setuju mas, sekarang ini memang kita atau saya pribadi juga bingung, mana yang batik atau hanya sekedar motif batik,
saya sangat tertarik dengan batik beberapa tahun belakangan ini, khususnya t-shirt batik walapun tidak meninggalkan kemejanya, banyak referensi yang saya dapatkan dari internet mengenai batik, hingga suatu waktu saya menemukan banyak corak batik yang dipakai oleh raja-raja mataram dulu yang saya sangat pengen mendapatkannya, tapi pasti harga dan kualitasnya saya udah mulai mengoleksi t-shirt batik untuk pakaian sehari-hari yang saya gunakan, tapi saya bingung : apa yang saya kumpulin ini benar t-shirt batik atau hanya sekedar t-shirt motif batik, salam Zul --- Pada Sab, 31/1/09, puguh_imanto <[email protected]> menulis: Dari: puguh_imanto <[email protected]> Topik: [indobackpacker] Batik vs Motif Batik... Kepada: [email protected] Tanggal: Sabtu, 31 Januari, 2009, 10:43 AM Saat main ke Pasar BH Jogja (hush! Bring Hardjo) kemarin dulu, saya mengalami langsung betapa hebohnya pasar sandang yang menggunakan Motif Batik. Dari segi desain pakainan keren-keren. Motif dan warna sogan konservatif khas jogja solo hampir pasti putus populasinya dengan motif dan warna pesisiran. Penggunaan motif batik yang menjangkau sejuta umat, menunjukkan bahwa penerimaan masyarakat terhadap batik sudah jauh lebih baik dibanding beberapa tahun yang lalu. (...hoek...poeh. ..cuih... kalimat birokrat banget ye...) Tp ngemeng2; Apa sih Batik? Apakah setiap motif kruel2 lantas sahih disebut batik? Entah bagaimana caranya, tapi kok rasanya perlahan mulai harus dipikirkan untuk membuat semacam pemisahan antara sandang "Motif Batik" dan "Batik". Istilah "Batik" baiknya jangan digunakan sebatas pada pengertian motif-motif kruel-kruel, tetapi harus mengacu pada proses pembuatannya yang unik; yaitu proses penghalangan warna menggunakan lilin saat proses pewarnaan. Dan kemudian akan ada klasifikasi apakah lilin-nya diaplikasikan ke kain menggunakan canting(Batik Tulis) atau menggunakan `stempel tembaga'(Batik Cap). Plus kreatifitas pembatik dalam menggunakan bahan pewarna alami ato buatan, dll... ergh... kalo anda punya kesempatan melihat proses pembuatan batik dari awal sampe akhir, anda akan setuju kalo pembuatan batik itu...makan hati. Yah katakanlah bikin `pagar' seperti nama minuman "Champagne" yang hanya boleh diberikan jika diproduksi dari anggur yang ditanam di daerah "Champagne". Para pengrajin batik tulis pernah terpukul ketika batik cap menguasai pasar. Kemudian pengusaha batik (tulis dan cap) pernah terpukul ketika pabrik kain memproduksi kain bermotif batik. Critanya kalo `pasar sudah terdidik'(sehingga mau membayar lebih mahal) untuk bilang mana yang "Batik" dan mana yang "Sekedar Motif Batik", harga jual "batik asli' bakal lebih tinggi(karena kapasitas produksinya lebih kecil) dan para pengrajin batik bakal mendapat kelebihan pendapatan dan bersemangat meneruskan ketrampilan membatik. Jadi, baju loe itu Batik ato `sekedar motif batik'? ;) Ada Naruto, Sandra Dewi dan MU di Yahoo! Indonesia Top Searches 2008. http://id.promo.yahoo.com/topsearches2008 [Non-text portions of this message have been removed]
