aku sih nggak berani deh, takut mati mending kalau badannya masih diketemukan, kalau hilang atau dimakan ikan lagipula, gw masih berharga untuk hidup ( especially buat keluarga, baru pilek atau batuk aja, di rumah - dikantor orang sudah rusuh....why...kenapa sakit ?
cerita nih ya : tahun lalu ketika dari bangsal ke gili air yang hanya setengah jam ombak juga tinggi banget sering menutup perahu, aku , 3 orang perpuan Indo, satu jepang, satu Sweda pelukan erat2, wah, al fatihah ama yasin ngocor dari mulut kita berempat yang laki2 dan awak perahu sibuk bagaimana kita selamat dan sampai di tujuan pas mau nyebrang ke Flores, eh kapal udah seminggu mangkal di dermaga nggak boleh nyebrang karena ombak tinggi. masih sempat lagi ketemu orang Swedia itu di Ngurah Rai, ingat kejadian tsb aku pelukan lagi, selamat.. isalam, Mona. On 1/23/09, Aris <[email protected]> wrote: > > Mas Heru, beberapa tahun silam ketika saya ke Nembrala. Biasanya > Backpacker ausie yang pengen jajal adrnalin pake wooden Boat ke Ausie, > mereka Beli Perahu nelayan di nembrala. Lalu perahu di bawa sendiri sama > dia ke ausie Lintas lautan. Katanya sih? Seru banget, dan kalau udah > dekat ausie, Dia buang perahu nya. > > Saya pernah ikut perahu tuna dari Bali ke Bwangi, ini emang seru. Kendala > utama? Ombak di selatan susah di prediksi. > > Saya pernah ngalami Ombak sampe 3 meter ketika pulang dari Panaitan > islands. > > http://odesya.multiply.com/photos/album/58/west_Java_Surfing_Adventures#12 > ombak sampe menghantam Kabin Kapten. Dan ini berlangsung hampir 3 jam. > Kawan saya orang ausie "tanya, that is safe? Saya bilang jangan lepas > LifeJacket, dan selama capt masih smoking, kita nyantai aja di buritan, > walaupun dalam hitungan setiap menit deck Banjir sama tumpahan Ombak. > > Beberapa wilayah di selatan Jawa, ini kondisinya kadang terbalik... Kalau > Musim Barat Nop - Mar, beberapa area di selatan Jawa malah tenang, karena > kondisi anginnya ketutup pulau Jawa. Tapi beberapa wilayah, Ombaknya pecah > dan pendek. Tapi umumnya kalau radius lebih dari 200 mill... Ombaknya > segede > Gunung, kadang sampe 6 Meter. > > Saya pernah ke SyangSirah, Ombak tinggi.. tapi lebar... dalam kondisi > seperti ini, Perahu nelayan lebih aman ketimbang Kapal Besar, hanya kita > melihat perahu lain posisi kadang diatas ombak, kadang di bawah ombak! > Tambahan lagi, kalau di selatan, kecenderungan kalau terjadi kecelakaan > atau > terapung2x bisa terbawa hingga ke Tampang - Belimbing Lampung, bahkan > sampai > ke Bengkulu. > > Kalau di Komodo, yang agak ngeri hanya di selat, karena bulan apapun pasti > ada ombak, factor Perubahan Pasang Surut, Faktor Pergeseran Bulan. Biasanya > mempengaruhi Ombak Tinggi. > > Yang paling susah prediksi kalau Musim Barat, karena dalam hitungan Menit, > Cuaca cepat sekali berubah. Dan kadang sangat Berbahaya bagi Pelayaran > > Saya malah paling takut kalau Naik Kapal Padang Bai - Lembar, soalnya > pernah > kapal sampe bunyi keras, dan saya lihat ke Deck, Mobil mulai bergeser.. > > Ini tergantung adrenalin, tapi juga harus tetap memperhatikan safety. > > Salam > ARIS > > -----Original Message----- > From: [email protected] > <indobackpacker%40yahoogroups.com>[mailto: > [email protected] <indobackpacker%40yahoogroups.com>] > On Behalf Of R. Heru Hendarto > Sent: 23 Januari 2009 11:13 > To: [email protected] <andi_azimuth%40yahoo.com> > Cc: [email protected] <indobackpacker%40yahoogroups.com> > Subject: Re: [indobackpacker] Alternatif bacpacking bonus adrenalin > > Mas Andi, > > Wah idenya menarik dan sepertinya benar2 memacu adrenalin puool! Tapi > bagaimana dengan keadaan musim angin barat ini? Terakhir pas maen ke Baron, > mereka berangkat pukul 3 pagi namun kembali lagi karena ombak menggila dan > baru berangkat pukul 6-an. Jadi ngeri juga. Apalagi pernah liat sendiri di > Parangkusumo, mereka yang nota bene nelayan tidak bisa mendaratkan > perahunya > ke pantai dan dibantu sama penjaga pantai. Jadi coastguard itu sepertinya > spesialis pendaratan perahu vs ombak gede (3 meteran!), dia bolak-balik > dengan perahu karet menyusul nelayan yg datang dan mengambil alih kemudi > perahu fiber nelayan. Kan aneh plus heboh, wong nelayan yang jago di laut > aja mau mendarat, kemudi perahunya diambilalih orang lain. Nah, liat gitu > gimana kita ga ketar-ketir kalo numpang perahu mereka? > > Aku dari dulu punya prinsip, separah apapun kondisi perahu dan lautan, > selama kapten atau motorist masih tenang dan belum panik, aku tetap tenang > dan pasrah. Nah kalo mereka dan panik, gimana kitanya? > > Masih trauma hendak tenggelam di perairan Buli-Halmahera soalnya jadi kalo > sama laut agak alergi. > > Tapi terlepas itu, kalo kembali liat topiknya yang ngajak2 mbak 'adrenalin' > ya monggo kalo mau dicoba. Aku lagi stdby Jogja, jadi kalo acaranya > memungkinkan jadi dan peserta cukup mungkin aku akan (pikir2 untuk) ikut > juga he he. > > Salam > > R. Heru Hendarto > > ------------------------------------ > 'Sent from Sony Ericsson P1i smartphone device over TelkomFlash network.... > Who needs the damned BB anyway?' > > ________________ Reply Header ________________ > Subject: [indobackpacker] Alternatif bacpacking bonus adrenalin > Author: adisusanto rosadi <[email protected]<andi_azimuth%40yahoo.com> > > > Date: 23rd January 2009 02:45 > > Dear IBPers, > > Begini nih..kan kita buat sebagian orang yang suka backpacking ,biasanya > hanya mengikuti jalur yang ada dan sudah biasa dilakukan orang lain. Saya > punya ide untuk mengajak berbacpaking sambil bertualang seru dan memacu > adrenalin. Memang mungkin ini mengandung resiko, tapi bagaimanapun dimana > mana pasti ada resiko. > > Acaranya, kita ikut bareng nelayan melaut mencari ikan di laut selatan > Yogya, yang terkenal ombaknya ganas. Nah rencana jalannya dimulai dari > pantai Depok dekat parangtritis, dan mungkin nelayan bisa mencari ikan > sampai pantai di Pacitan. Atau hanya ikut nelayan melaut berangkat sore dan > pulang pagi hari atau sore. Perahu yang digunakan hanya perahu biasa dari > fiberglass, dan mempunyai cadik dikanan kiri, dan tempat yang terbatas dan > terbuka. Jadi siap siap saja diguyur hujan , angin kenceng dimalam hari, > dan > bergoyang goyang ditengah laut yang kadang ombaknya bisa mencapai 2-3 meter > di laut selatan, karena perahunya juga perahu biasa, dan perahu bermesin > tunggal,jadi ya siap siap saja kalau misalkan mesinnya macet, harus > mendayung atau berenang kalau perahunya terbalik, kalau ga ada pertolongan > dari nelayan lain. Jadi resiko ditanggung sendiri sendiri ya... > > Peralatan safetynya harus kita siapkan sendiri, jadi harus bawa pelampung, > headlamp anti air, dan logistik, raincoat anti air dan pelindung kepala, > dan > kacamata. Supaya tidak mabok saya ada trik sendiri dan sudah terbukti > manjur. Saya sudah pernah bertanya ke seorang kenalan yang nelayan > berpengalaman, dan katanya bisa ikut , tapi terbatas hanya boleh satu orang > satu perahu. Jadi kalau ada teman yang mau ikut coba, ya harus cari perahu > lain. > > Ayo..siap yang tertarik mencoba seperti ini, tidak harus di pantai selatan > Yogya, kalau ada ide di pantai daerah lain saya juga mau ikut. > > Salam lestari > > Andi > > [Non-text portions of this message have been removed] > > ------------------------------------ > > Send instant messages to your online friends > http://asia.messenger.yahoo.com > > > [Non-text portions of this message have been removed]
