3 tahun yl saya pernah ke Mollo untuk satu kegiatan lapangan. Sempat juga 
menikmati pemandangan dan tinggal bersama keluarga setempat di kecamatan 
fatumnasi. Juga jalan2 di kaki gunung mutis, yang menjadi kawasan konservasi 
gunung mutis timau, kalau ndak salah.

transport dari Kupang cukup mudah, tapi saya tidak ingat dan sialnya tidak 
mencatat dari terminal mana dan jam berapa bus berangkat. Seingat saya tidak 
naik bus, tapi mobil semacam isuzu yang sering dipakai angkutan jaman dulu di 
desa2. lumayan nyaman, cuma memang jauh.  seingat saya pernjalanan kupang soe 
memakan waktu 4-5 jam. sampai soe sudah malam dan tidak ada angkutan jadi kami 
sewa truk untuk membawa sekitar 10 orang. Lumayan poco2 di atas bak truk karena 
jalan menanjak, berliku2 dan tidak mulus kondisinya. sampai mollo kira2 makan 
waktu 2-3 jam. yah, sayang cuma itu informasinya pak. mungkin yg lain ada yg 
tahu lebih bnyak dan updated.

Oya, yang perlu dikunjungi kalau sampai sana;
1. Gunung batu, tinggi2 menjulang, tapi sayang beberapa sudah dibelah oleh 
investor jadi bongkahan2 marmer. makanya banyak tanah longsor, kekeringan, dan 
hama monyet menyerbu tanaman karena rumahnya diobrak-abrik manusia. ini cerita 
masyarakat setempat. batu yg menarik dikunjungi namanya Nausus (jangan2 
sekarang dah rata dg tanah.
2. Kawasan hutan sepanjang jalan2 kampung di Mollo, yang masih alami. di sana 
kita bisa lihat ternak warga dibiarkan bebas berkeliaran di hutan tanpa 
dikandangkan.
3. yang mesti dicoba adalah pengalaman tidur di rumah bundar, rumah adat 
masyarakat setempat. hangat di dalamnya, dan sangat berperedam sehingga bising 
di luar gak bakal kedengaran. cuma kalau bikin perapiannya ndak bagus, bisa 
glagepan kena asep yg susah keluarnya.
 4. apalagi ya, oiya yang jelas kain tenun timor. khas, sedikit lebih mahal 
memang dibanding kain2 dari tempat lain tapi bahannya bagus, tebal.
5. Makan pinang. ini wajib dilakukan kalau bertamu di rumah warga setempat. ya, 
semacam tradisi lah, menghormati tuan rumah.

tambahan, kalau mau keliling2 kampung di sana cukup sewa ojek lokal untuk 
mengantar. tarip sekarang tidak tahu ya. Saya sendiri nggak tahu apakah bagi yg 
tidak tahan pinang, tembakau boleh menolak tawaran makan pinang.

Selamat menjelajah Mollo,

Adi

--- On Fri, 17/10/08, Purnawan D. Negara <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Purnawan D. Negara <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [indobackpacker] GUNUNG MUTIS
To: [email protected]
Received: Friday, 17 October, 2008, 9:35 AM


            Coba cari-cari info Gunung Mutis di arsip IBP ternyata gak banyak 
membantu.... ....., tolong dong kerabat IBP yang pernah ke Gunung Mutis di Soe, 
saya mau tanya:

1. Transport Kupang - Soe - Kapan (bis-nya jam berapa paling pagi dari Kupang 
dan paling malam dari Soe, taripnya berapa, juga Ojek di kapan bisa antar 
kemana aja?)

2. Kalau homestay di Kapan berapa rate-nya, sebaiknya nginap di kapan atau di 
Desa Fatumnasi (Fatumnasi ada juga home stay?

3. Kalau pantai dengan batu berwarna itu berapa jauh dari Soe, ada homestay di 
Soe?

4. Ada rekomen mana aja yang bisa dikunjungi selain lihat rumah adat Mollo, 
jeruk Soe, Apel Soe (masih adakah??)



Terimakasih atas pertanyaan seabrek ini



Salam,

-PDN-

Kirim email ke