Pengalaman pribadi saya 1 tahun terakhir ini nyoba backpacking sendirian karena temen2 ga ada yang berani jalan2 berdasarkan info2 yang dikumpulin hanya dari internet, sedikit keberanian, rajin bertanya ke penduduk lokal, mengumpulkan banyak brosur & petunjuk jalan dan semuanya diurus sendiri tanpa agent dan tanpa teman2 di tempat yang dikunjungi tsb.
Penjelajahan pertama kali ke luar negeri (Singapore, Malaysia, Thailand), sebenernya sekarang lagi planning mencoba yang dalam negeri, tetapi ternyata susah sekali mendapatkan info2 transportasi (angkot, bus, kereta) dan hostel atau terpaksa memilih budget hotel. Rasa2nya kalau dilihat dari sisi biaya keliling dalam negeri sama bahkan bisa lebih mahal daripada ke luar negeri. Sebagai contoh : hostel yang tidak terlalu banyak tersedia di Indonesia, padahal akomodasi ini yang paling cocok buat solo traveler dari pada budget hotel yang lebih cocok buat traveler yang berkelompok. Pertimbangan lainnya dalam hal keamanan untuk perempuan yang backpacking seorang diri juga yang selalu menjadi ganjalan utama. Saya sering mendapat tugas kantor untuk ke kantor2 cabang yang tersebar di kota2 besar di Indonesia. Dikesempatan itu saya sering bertanya kepada supir kantor atau teman2 dikantor2 cabang tentang transport untuk berkeliling di kota tersebut, kebanyakan dari mereka tidak terlalu tau rute2 angkot/bus. Info2 transportasi itu juga sangat susah didapat jika melihat brosur2 yang didapat dari bandara2 di kota2 Indonesia (taraf internasional / domestik), sedangkan brosur2 lengkap untuk transportasi ini sangat mudah didapat di bandara luar negeri atau kantor tourism board. Pengalaman seru saat imigrasi diperbatasan Sadao (Kedah,MY - Songkhla,TH) naik taxi Kedah sendirian lalu di stop dan di tanya2 karena sedang ada razia, karena setiap weekend banyak wanita2 yang pergi ke provinsi Songkhla untuk bekerja part-time di tempat karaoke2. Tidak terlalu lama ditanya2 dan dapat ucapan selama berlibur dari Pak Polisi setelah saya menunjukkan tiket pulang ke Indonesia. Keuntungan cewe backpacking sendirian yang saya dapat pada saat di Hat Yai mau pergi ke Patung Budha di puncak bukit, saya jadi di anterin pake motor ama bapak2 yang awalnya cuma saya tanya2 gimana cara untuk mendaki bukit itu. Turun dari bukit itu juga di anterin ama bapak2 penjaga kuil disana, sedangkan turis2 lain yang saya temui disana semua menyewa taxi atau ikut tour harian :) Dari backpacking ke luar negeri ini membuat saya menyadari kalau tempat2 pariwisata Indonesia ga kalah dengan negara2 itu jika informasi2 berupa brosur2 tempat2 wisata di berikan detil2 transportasi dan tarif tetap atau perkiraan tarif dari kendaraan2 tersebut. Supaya turis lokal dan LN yang solo traveler menjadi lebih mudah menyalurkan hobi nya. Dari beberapa kali perjalanan sendirian itu pengetahuan tentang suatu daerah, budaya dan penduduknya jadi bertambah banyak dan pengalaman itu terasa lebih seru jika dibandingkan travelling berkelompok. Regards, Harly (Mei)
