Lewat jalan belakang bukan berarti lewat pintu belakang, hihihi. Masuknya tetap dari pintu depan (rumah). Maksudnya itu pake rute lain yang berlawanan arah dengan dari Ciboleger, yang selain lebih cepat juga menurun (bukan mendaki) wkt sampai tanjakan 1 km ituh.
Salam, Tg --- On Thu, 10/23/08, ita perwira <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: ita perwira <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [indobackpacker] mohon info perkampungan Suku Badui To: [EMAIL PROTECTED] Date: Thursday, October 23, 2008, 1:58 AM Wah.... menarik juga nih, musim duren yah.Hmm lewat jalur belakang yah. Boleh kah lewat sana?Karena menurut orang baduy yang kemaren bantu kita sebagai penunjuk jalan,kurang baik kalo lewat belakang.Masuk akal juga sih, ibarat orang mau bertamu sebaiknya lewat pintu depan.Cuman apakah boleh atau akan jadi masalah nantinya?Just a question. Oh ya... tanjakannya manstab benerrrrr :D secara saya gak biasa jalan salam, On Oct 23, 2008, at 10:06 AM, Teguh Sudarisman wrote: Perginya nanti saja Desember, saat musim durian tiba. Saya dan rombongan kecil (sekitar 5-6 orang) berencana ke sana lagi, melalui rute "jalur belakang" yang relatif lebih mudah daripada lewat Ciboleger. Kalau melalui Ciboleger, apalagi tanpa pemandu orang Badui yang kita kenal sebelumnya, jangan-jangan malah diperas oleh para 'guide' yang ada di situ. Bagi pemula, rute dari Ciboleger juga relatif berat (terutama di Tanjakan 1 Km yang nggak ada berhentinya) , apalagi di saat musim hujani. Badui merupakan daerah yang sangat luas, perlu berjalan kaki naik-turun bukit berjam-jam, dan bisa saja orang tersesat di dalamnya. Kalau baru pertama kali mau ke sana, SANGAT DISARANKAN ikut rombongan yang sudah berpengalaman ke sana, yang sudah tahu rutenya, di rumah siapa akan menginap, dsb. Salam, Tg sudarisman.multiply .com On Wed, 10/22/08, Tedja, Haryanto, DyStar <tedja.haryanto@ dystar.com> wrote: From: Tedja, Haryanto, DyStar <tedja.haryanto@ dystar.com> Subject: RE: [indobackpacker] mohon info perkampungan Suku Badui To: "cut semayang muda" <hortensia_muda@ yahoo.com>, indobackpacker@ yahoogroups. com Date: Wednesday, October 22, 2008, 9:00 PM Mayang, Bisa naik ka dari tanah abang ke rangkasbitung, atau naik bus dari kalideres atau tanjungpriok ke rangkasbitung. Bisa juga tunggu bus ke rangkas di perapatan tomang atau di gerbang tol kebon jeruk. Dari kebon jeruk perjalanan sekitar 2.jam lebih. Soalnya jalan kesana (selain tol) rusak parah dan ditambah dengan adanya pasar pasar tradisional yang buka pada hari hari tertentu (pasarnya memang dipinggir jalan, tapi pembelinya + ojek + angkot berhenti ditengah jalan) Dari rangkas bitung cari mobil 3/4 jurusan ciboleger kira kira 1,5 jam. Desa Ciboleger merupakan tempat interaksi baduy dengan masyarakat umum. Jangan kuatir, disini ada warung dan bisa beli makanan (juga oleh oleh khas baduy). Kalo capek bisa istirahat di desa ini. Ada tempatnya kok, seperti balai desa dan biasa dipakai untuk tempat transit / nginap sebelum jalan ke baduy dalam. Jika anda jalan sendiri bisa juga minta anter sama penduduk disini. Untuk ke baduy dalam harus jalan kaki kira2 4-5 jam naik turun gunung, Banyak pantangan yang harus diikuti jika anda ke baduy dalam misalnya tidak boleh menggunakan sabun, odol, membunyikan radio dan alat2 elektronik lainnya. Jadi benar benar seperti zaman dulu. Kita bisa nginap di rumah mereka kok.
