saya mau menanggapi point 1,3 dan 4

memang saya juga sedih dengan kondisi pariwisata Indonesia dan
Alhamdulillah saya di kasih kesempatan untuk jalan2 ke luar
 negeri
baik itu dalam rangka Business ataupun cuma backpacking style. Dan
setelah saya jalan2 keluar negeri ternyata yang saya dapat/lihat tidak
seindah yang saya dengar (u/wilayah Asia) masih bagus Indonesia
apalagi yang masih jarang dikunjungi. dan yang paling prihatin
biasanya saya tahu ada tempat bagus di Indonesia itu dari teman2 saya
yang berasal dari luar negeri pas mereka bertanya "Have u been to
Grupuk & Ombak 7" lalu saya bilang "where is that?"  dan mereka bilang
semua ada di Indonesia dan dekat dengan aku dari situ aku merasa
terpukul dan mulai searching tapi setelah googling ga nemu informasi
yang akurat akhirnya saya joint milis dan lumayan saya dapat info
banyak dan makin jatuh cinta terhadap Indonesia. dari situ saya mulai
explore wisata Indonesia dan mulai menyebarkan Informasi ke temen saya
yang di Luar negeri mungkin ini sedikit membantu karena kalau nunggu
aksi dari pemerintah ga
 akan pernah maju mendingan kita bergerak
bersama untuk Indonesia tercinta. Dan saya juga sempat sedih karena
pameran wisata Indonesia tapi yang banyak dikunjungi stand malaysia.
http://voocha.multiply.com/journal/item/9/Pameran_Wisata_Indonesia_yang_menyedihkan
and FYI, ada 4 brand terkenal dan terkemuka di Dunia yang paling
dibanggakan artis2 Indonesia dan orang2 yang Brand minded ternyata
dibuatnya di Indonesia berasal dari Bandung dan Yogya mengenai merknya
saya tidak akan sebutkan karena melanggar kode etik dan kepercayaan.
Kenapa saya tau karena kebetulan temen saya merupakan salah satu dari
bagian yang menyortir baju mana yang layak untuk diekspor dan
kebetulan dia meminta saya untuk menjadi salah satu modelnya tapi
karena dunia modeling bukanlah bidang saya jadi saya menolak dan saya
pun tersenyum
 kasihan orang2 kaya di bohongin mengeluarkan budget
hingga ratusan juta rupiah dan harus pergi ke luar negeri untuk
shopping ternyata buatan Indonesia tapi saya cukup bangga karena
produksi Indonesia di akui dimancanegara coba saja kalau di Baju ber
MERK tsb dicantumin made in Indonesia (masih ada yang mau beli ga ya???)

mengenai point 4 saya pernah stay di Westin Nusa Dua dan mendapat
perlakuan yang tidak manusiawi dari seorang security, ceritanya saya
keluar dari kawasan resort untuk sekedar beli rujak tapi ketika saya
kembali dari sana saya dilarang masuk karena bukan kawasan umum ketika
saya bilang saya tinggal di westin tapi sang security itu liat saya
dari atas kebawah kaya ga yakin gitu tapi setelah saya perlihatkan key
card nya westin baru dia percaya dan meminta maaf katanya itu
dilakukan untuk mencegah orang umum masuk karena akan mengganggu
privacy tamu hotel, memang sih kalau kita ingin mendapatkan
 kenyamanan
kita harus merogoh kocek dalam2.

Ini pengalaman saya setelah join milis saya lebih terbuka,
1. tidak mesti tidur dihotel berbintang untuk menikmati liburan, tidur
dipantaipun dengan menggunakan sleeping bag jadi.
2. trnyata masih banyak daerah yang belum pernah saya kunjungi dan
infonya saya dapat dari member milis
3. menambah temen dan persaudaraan dengan cara ini semakin banyak kita
mengajak orang Indonesia untuk mencintai negerinya sendiri semakin
populer lah wisata Indonesia dimata orang asing dan warga negaranya
sendiri. dan saya merasa kaget ada salah seorang yang mengirim msg ke
saya setelah dia membaca blog saya, dia selalu bertanya "ini di
Indonesia?" dan saya jawab iya dia juga merasa sedih dan terbuka
pikirannya untuk menikmati pariwisata Indonesia karena ketika saya
tanya emang kamu pernah kemana saja dia bilang "amerika, thailand,
malaysia, aussie, dan beberapa negara di Europe"
 tapi dia itu cuma tau
tempat wisata Indonesia ya cuma Bali dan lombok serta jogja,
menyedihkan bukan. Sebetulnya saya juga pernah mengalami hal yang sama
yang saya tau kalau mau liburan itu ya ke dua tempat tersebut paling
banter ya pangandaran karena dekat dari Bandung sedangkan yang lainnya
bukannya tidak tau tapi kurangnya informasi untuk menuju kesana
(tempat wisata)

dan siap2 aja bagi pecinta Gili terawangan dan Belitung karena kawasan
tersebut sedang dipasarkan (dijual) untuk menjadi resort which is
kalau sudah menjadi resort susahlah kita untuk menginjakan kaki disana
kecuali kalau kita mau merogoh kocek yang dalam untuk menikmatinya

sorry kepanjangan menarik juga sih temanya dan saya punya segudang
unek2 juga tapi kalau disebutin disini memakan bandwidth yang banyak.
dan dulu saya sering posting catatan perjalanan tapi setelah ada yang
bilang saya pamer atau apalah, padahal saya tidak bermaksud
 demikian
hanya ingin berbagi info saja jadi saya memutuskan untuk keep it in my
mind dan sebagian aku posting di multiply. Thanks all



regard

Ida
http://voocha.multiply.com

--- In [email protected], "Indra" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Pengen rasanya ngomong ke Presiden masalah ini, tapi gimana ya ?..
> saya hanya seorang turis tas punggung, bukan ahli berdebat.. :)
>
> 1. Mungkin sudah menjadi cerita klasik ya kalo Pariwisata kita nggak
> ditanggapi serius sama pemerintah. Jadi gimana dong ?.. kita hanya
> bisa nunggu sampai ada presiden yang suka pariwisata ?.. saya
> bandingkan dengan negara tetangga, mereka kayaknya udah serius banget
> menggali potensi wisata nya, padahal kalau
 mau dibandingkan negeri
> kita jauh lebih bagus dan lebih variatif, betul kata sebuah buku/blog
> tentang traveller, di negara lain hal kecilpun bisa dimaksimalkan
> seperti Pohon Pisang yang bisa membuat turis berdecak kagum..
>
> 2. Saya heran, kenapa program Visit Indonesia lebih sering
> dipromosikan di luar negeri atau media luar negeri ?.. penduduk kita
> ini kalo gak salah merupakan 10 terbesar didunia, kalo setiap penduduk
> lebih memilih untuk berlibur di negeri sendiri, saya yakin program
> tersebut gak perlu lagi..kenapa nggak dibikin "Visit Our Own
Country" aja
>
> 3. Katanya turis Indonesia yang ke luar negeri terkenal mewah, suka
> belanja, dan selalu bawa uang banyak..(katanya lho), coba turis
> tersebut milih untuk berwisata di negeri kita. Kadang saya juga suka
> heran, kenapa masyarakat kita sendiri begitu tergila-gila sama yang
> namanya "luar
 negeri".."eh, kamu udah ke Amrik belum ?".. gila keren
> amat.. padahal kalo saya pribadi lebih seneng ngomong "Gile.. kamu
> udah pernah ke Papua ?.. hebaat..", dari hal diatas mungkin kita bisa
> bertanya pada diri kita sendiri, cinta nggak kita sama negeri sendiri
> ?, coba tanya pada diri sendiri, anggap kalo kita punya uang yang
> cukup untuk berlibur, pilih ke mana ?, ke Bali/Lombok atau ke SG atau
> Thailand ?
>
> 4. Saya bikin postingan ini karena baru saja saya nonton acara TV
> tentang pariwisata di Ambon, katanya Pantai yang paling terkenal di
> Ambon setengahnya sudah dipagar, karena dimiliki warga negara asing..
> itu mungkin hanya satu dari sekian banyak tempat2 di Indonesia yang
> dimiliki oleh Asing, seketika itu juga saya jadi ingat ketika saya
> nggak boleh masuk suatu tempat/pulau karena dimiliki Asing..sakit hati
> sekali rasanya, saya terlahir dengan
 KTP indonesia tapi gak boleh
> nginjek tanah di negeri sendiri. Contoh lain, buat saya Nusa Dua Bali
> sepertinya nggak bersahabat..ketika saya masuk ke beberapa pertokoan
> disana, beberapa penjaganya melihat saya dari bawah ke atas, sempet
> emosi juga.. memang saya nggak niat beli, hanya ingin tahu saja.. tapi
> begitukah perlakuan daerah wisata Indonesia terhadap yang berKTP
> Indonesia ?.
>
> Dari beberapa pendapat saya diatas, saya bermaksud mengajak rekan
> rekan penikmat pariwisata secara moral agar bisa lebih mencintai lagi
> negeri sendiri, kali aja ada rekan yang bisa atau punya kedudukan untuk
> menyampaikan unek2 ini ke pemerintah, tolong disambungin.. :)
> Saya ingin sekali mencanangkan "Visit Our Own Country"..
>
> Saya tidak pandai merangkai kata, maaf bila postingan ini kurang
> berkenan, anggap saja omong kosong.. saya hanya mengeluarkan isi
 hati
> setelah nonton acara TV tersebut
>




        Dapatkan alamat Email baru Anda!  

Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke