Sharing aja, baru berkunjung kesana seminggu yang lalu. Cerita  
dibawah hanyalah intro yang semoga bermanfaat buat yang lain terutama  
dengan riset dan pencarian data. Makasih banget untuk teman  
Indobackpacker di NY, mbak Nuki atas bantuannya. Cerita selengkapnya  
menyusul yaks :)

==============




Kota ini bagi saya punya magnet tersendiri. Sejarah panjang dari awal  
pendudukan suku India di lembah Hudson, aliran immigrant dari segala  
penjuru dunia –Irlandia, Italia, Jerman. Diduduki imperialis Belanda,  
disusul Inggris hingga memerdekakan diri 1776 atas bantuan Perancis.  
New York adalah juga simbol moderinitas, ibukota kapitalism di jagat  
ini. Kota yang mengalami tragedi keuangan dan tragedi kemanusiaan,  
yang meninggalkan gurat luka yang dalam di catatan sejarah.

Mungkin film seperti Gang of New York atau Sex and the City adalah  
inspirasi untuk menjelajah Big Apple. Tapi buat saya justru datang  
dari karakter Batman.  Gotham City adalah refleksi langsung kejayaan  
era art deco dan art neuveu. Tapi juga menggambarkan kejahatan,   
kekotoran, korupsi, dan pembusukan urban.

Tapi reputasi itu yang membuat makin ingin kesana. Bukankah kota  
besar selalu memberikan dua muka? Cantik dan kusam. Kemegahan dan  
keterpurukan.

Persiapan saya tidak banyak. Diantaranya hanya membaca beberapa buku,  
salah satunya yang menarik adalah buku James Dean Died Here, sebuah  
buku katalog tentang landmark budaya pop di Amerika. Juga buku Lonely  
Planet New York City. Tadinya saya pilih Rough Guide terutama versi  
buku sakuny. Ternyata LP New York ini adalah terbitan paling baru  
(September 2008). Saya butuh buku ini terutama tentang peta dan  
transportasi serta perkembangan terakhir. Di buku LP ada peta kecil  
yang handy, sayangnya ngga ada kantong. Jadi terpaksa bikin sendiri.

Informasi lain saya baca dari koran NY Times Online dan versi cetak.  
Ada edisi yang menarik yakni artikel Frugal New York ditulis Matt  
Gross tentang strategi menikmati NY dengan murah. Lumayan memberikan  
info menarik. Selain itu adalah majalah lokal NY Magazine. Setidaknya  
saya harus memahami bagaimana bergerak menyusuri kota dan  
merencanakan agenda. Peta subway saya unduh dari MTA (Metropolitan  
Transport Authority) State of New York. Yang terpenting adalah  
bagaimana menuju kota ke bandara JFK (dan sebaliknya), juga system  
biayanya. Saya putuskan beli Metro Card begitu nyampe di stasiun  
kereta terdekat.

Membaca system alamat dan blok juga perlu dipelajari. Enaknya sih  
nama jalan  New York mirip dengan San Francisco yaitu diurutkan  
dengan nomor, misalnya 77th St. Perencana kota membuat grid yang  
memudahkan pembagian area. Jadi jika nyari alamat cuma liat aja  
persilangan jalan antara A dan B. Saya melihat di Google Maps (non  
satellite) + Streetview untuk membangun peta imajinasi di ingatan, he  
he he sapa tau tersesat. Saya banyak dibantu petanya Pakde Google,  
terutama memilih lokasi hostel berdasar kedekatan dengan transport  
misalnya. Atau tempat yang saya mau disambangi. Kalau sempat buka  
Google Earth, bisa seperti berjalan di virtual NY. Soalnya bangunan  
tinggi udah dibangun secara 3dimensi. Dalam pelaksanaan di lapangan,  
saya masih konvesional alias mengandalkan peta kertas. Bukan henpon  
dilengkapi gps. Kenapa? He he he seperti ngisi teka-teki silang  
dibanding video games. Ngga bisa diadu deh.

Kostum juga ternyata harus saya perhitungkan. Bulan Desember di East  
Coast Amerika suhu bisa drop minus dengan cepat. Karena itu saya bawa  
ekstra fleece dan jaket tahan air (yang terbukti sangat berguna  
karena saya paling muaales bawa payung). Untuk ngecek cuaca di NY  
silakan disimak di Weather.com Cukup akurat memperkirakan besaran  
suhu dan cuaca hingga hitungan perbulan. Perlu diketahui Amerika make  
Fahrenheit jadi konversi dulu ke Celcius untuk bisa merasakan  
seberapa hangat/dingin.

Tiket pesawat saya beli langsung  lewat Virgin America return San  
Francisco –JFK seharga US$271 ketimbang lewat travel agent online  
seperti Expedia atau Travelocity. Keuntungannya sih ngga ada fee  
tambahan. Penginapan saya perhitungkan berikutnya, setelah saya lihat  
hostel di NY berkisar antar US$19-30 permalam untuk dormitory/asrama  
(female only atau nyampur 4). Tidak perlu pesan, saya pede aja untuk  
go-show atau telpon. Ternyata saya ditawari tempat oleh seorang kawan  
Indobackpacker, mbak Nuki di daerah Upper East Side Manhattan. Jadi  
ngga perlu mikir lagi yaks..

Saya putuskan beli NY City Pass, yakni mengunjungi 6 tempat dengan  
harga US$74. Keputusan ini dirasa manfaat banget di waktu sibuk. Yups  
dengan City Pass kita ngga perlu antri untuk memasuki tempat2 tadi  
karena kita sudah pegang tiket di tangan. Saya tinggal print out  
voucher untuk ditukar segepok tiket di salah satu tempat dalam daftar.

Walau cuma empat hari, saya ngerasa siap. Saya juga bertekad untuk  
tidak terlalu ambisius mencobai semua tempat. Pertimbangan saya  
adalah tergantung pada cuaca, waktu dan stamina. Ketika musim dingin,  
matahari sudah tenggelam pukul 4 sore, jadi terbatas sekali untuk  
kmana-mana. Target saya adalah bisa mengalahkan Frugal Traveller NY  
Matt Ross yang menghabiskan $539.07 untuk weekend saja. Saya ingin  
buktikan New York tidak semahal yang diduga. Jika diberi kesempatan,  
saya bisa kembali.

Semoga saja…


Salam,
Ambar Briastuti
www.ceritaambar.com | ym : ambar_briastuti | Adventures. Backpacking.  
Photography.




[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

Indonesian Backpacker Community
visit our website at http://www.indobackpacker.com atau bisa juga di 
http://www.backpacker-indonesia.info/


Silakan membuka arsip milis http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/   
untuk melihat bahasan dan informasi yang anda butuhkan.

No SPAMMING or forwarding unrelated messages.
Silakan beriklan sesuai tema backpacking di hari Jumat. 

Sebelum membalas email, mohon potong bagian yang tidak perlu dan kutip bagian 
yang perlu saja

Milis tidak bisa menerima ATTACHMENT, untuk menghindari virus dan menghemat 
bandwidth.

Cara mengatur keanggotaan di milis ini :

- Satu email perhari: [email protected]
- No-email/web only: [email protected]
- menerima email: [email protected]
- berhenti dari milist kirim email kosong : 
[email protected]
- Begabung kembali ke milist kirim email kosong : 
[email protected]! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/indobackpacker/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke