Teman-teman,
setelah membaca postingan tema ini saya jadi tergelitik untuk ikut berkomentar.
Intinya adalah "We Never Know What We Have Until We Lost It"
Wong jargonnya aja udh "Trully Asia", jadi kan memang sudah sewajarnya to kalo
kemudian strateginya adalah menyediakan semua ciri yg berbau Asia (termasuk
Indonesia) kedalam industri pariwisatanya, "cukup ke Malaysia saja, maka anda
akan serasa sudah mengunjungi seluruh Asia".
Saya memandangnya it's just a bussines. Malaysia negara dengan sumber daya yg
terbatas, dan mereka punya hak untuk mempertahankan ke-exist-an negaranya di
mata dunia donk, salah satunya dengan pariwisata.
Dan saya setuju sekali bahwa ini adalah suatu cambukan bagi kita masyarakat
Indonesia untuk introspeksi diri, bukan malah mengecam sana sini. Buang energi
kalo malah mengkritik pemerintah yg kurang peduli dengan hal ini, kenapa kita
tidak mulai dari diri sendiri, lalu sedikit demi sedikit menyebar ke komunitas
sekitar.
Bisa jadi peluang nih buat IBP menjadi duta kebudayaan Indonesia,
cie.....contoh'e.....sebelum melangkah backpacker ke luar negri, cobalah untuk
menjelajah ke negri sendiri dulu dari sabang smp merauke, tapi mungkin keburu
tua ya, kan negeri kita tercinta ini begitu luas dan takkan habis-habisnya
untuk dikagumi, jadi mungkin bisa diganti dengan mempelajari dg dalam dulu apa
saja sih yg Indonesia punya, sempatkan sehari 1 jam saja membaca/browsing
mempelajari ttg budaya Indonesia. Lalu saat kita travelling keluar negri,
tunjukkan dengan percaya diri "saya berkebangsaan Indonesia" tentunya dengan
hal yg positif pastinya. Rencana bikin kaos dengan ciri Indonesia bisa jadi
salah satu fasilitasnya, harus yang "eye-catching" mas......biar dilirik orang.
Bilang ke teman backpacker dr negara lain "Visit Indonesia, unforgetable
place!!" nah ceritain deh pengetahuan kita ttg Indonesia, recomended place
hasil bacaan maupun pengalaman pribadi, kita ubah tujuan
traveling bukan utk mendapatkan sesuatu semata, tapi juga ajang membagikan
dan berbuat sesuatu untuk bangsa.
Jangan anggap sepele rasa bangga atas negri sendiri, bukan jadi bangsa yg besar
dulu baru bangga, tapi bangga dulu baru jadi bangsa besar, dan Indonesia sudah
menjadi bangsa yg besar sebenarnya, so...bukankah seharusnya kita lebih
berbangga lagi.
Malaysia aja sampai pengen buaanget punya wayang kulit sama batik parang rusak,
berarti kan karena memang itu seni yang bagus sekali dimata mereka, Ya
iya..lah...karya siapa dulu donk, leluhur Indonesia yg brilian.
Nyanyinya aja sampe 'rasa sayange' sedangkan kita malah lebih hafal lagunya
Rihanna (red: termasuk penulis)
Bagaimana orang lain mau kenal Indonesia kalau kita sendiri tidak kenal bangsa
dan kekayaan sendiri.
nggak usah ribet pake hak paten deh, benar kata salah satu teman dalam milis
ini, semua orang di dunia juga tahu barongsai itu kesenian China. Jadi kenapa
tidak kita buat semua orang di dunia tahu bahwa wayang kulit, reog, batik,
rumah gadang itu adalah ciri Indonesia". Kalau sudah begitu nggak usah
buru-buru ngurus hak paten lagi kan ?!
Jadi nanti saat ada lagi ulah Malaysia, dengan santai dan yakin kita bisa
bilang "Semua orang di dunia juga tahu itu punya siapa.......ya punya INDONESIA
lah...."
Salam,
CF. Ram Rosita
Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web. Gunakan Wizard
Pembuat Pingbox Online. http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/
[Non-text portions of this message have been removed]