Saya sih seneng aja jalan2 dalam negeri soalnya gak pake fiskal...
Cuma ya itu looohhh:
1. Jorok sama fasilitasnya gak ada...
jadi palingan yah bali... bali.. bali.. bali dan at least jogjaaa...
(hotel backpack di jogja gak sebersih standar di bali)
jadi wajar aja ada iklan rokok yang adegannya mereka sorak-sorak setelah tau
bukan ke jogja melainkan bali. padahal kalo soal budaya sebenarnya sama unggul
tapi kalo bicara destinasi yah bali lebih PARIWISATA...
2. Info gak lengkap, dan sekalian komplain:
"PEMERINTAH mbok yah jangan cuma promo doang, tapi gak nyediain
infrastruktur..."
misalnya daerah2 di sumatra contohnya Minangkabau, seandainya mo travel (bukan
backpacker nekad, apalagi sambil ngajak ortu) tanpa pengalaman sepertinya akan
sulit dan riskan tersesat jika dibandingkan *sekali lagi* BALI... (maklum info
terbatas)
Untunglah di Jogja sekarang udah ada transJogja, sedangkan di Bali mencari
carteran begitu mudah di daerah2 tertentu. Tapi untuk tranportasi antara
lokasi-lokasi wisata di daerah lain, yang lokasinya berjauhan masih kurang
nyaman (perjalanan darat terlalu lama).
Jadi ingat waktu pengalaman dapet kerjaan ke makasar.
Saking gak punya infonya, cuma melongo pas tau kalo ke Bantimurung itu
perjalanan aja 2 jam. Tator lebih lama lagi! Akhirnya cuma ke Losari, Rotterdam
sama Monas Mandala...
Ini menunjukkan payahnya saya sebagai orang jakarta yang cuma kenal
Ancol-Ragunan-TMII, atau Jogja, dengan parangtritis-borobudur-prambanan yang
bisa ditempuh dalam satu hari!
Ah seandainya di pulau-pulau lain sudah ada kereta api, pasti akan memudahkan
orang (bisa juga wisatawan atau backpacker) untuk berlalu lalang.
Umumnya para backpacker ini yang paling rajin bikin review, artinya kan promosi
gratis tuh...
Jadi sarannya: kita perlu brosur2 yang menarik dengan informasi juga
peningkatan sarana transportasi yang memudahkan. Pemerintah mbok yah kalo bikin
website, pake peta yang sederhana dan lebih lengkap lagi kalo ada itineary yang
memungkinkan.
Dan Pemerintah juga gak perlu studi banding (alesan tuh pasti) sampai ke
Singapur segala (negara miskin wisata tapi ramai wisatawan karena keberhasilan
turism board & informasinya).
Kalo daerah lain bisa se-informatif bali ajaaa... saya rasa pariwisatanya akan
terangkat kok. Tapi yah penduduk setempat kalo dibekali penyuluhan wisata
tentunya akan menunjang fasilitas dan perekonomian tentunya.
hehehe...
Mungkin juga karena acara miss-miss ato putri-putrian belum efektif mengangkat
wisata lain di negeri ini. masa bali melulu. Padahal para mudi-mudi cantik ini
potensial menjadi duta pariwisata.
Sebagai penutup ini ada cuplikan joke dari blog ngupingjakarta.blogspot.com
1. Tiket tidak termasuk layanan kelas geografi...
Pramugari: "Selamat siang, selamat datang di penerbangan X airlines jurusan
Jakarta-Makassar. Penerbangan ini akan ditempuh dalam waktu 2 jam . . ."
Bapak paruh baya panik: "Mbaak! Mbaak! Jangan becanda doong! Saya gak mau ke
Makassar! Saya mau ke Ujung Pandang!"
(Cengkareng, didengar oleh para penumpang yang serentak memasang earphone dan
mendengarkan musik.)
2. Oh, mungkin sudut pandangnya yang bikin beda...
Klien: "Kami mau backgroundnya nanti gambar pemandangan alam indonesia dengan
laut dan kepulauannya yang indah. Kalau yang seperti anda tunjukan ini, terlalu
ketara sekali kalau itu bukan di Indonesia..."
Sutradara: "Kebetulan reference foto yang kami bawa ini adalah kepulauan di
Papua, Pak..."
(Didengar oleh asisten produksi yang ingin berdiri bertepuk tangan.)
--------------
aki - gitu deh
___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/