Catatan Ambar : please untuk membalas email gunakan REPLY TO ALL

From: Isye Soentoro <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 19 November 2008 01:33:17 GMT-08:00
Subject: Re: [indobackpacker] Solo Traveller : trend baru?
Reply-To: [EMAIL PROTECTED]

Ngomong2 soal solo travel saya termasuk sering bepergian seorang  
diri, pengalaman jadi wartawan dimasa lalu buat modal kenekatan saya.  
Lumayanlah saya sudah menjelajah cukup jauh dengan pengalaman sejuta  
"seremnya". Tapi tetep aja kembali sendiri...he..he..he, dari mulai  
diikutin  lelaki membuat saya dari jalan cepat jadi lari cepat buru2  
masuk stasiun dan berdiri deket pak polisi. Ngadu sih enggak cuma aja  
bedirinya deket-deket sampai tuh orang yang saya curigai akhirnya  
menghilang.

Sekali waktu bareng lelaki ganjen di Eropa dikereta yang berkamar,  
bolak balik tuh cowok memasukan tangannya ke kantong celana trus  
membuat gerakan2 aneh, saya pura-pura aja asik baca buku, untung  
waktu itu siang hari jadi saya tetap aman. Oh ya jangan pernah  
menganggap semua orang itu sama baiknya sama kita...deee yang ngerasa  
baik, meski sebangsa sendiri. Pengalaman paling serem justru saya  
dapetin di Malang, saat seseorang menolong saya memboncengi saya  
dengan sepeda motornya ketika saya tanya alamat. Saya pikir oh inilah  
keramahan orang daerah, eh buntut-buntutnya saya diajak jalan2  
muterin kota trus diajak ke tempat sepi, saya lupa namanya,  
sepertinya stadion gitu..

Nah, disitu mulailah dia ngomong agak aneh minta "sesuatu", saya pura- 
pura bego eh dianya malah ngerayu seakan saya ini perempuan free  
segalanya. Walaaah...saya ketakutan setengah mati, mana tempatnya  
sepi sekali. Tapi entah keberanian dari mana saya buru-buru ambil  
langkah seribu dan Tuhan mengirimkan becak kosong, langsung saya  
lompat dan cerita ke tuh abang kalo laki-laki itu nggak bener, kalo  
dia ngejar jangan berhenti kebuuut terusss! Ternyata si brengsek itu  
nggak ngejar,  saya sudah siap mau teriak kalau dia masih ngejar. Uh  
dasaaarr, mungkin dia pikir semua perempuan dari kota  
Jakarta"haussss" kali ya.

    Saya juga punya pengalaman saat naik kapan dari Larantuka ke  
Maumere, karena klas dek, saya langsung ambil posisi di sisi kapal,  
nggak di dek, saya nggak kuat antara bau mesin dan bau manusia.  
Memang riskan terhadap ujan karena wilayah terbuka, tetapi saya  
senang karena di situ angin berhembus sehingga segala bau2an hanya  
sedikit tercium. Nah, saat saya ambil posisi duduk di lantai  
menggelar koran, eh ada awak kapal datengin saya trus maksa saya  
untuk menggunakan kamarnya..

      "Masa perempuan di luar sendirian, sudah pakai kamar saya aja,  
saya tugas malam kok. Nanti malam hujan lho...ayoh nggak apa kok  
gratis." Dia maksa, cuma saya takuut dengan predikat anak buah kapal  
yang...ah sudahlah. Alhasil saya tetap bertahan di sisi atas hingga  
matahari malu-malu terbit di timur. Eh ternyata si anak buah kapal  
saudah ada di hadapan saya. "Ya, ampun masih disini toh, saya pikir  
tidur di kamar, saya baru selesai tugas. Yuk saya buatkan sarapan."  
Karena hari sudah  terang ya saya berani menerima ajakannya. Begitu  
saya masuk ke kamarnya, duh nyesel setengah mati, ternyata kamarnya  
nyaman banget dan terpampang foto dia dan istrinya. Saya kemudian  
dibuatkan roti dan susu coklat hangat juga telur setengah matang, duh  
sedapnya.

      "Kan saya sudah bilang saya tugas malam jadi kamar ini kosong,  
makanya saya berani tawarin untuk dipakai, daripada tidur di atas  
dingin."
      Saya cuma senyum-senyum sambil minum segelas susu coklat hangat  
yang terasa sedapnya minta ampun. Di hati ini ada penyesalan yang  
luar biasa...dasaaar, tapi nggak apalah toh paginya masih sempat  
sarapan gratis bahkan saya masih sempat tiduran sekitar tiga, empat  
jam sambil menunggu kapal merapat.

      Wah sebetulnya masih banyak pengalaman pribadi lainnya, tapi  
nanti kepanjangan. Solo travel enaknya ya segala sesuatu bisa  
diputuskan sendiri, cuma enggak enaknya kalau melihat sesuatu yang  
sangat indah duh mau ngomong ke siapa, terpaksa ngomong sendiri,  
komat-kamit kayak dukun baca mantera. Tapi terakhir ini kok saya jadi  
pingin jalan rame2 ya, dah mulai tua kali ya...ha..ha..ha. Yah paling  
enggak berdua gitu...tapi untuk luar negeri kalau dalam negeri  
sendiri juga oke, karena selalu memungkinkan untuk punya temen  
dimanapun berada.

Trip IBP ayuk dong saya setujuhhhh bahkan sepuluhlahhhh

Salam,
Isye Soentoro

--- On Tue, 11/18/08, Ambar Briastuti <[EMAIL PROTECTED]>  
wrote:
From: Ambar Briastuti <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [indobackpacker] Solo Traveller : trend baru?
To: [email protected]
Date: Tuesday, November 18, 2008, 6:13 PM

Temen2 Backpacker,

Solo Travel artinya bukan travel ke kota Solo. Tapi adalah julukan

untuk yang jalan-jalan sendirian saja. Mungkin udah banyak yang
melakoni tapi ternyata barusan dinilai sebagai kecenderungan baru.
Para soloist ini punya alasan sendiri kenapa mereka melakukannya.
Salah satunya seperti dibawah ini. Terlampir adalah interview
tertulis dengan sebuah radio di Singapura yang menggali kemungkinan
trend ini kedepan.

Tidak berarti solo travel ini juga independen loh. Artinya ada juga
soloist yang emang itinerary-nya dibuatkan agen (custom made).
Sedangkan saya mungkin termasuk katagori dua2nya, walaupun ditengarai
sekarang mulai bertumbuhan pasar untuk solo traveller (khususunya
perempuan yang lebih ke faktor keamanan).

Mungkin rekan-rekan ada yang punya pengalaman solo travel? Ngga musti
ke luar negeri loh, wong di dalam negeri aja cukup menantang kok.

Ditunggu komentar dan bagi2 critanya.



Salam,
Ambar

*ayuks bikin trip IBP
  lagi



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke