Saya sering ditanya, ada ngga photo sampeyan di sebuah tempat sebagai bukti klo udah kesana? saya bilang, wah lha wong photo ini aja cukup, apalagi dasarnya tukang poto amatir gini selalu malu didepan kamera.
Lantas saya pengen nanya ke temen2, perlu ngga ya narsis itu. Maksudnya photo mejeng di depan borobudur seperti gaya study tur SMP dulu. Sebenarnya moto travelling ada beberapa sisi, tergantung 'niat' awalnya. Ada yang dengan semangat baja pengen motret aja, mengamati dari dekat dan mengabadikan momen sebagai catatan perjalanan dalam bentuk hasil photo yang okeh punya. Ada yang dari rumah emang pengen menghasilkan poto seperti jumpalitan di awang-awang dengan bekgron bangka belitung. It's fun loh! Tapi ada faktor sensitif kalo dipoto narsis, terutama ditempat yang disakralkan atau dengan profil khusus. Saya pernah melihat sebuah photo seseorang disamping seorang biksu di Indochina. Yang menarik buat saya (halah..) adalah sang gadis ini memakai pakaian 'terbuka' berdiri dengan senyum puas mengembang disamping biksu yang tampak teduh dan santun. Ada ironi disini. Seorang kawan membilang, moto narsis itu soal persuasif. Tapi seorang kawan juga mencibir ketika melihat saya menenteng kamera. Katanya jangan seperti turis Jepang yang bawa kamera banyak. Mentang-mentang kebanyakan pabrik kamera dari sana. Atau seperti turis Amerika yang bawa videocam (inget kan American's Funniest Home Video dan obsesi- nya untuk mengabadikan setiap momen?) Nah kembali ke topik : perlu ngga narsis itu? Silakan komen dan sharing dari rekan-rekan. Ambar Briastuti www.ceritaambar.com | ym : ambar_briastuti | Adventures. Backpacking. Photography. ========== Ohya buat Michan Meong saya sendiri lebih ke digital daripada analog. Walau masih pegang kamera plastik (buat mainan aja) tapi karena faktor kemudahan jadi beralih sepenuhnya sejak 4 tahun lalu. Website & Blog yang mungkin berguna : Situs tentang spesifikasi teknis kamera, berikut review dan test http://www.dpreview.com/ Tempat belajar dan tips dari photografer dengan tema umum http://digital-photography-school.com/blog/ Untuk photo saya kecanduan Flickr terutama seksi Explore (http:// flickr.com/explore/). Ada yang dinamakan editor sebagai Interestingness atau melihat hasil photo berdasar jenis kamera yang digunakan. Flickr blog juga memilih photo2 berdasar tema berikut catatan editor-nya. Setuju dengan Sutan, kamera hanya alat. Orang yang memakainya itu yang lebih penting. Oh dan juga bagaimana si photografer mengapresiasikan object. On 4 Dec 2008, at 04:11, Sutan M. S. wrote: tapi seperti kata orang tua: Hasil foto lebih ditentukan oleh Orang di belakang kamera, bukan kameranya.. 2008/12/3 michan_meong <[EMAIL PROTECTED]> > teman2, rasanya tidak enak kalo jalan-jalan gag mengabadikan itu semua > dengan foto. > naah, saat ini saya sedang mendalami dunia fotografi. [Non-text portions of this message have been removed]
