Hai IBP-ers,

Setelah membaca thread
soal ini yang lumayan panjang, saya tertarik untuk berbagi
pengalaman tentang tips mencari teman jalan. Apalagi setelah baca postingan
Mas Aris terkait saran untuk pejalan perempuan: Buat yang Cewek!  Keep privacy, 
dan hati2x kalau jalan  sama cowok, entar malah di ajak nikah gratis, ongkos di 
tanggung sama cewek..

Nah, pengalaman traveling saya bervariasi bila dilihat dari jumlah orang dalam 
satu trip. Pertama, saya selalu dalam rombongan besar antara 10-100 orang, bila 
sedang melakukan perjalanan tugas kantor alias liputan. Ini tipe perjalanan 
yang nyaman dan fancy. Jadi tak perlu dibahas lah.

Kedua, saya dalam rombongan kecil di bawah 10 orang saat jalan bersama 
teman-teman  gang di kampus. Karena sudah saling kenal, perjalanan seperti ini 
juga menyenangkan dan nggak ada masalah.

Ketiga, sebagai backpacker, saya biasa jalan sendiri alias solo traveler. Saya 
sangat menikmati model ini ( sudah saya terapkan saat menggelandang ke beberapa 
negara). Kenapa? Ya idem dito dengan jawaban solo traveler lain: lebih bebas 
dan nggak ribet.

Namun, saya juga nggak mau kesepian sepanjang jalan, karena saya berjenis 
mahluk sosial ( mungkin karena pengaruh pekerjaan). Jadi meski saya solo 
traveler ( berangkat dan pulang sendirian), saya selalu mencari teman sharing ( 
penginapan, makan, transport dsb) dalam perjalanan. Alhamdulillah, selama ini 
saya selalu mendapatkan orang-orang asing yang baik dan bisa dipercaya.

Apa tipsnya? Nggak banyak cukup tiga saja.

1. Paling utama gunakan feeling. Trik ini selalu sukses saya terapkan untuk 
mendapat teman sharing yang baik dan benar. Misalnya saat saya bertemu dengan 
pemuda backpacker bertato, memakai tindik, dan berkalung rantai besar, sedang 
merokok di terminal kota Vientiane (Laos) yang kumuh. Perasaan saya bilang, 
meski tampangnya preman, tapi sinar matanya baik. Yup benar, ia menjadi teman 
jalan yang gentleman dan menyenangkan.

2. Jangan ragu untuk bertegur sapa dengan backpacker lain yang kita temui di 
jalanan (baik di bus, pesawat, kapal, restoran, dan penginapan). Dengan hasil 
bertegur sapa ini, saya beberapa kali menemukan orang yang punya tujuan sama, 
sehingga kami bisa berbagi kamar, transport, dan makan.

Kalau pun beda tujuan, saya sudah menambah jaringan pertemanan saya, dan kelak 
berguna bila saya mengunjungi tempat mereka berasal. Belum lama ini saya 
membuktikannya dengan mendapatkan tumpangan menginap 3 hari saat mengunjungi 
salah satu kota di negeri Scandinavia (dari rekan kenalan backpacker yang 
ketemu di Bangkok setahun sebelumnya).

3. Selama dalam perjalanan, carilah backpacker lain yang jalan sendirian. 
Sebab, banyak diantara mereka yang senang kalau ada teman jalan ( meski hanya 
untuk beberapa rute), apalagi bila berbeda bangsa. Oya, hindari mencari 
backpacker yang sudah jalan berdua (apalagi yang jelas-jelas pasangan baik 
'hetero' maupun 'sejenis'). Tahu sendiri kan rasanya jadi orang ketiga, 
beresiko jadi kambing congek ;-). Berkat tip ini saya menjalani rute 
Bangkok-Siem Reap-Phnom Penh bersama dua rekan backpacker yang asyik banget. 
Sehingga perjalanan melewati jalanan rusak dengan  bus alakadarnya pun terasa 
menggembirakan. Trip lima hari itu juga lebih irit, lebih fun, tambah wawasan ( 
karena keduanya beda bangsa), dan lebih aman ( punya dua bodyguard gratis 
sepanjang jalan hehehehe).

Semoga tips tadi berguna, terutama buat solo traveler perempuan yang ingin 
lebih bebas tapi tetap merasa aman dan fun.

salam hangat,
Astari Yanuarti

--- On Mon, 1/5/09, Aris <[email protected]> wrote:
From: Aris <[email protected]>
Subject: RE: [indobackpacker] Bagaimana Cari Teman Jalan?  atau mau pilih EO
To: "'puguh_imanto'" <[email protected]>, [email protected]
Date: Monday, January 5, 2009, 9:57 AM











            Mas Puguh menarik sekali!



Bagaimana Cara cari teman jalan?  Dari pengalaman saya jalan dengan ORANG

ASING, maksudnya orang yang saya tidak pernah kenal sebelumnya,

Biasanya saya modal utama, percaya!  Keep trust...  lalu paparkan rencana

perjalanan, resiko, kalau nggak

Cocok siap pisahan tampa harus musuhan.



Beberapa kali jalan bebas, memang saya lebih suka memilih jalan dengan teman

yang sudah pernah jalan, ini jauh lebih mudah untuk share segala macam,

transport, nginep, makan, dll..



Emang ada resiko!  Apalagi kalau ketemu teman baru yg suka nya gossip,

pusing dah.. yang paling enak ketemu

Orang asing yang bisa asik dalam segala keadaan. Walaupun kadang ada juga yg

nyebelin, biasanya yang agak repot

Udah nyebelin, nggak Mau Pisahan.. karena dia takut jalan sendiri.



Tips:

Sebelum mutusin jalan bareng, ada baiknya satukan dulu destinasi, dan sama2x

saling setuju dengan rencana perjalanan, resiko, dll..



Jaga kepercayaan, buat yang Cewek!  Keep privacy, dan hati2x kalau jalan

sama cowok, entar malah di ajak nikah gratis, ongkos di tanggung sama

cewek..



Belajar enjoy, walaupun ruwet, belajar saling menghortmati.



Gimana kalau Ikutan EO?    Ini yang paling susah buat yang suka jalan

sendiri, karena EO sudah merencanakan perjalanan sesuai dengan sechdule,

peserta tinggal ikut aja, dan tentu

Kalau mau di arrange, ada harga yang di bayar!  Dan ada aturan yang harus

kamu setuju, kalau nggak setuju

Jangan ikut Tour lewat EO.

Tapi juga jangan mencak2x kalau EO kurang menyenangkan, padahal banyak

Faktor misalnya cuaca, keterlambatan sesame peserta, lambat karena

perjalanan tak diduga, dll.



Tambahan lainya, kalau mau Nyaman, mudah, enak tentu ada harga yang di

bayar, kalau mau murah pengen mewah ini agak repot!



Salam

ARIS

Kirim email ke