mbak Ambar dan temans,

Tadinya saya berpikir harga tiket 'budget airline' atau 'low cost airline' 
lebih MURAH dari airline regular.
Tadinya saya berpikir low cost airline ini bisa menekan harga dengan 
'menghilangkan' fasilitas2 yang tidak penting (seperti yang disebutkan mbak 
Ambar)

Tapi akhir2 ini saya jadi bingung karena setelah beberapa kali membandingkan, 
belum tentu AirAsia lebih murah daripada MalaysiaAirline.
Kebetulan saya butuh penerbangan dari KL ke Yogya untuk tanggal 16 Januari 09. 
AirAsia mematok 266,5 RM sementara MalaysiaAirline cuma 158 RM.
Demikian pula untuk tanggal2 sekitar itu.
(*jelas saya pilih MH, khan bisa menikmati KLIA, hehe)

Saya juga membuat perbandingan beberapa airline untuk Singapore - Bangkok tgl 
31 Desember 2008

Tiger : $ 112, 99 
Jetstar : $ 142
AirAsia : $ 120
MH : kelas murah sudah sold out, tinggal yg $ 400an

Analisa saya : AirAsia tidak murah, karena Jetstar dan Tiger pake alokasi no 
kursi dan dapat snack+minum.

Perbandingan lain lagi :
Rute KL - Jkt

MalaysiaAirline
Tgl 1 Februari dan sekitarnya: flat 266,5 RM

AirAsia
Tgl 1 Feb ; 273 RM
Tgl 2 Feb : 162,5 RM
Tgl 3 Feb : 47,5 RM

kesimpulannya: rajin-rajinlah nge-check dan membandingkan harga :p

Pengalaman naik Jetstar: sangat berkesan, proses boardingnya sangat teratur, 
penumpang dengan no besar dipersilahkan masuk dulu. pramugarinya ga secantik 
AirAsia, tapi sangat profesional dan ramah.

Pengalaman naik AirAsia selama ini : pesawatnya baru, waktu tempuh lebih 
singkat, kebetulan ga pernah ngalami delay.

Sekalian topik lain ya:

Saya baru nyadar kalau Garuda hanya punya satu flight Jakarta - Kuala Lumpur 
dalam sehari. Sementara Malaysia Airline punya 5 Flight! masih di tambah KL - 
Yogya 2 kali seminggu!...weleh2!
AirAsia malah punya 6 flight jakarta-KL dalam sehari.
Selain itu, sementara hampir semua airline memiliki situs online dimana kita 
bisa beli tiket dll, situs Garuda ga 'bunyi' apa2. Bahkan tanya harga tiket KL- 
Jakarta lewat telp saja dijawab, " hanya bisa melalui kantor Garuda"...weleh 20x

kenapa bisa gitu ya? bikin prihatin banget khan?
Bukankah itu jadi mencerminan kualifikasi perusahaan ini; kalau website saja 
ngga beres, bagaimana dengan sistem lainnya?

salam,
Pras





      

Kirim email ke