, sebelah Ambacang. Intinya kota yang 
damai deh. Cocok untuk ajak keluarga berlibur kesini.

Tapi saya bingung juga kalau besok-besok saya mau ajak anak saya yang usianya 2 
tahun ke Padang. Makannya dimana ya ? Karena rata-rata makanannya pedas. Memang 
ada KFC, tapi masa KFC setiap hari ???



      Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/sg/



      Get your new Email address!
Grab the Email name you&#39;ve always wanted before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke